Non Fiksi

Filosofi Teras Mengajarkan Teori Stoisisme Karya Henry Manampiring

Lebih Hidup Dengan Filosofi Teras

Filosofi Teras Mengajarkan Teori Stoisisme Karya Henry Manampiring – Saya jadi ingat beberapa hal yang terjadi dalam hidup, ketika tiba-tiba saya marah hanya karena kondisi jalan macet, galau yang tak berkesudahan, dan susah move on dari sang mantan  ketika ia berkirim kabar #ehhh :-p . Khawatir terhadap masa depan yang berlebihan, merasa hidup kok  biasa-biasa saja dan sempat terbesit sebuah pertanyaan apakah semua ini hanya sebuah kesia-siaan? Saya merasa ada yang salah dari diri ini. Walau saya merasa hal-hal seperti itu namun hidup tetap berjalan seperti biasanya, matahari tetap terbit, jalan-jalan kadang juga macet bahkan ada yang lebih parah.

Beberapa waktu lalu saya membaca buku karya mas Henry Manampiring yang berjudul Filosopi Teras, saya merasa buku ini memang buku yang saya butuhkan dan harus saya baca untuk saat ini.

Hidup terkadang tak sesuai dengan apa yang kita inginkan, ada satu waktu kita gagal, kecewa, sedih, namun sebaliknya ada kegembiraan, keberhasilan dan tawa yang selalu mewarnai di dalam kehidupan kita.

Rintangan dan tantangan menjalanai hidup selalu ada disetiap langkah kehidupan kita, ada kalanya kita butuh istirahat sejenak memikirkan hal-hal yang terlalu berat, mengurangi kadar stress, emosi, dan mencoba fokus akan kesehatan jasmani dan rohani kita.

Semua peristiwa di dalam hidup adalah bagian keterkaitan dan sebab akibat dari semesta yang lebih besar, ada sebagian hal dalam hidup yang berada di bawah kendali kita.

Baca : Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan Karya Rusdi Mathari

Apa itu Filosofi Teras/Stoa

Pada awal bab buku ini diceritakan sekilas tentang asal-muasal filosofi teras. 3000 tahun sebelum masehi (setara 2.300 tahun yang lalu) Zeno seorang pedagang kaya dari Siprus melakukan perjalanan laut dari Phoenicia ke Peiraeius melintasi laut Medeterania dengan membawa barang dagangan yang mahal, di tengah perjalanan kapal yang ia naiki karam beserta barang berharganya, ia terdampar di Athen, ia kehilangan segalanya.

Kemudian ia menemukan  sebuah buku tentang filsafat di sebuah toko buku di Athena, ia kemudian tertarik mempelajari filsafat dari beberbagai filsuf yang berbeda, kemudian ia mulai mengajar filosofinya sendiri, ia sering mengajar di sebuah teras berpilar dalam bahasa Yunani disebut stoa dan para pengikutnya disebut kaum stoa atau stoisisme.

Secara garis besar tujuan  utama dari filosofi teras adalah hidup dengan  emosi negative yang terkendali dan hidup dengan kebajikan (vitue/arête) atau bagaimana kita hidup sebaik-baiknya seperti seharusnya kita menjadi manusia. (hal 33)

Hoho kelihatan menarik , namun bagaimana sih menggapai hidup bahagia ala Filosofi Teras?

Ada beberapa poin penting  untuk mencoba mempraktikkan Filosofi teras dalam kehidupan sehari-hari yaitu pengendalian diri terhadap keadaan yang bisa dikontrol dari dalam diri seperti emosi, marah, jengkel dll. Menerima setiap kejadian dan menyikapinya dengan sepenuh hati.

Baca : Review 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio

Dikotomi Kendali

Some thing are up to us, somethink are not up to us (Epictetus)

Ada hal-hal di bawah kendali (tergantung) pada kita, ada hal-hal yang tidak di bawah kendali (tidak tergantung pada kita) hal 46.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa kita bisa mengendalikan hal dalam hidup kita, namun sebaliknya ada hal juga yang tidak bisa kita kendalikan. Hal yang di bawah kendali kita misalnya opini, persepsi kita, keinginan kita, tujuan kita dan segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri. Kita bisa berusaha merencanakan setiap keinginan kita dan berusaha semampu kita untuk meraihnya.

Sementara hal yang tidak bisa kita kendalikan contohnya opini orang lain, kesehatan kita, kondisi saat kita lahir, jenis kelamin, kebangsaan , warna kulit segala dan segala sesuatu di luar pikiran dan tindakan kita misalnya bencana alam, cuaca dll. Segala sesuatu yang terjadi tanpa kita bisa kendalikan, terjadi dengan sendirinya di luar kendali kita.

