Mari Menulis

Pesan Penting, Jika Anda Ingin Menulis Review Buku

Tips Menulis Review Buku

Apakah Anda ingin menulis review buku? Baiklah simak dulu pesan penting, jika Anda ingin menulis review buku itu. Tidak semua orang memiliki rasa percaya diri untuk mengulas sebuah buku. Dan saya sendiri mengalami perasaan ini bertahun-tahun. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah website milik putri salah satu penulis terkenal di Indonesia. Umurnya baru 10 tahun tapi sudah menunjukkan kualitas dan jumlah buku yang Ia baca. Bahkan dari beberapa reviewnya, saya menemukan buku favorit yang selama ini tidak pernah terpikirkan. Sayangnya, sekarang penulis review yang masih sangat muda ini hiatus, hmm…saya pikir mungkin terlalu sibuk dengan kegiatan di sekolah.

Jika dibayangkan, memang menulis review buku tidak semudah yang kita bayangkan. Bahkan salah satu penulis terkenal di Indonesia (saya tidak akan sebutkan namanya) pernah mengatakan: “jangan jadi pengulas atau orang yang menilai buku, jadilah orang yang menulis buku”. Sampai saat ini kata-kata itu masih teringat dan membuat beban hati lebih berat saat menulis review.

Oke, tapi tinggalkan semua alasan itu dan cobalah melawan rasa takut. Karena berdasarkan riset saya sendiri, ternyata beberapa penulis justru membutuhkan review untuk mendongkrak angka penjualan buku. Semakin banyak orang yang memberikan review, semakin tinggi minat pasar terhadap judul buku itu. Karena itu saya mencoba menyiapkan beberapa pesan dibawah ini sebelum membuat review.

  1. Membaca buku (wajib)

Apakah hanya dengan membaca judul atau seperempat isi buku sudah bisa menulis review? Tidak mungkin. Jika Anda memaksakan menulis review hanya dari sedikit isi buku, hasilnya sudah pasti tidak memuaskan. Artinya adalah sebelum membuat review buku harus membaca semua isi buku. Karena saat Anda membuat review, Anda seperti mengembangkan perasaan sendiri ke buku itu. Jika tidak membaca buku sepenuhnya hasil review biasanya akan terlihat jelas.

  1. Memberi ikhtisar bukan isi buku

Tujuan dari review buku adalah memberi gambaran sebuah buku bukan menjelaskan isi buku. Ada batas tertentu yang harus dibahas dan ada batas tertentu dimana Anda harus berhenti membicarakan isi buku. Bagian ini bisa menjadi hal yang paling sulit, karena ketika Anda sudah menyukai sebuah buku termasuk genre-nya maka sulit untuk berhenti bicara. Anda ingin mengatakan ke semua teman tentang isi buku. Tapi, pikirkan bahwa banyak peminat judul buku tertentu mempertimbangkan review hanya dari salah satu sudut pandang saja. Misalnya: ooh itu buku cinta, oh itu buku tentang bullying, oh itu buku metropop, dan lain-lain.

  1. Eksplorasi tema dan analisa

Berbicara tentang review buku sebenarnya bukan hanya tentang karakter, plot, sudut pandang dan adegan. Lebih jauh lagi Anda harus berani untuk menggali tema dan analisa isi buku tersebut. Tawarkan kepada pembaca apa hal menarik dan tidak menarik yang bisa membuat pembaca juga ikut memilih buku tersebut. Tapi bedakan juga antara komentar dan kritik kepada penulis karena penulis review benar-benar harus menghormati penulis buku.

  1. Kreatif

Sisi kreatif untuk membuat sebuah review buku juga tidak kalah penting. Tips untuk menjadi kreatif saat membuat review buku adalah mencoba menjadi diri sendiri. Terlebih jika sebelum membuat review Anda juga mencari review yang sama. Jangan menulis review seperti milik orang lain. Bayangkan itu karya pribadi Anda. Akhirnya Anda bisa membuat sebuah review yang benar-benar indah dan menyenangkan. Bagian yang paling kreatif adalah saat Anda bisa menemukan pro dan kontra dari isi buku. Artinya Anda tidak hanya senang dengan isi buku tapi juga menemukan bagian yang kurang menyenangkan (meskipun ini sederhana, tapi ternyata cukup sulit)

  1. Jelaskan, mengapa?

Setelah Anda bisa mengungkapkan sisi menarik dan tidak menarik dari isi buku, cobalah untuk memberikan penjelasan. Mengapa itu menarik, mengapa  bagian ini tidak menarik? Tahap ini membuktikan bahwa Anda benar-benar memahami isi buku. Namun sekali lagi, Anda berhak memberikan pengaruh pada pembaca review, tapi Anda tidak berhak menuduh penulis tentang isi buku. Penulis dan penulis review harus memiliki kehidupan seperti simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan.

  1. Bedakan review buku fiksi dan non – fiksi

Buku fiksi dan non fiksi memang sudah jelas berbeda. Karena itu cara untuk membuat review juga harus berbeda. Saat memberikan ulasan untuk buku fiksi, maka ulasan harus dibuat secara subjektif dimana ini bisa menunjukkan reaksi Anda terhadap isi tulisan, karakter, plot, cerita adegan dan hubungan dengan penulis. Sementara review non fiksi harus menjelaskan secara nyata, misalnya bagaimana penulis melakukan penelitian, cara menyusun materi dan apakah hasil akhirnya menarik atau tidak.

  1. Publikasikan

Membuat review buku tanpa menerbitkan atau untuk koleksi pribadi mungkin menyenangkan, tapi lebih menyenangkan jika hasilnya bisa terbit. Anda bisa mencoba menerbitkan secara mandiri dengan blog atau sosial media. Kemudian lihat majalah, koran atau media online yang menerima karya review buku. Tentu saja jika hasilnya dimuat pasti akan memberi pengalaman yang berharga. Begitu juga kertasbuku yang berusaha menampung karya Anda untuk membuat review.

Nah, beginilah sedikit gambaran sebelum menulis review buku. Percayalah menulis review buku bukan hal yang mudah tapi juga patut untuk dicoba. Siapa saja bisa menulis review dan memberikan manfaat untuk penikmat buku yang sedang mencari rekomendasi.

Silahkan menyampaikan kritik dan saran, agar kita bisa saling belajar ya…

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan menyukai perjalanan. Lebih dekat dengan saya di: Email: artriasnana@gmail.com Twitter: @artriassetiawan Instagram: @artriassetiawan

2 thoughts on “Pesan Penting, Jika Anda Ingin Menulis Review Buku”

  1. Saya masih belum mampu menganalisa buku dengan baik. Tapi masih berusaha mencoba. Suatu saat kelak, semoga saya bisa mengulas dan menganalisa seperti tulisan di sparksnote atau new york times reviewer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close