Kamu memiliki kendali atas pikiranmu, bukan kejadian-kejadian di luar sana. Sadari ini dan kamu akan menemukan kekuatan (Marcus aurelius)

Buku ini cukup  menarik terutama ketika kita ingin belajar menyikapi setiap permasalahan yang datang dalam kehidupan kita, menyiasati dan belajar mengendalikan masalah untuk kehidupan yang lebih baik. Stoisisme berusaha menikmati setiap hal yang menimpa kehidupan kita,menyikapi secara positif atas kejadian yang menimpa sehari-hari.

Baca : Berpetualang Ke Laut Bersama The Old Man And The Sea Karya Ernest Hemingway

Pada dasarnya semua emosi dipicu oleh penilaian, opini,persepsi kita. Keduanya saling terkait, dan jika ada emosi negative, sumbernya ya nalar/rasio kita sendiri. ( hal 97)

Kalau Bisa Dibuat Simple Kenapa Harus Dibuat Ribet

Membesarkan hal-hal yang sepele sama saja membuang waktu dan energi kita, walau sejatinya rangkaian kejadian terhadap kita memang penuh dengan hal hal yang gak enak dan sepele. Kalaupun kita memang mendapatkan giliran tertimpa masalah tak enak ya terima saja, gak penting juga untuk diperdebatkan exsistensinya . seperti kata Gus dur “gitu aja kok repot”.

Setuju sih dengan ungkapan di atas, banyak hal atau situasi yang menimpa kita cukup dihindari dan mencari solusinya tidak perlu menghabiskan waktu dan energi untuk meributkannya. Barangkali hal-hal sepele tidak perlu dicari solusinya cukup dihindari.

Bagi saya Filosofi Teras ini sangat inspiratif dan saya rasa buku ini cocok bagi siapa saja yang sering merasa khawatir akan banyak hal, baperan, susah move on, marah-marah di medsos maupun dunia nyata dan mungkin bagi mereka pendukung yang jagoannya kalah atau menang dalam pilpres baru-baru ini #ehh

Minusnya mungkin banyak pengulangan  hal yang dibahas dari bab sebelumya, tapi  mungkin ini untuk memperjelas atau melengkapi pembahasan dalam bab-bab sebelumnya.  Desain buku yang menarik perpaduan warna putih, hijau dan kuning enak sih untuk dilihat ditambah ilustrasi yang mengurangi kejenuhan dalam membaca.

Jalan hidup Stoisisme ternyata bisa banyak diterapkan dalam berbagai bidang  dalam dunia Parenting misalnya, pada bab-bab akhir dibahas juga tentang peran orang tua ketika menghadapi buah hatinya, menyikapi setiap tumbuh kembang anak , bagaimana melatih anak untuk bersosialisasi, melatih anak menghadapi kegagalan dll.

Pada ahirnya membaca buku ini saya  jadi teringat dengan kisah-kisah sederhana namun penuh makna dari bukunya Ajahn Brahm yang berjudul “Si Cacing Dan Kotoran Kesayanganya” bahwa hidup kita terkadang berisi dengan hal-hal yang tak kita duga, ada sedih, bahagia tergantung bagai mana kita menyikapi keadaan tersebut.

Keterangan Buku

Judul : FILOSOFI TERAS: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini
Penulis: Henry Manampiring
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit:  Januari 2019
Jumlah Halaman: 343

Profil Penulis Henry Manampiring

Filosofi Kertas Karya Henry Manampiring
gambar dari @twitter

Henry Manampiring atau dikenal dengan nama @newsplatter dalam dunia per-twitter-an, yang juga bekerja sebagai praktisi bidang periklanan. Telah menelurkan berbagai karyanya sampai memiliki banyak penggemar seperti: The Alpha Girl’s Guide, 7 Kebiasaan Orang yang Nyebelin Banget, Cinta (Tidak Harus) Mati, The Alpha Girl’s Playbook.

Materi dan Tulisan

Bagi saya Filosofi Teras ini sangat inspiratif dan saya rasa buku ini cocok bagi siapa saja yang sering merasa khawatir akan banyak hal, baperan, susah move on, marah-marah di medsos maupun dunia nyata dan mungkin bagi mereka pendukung yang jagoannya kalah atau menang dalam pilpres baru-baru ini #ehh

Tags
Show More

Budhi Sugeng

Budhi Sugeng - Lelaki generasi 80-an yang lahir di kota Jogja, merindukan hal-hal tentang masa kecil, menyukai perjalanan menuju tempat-tempat indah, kota demi kota, hutan dan gunung. Lelaki yang bercita-cita membuat rumah baca di desa kelahiran. Suka membaca buku, apa lagi ketika hujan turun bersama secangkir kopi, suka menulis hal-hal gak jelas dibuku harian, bekerja sebagai seorang karyawan di Bekasi dan sebenarnya sudah jenuh dengan status sebagai karyawan. Memimpikan suatu saat semua anak Indonesia mudah mengakses buku-buku berkualitas, semua anak Indonesia gemar membaca dan berpetualang. Mau chit chat langsung di Twitter: @budhisugeng, email:budhisugeng@gmail.com dan blog: www.budhisugeng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close