Travelling

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi – Bayangkan Anda menikmati secangkir kopi dibawah lereng kaki Gunung Merapi? Ya, pengalaman ini hanya bisa Anda dapatkan jika berkunjung ke sebuah warung yang namanya Warung Kopi Merapi. Satu-satunya warung kopi yang terletak di dusun Petung, Cangkringan, Sleman.

Bangunan warung dibuat dengan konsep yang sangat alami dan mengingatkan pengunjung tentang keganasan erupsi Gunung Merapi. Tak lupa dengan interior warungnya , beberapa meja dari bongkahan batu. Ketika secangkir kopi dihidangkan dan diletakkan di atas potongan batu yang tidak rata, disaat itu juga membuat pengunjung serasa dibawa kembali ke masa amarah Merapi.

Warung ini menyediakan dua jenis kopi yang dipanen dari lereng Gunung Merapi, yaitu kopi arabica dan robusta. Anda bisa memilih kopi hitam atau dengan campuran susu. Jangan lupa memesan gorengan mendoan dan pisang goreng, jika masih lapar tambah saja mie instan rebut atau goreng.

Warung Kopi Merapi memberikan kesempatan kepada semua pengunjungnya untuk menikmati kelezatan dan cita rasa khas Kopi Merapi sambil melihat pemandangan gagahnya Gunung Merapi. Jangan khawatir, untuk bisa sampai ke tempat ini, Anda bisa naik mobil atau sepeda motor. Akses jalannya cukup mudah dan lancar, meski ada sedikit jalan yang belum diaspal.

Tapi tidak masalah bukan? Toh sampai Warung Kopi Merapi, Anda akan bisa menikmati secangkir kopi dan seluas pemandangan Gunung Merapi.

Sebagai pemburu kopi, lidah saya mulai membandingkan dengan kopi khas daerah lain. Rasa Arabica dan Robusta Merapi memang cenderung sangat khas, tidak terlalu asam, tidak terlalu pahit dan cukup pekat. Dua jenis kopi ini seperti tidak masalah jika dihidangkan dengan susu atau kopi hitam saja. Rasa asli kopinya tidak akan hilang. Konon ceritanya, rasa kopi Merapi dipengaruhi oleh guguran lava ketika Erupsi Merapi 2010 silam. Pun, sebelumnya kopi Merapi memang sudah dikembangkan di desa ini.

Sambil menyesap secangkir kopi, pikiran saya melayang saat driver jeep yang mengantarkan kami menceritakan tentang cita rasa kopi Merapi. Katanya “biarpun kopi Merapi di bawa sebagai oleh-oleh dan diseduh di rumah sendiri, rasanya pasti tidak akan sama”. Saya cukup penasaran dengan resep kopinya. Saya balik tanya lagi: “Loh kok tahu mas?”. Ternyata secangkir kopi Merapi hanya dihidangkan dengan air dari Kali Kuning. Cita rasa airnya juga mempengaruhi rasa kopinya.

Ditambah lagi adalah cara seduh kopi Merapi. Meskipun di bagian meja pesan dan meja kasir, terlihat pelayan yang membuat kopi, tapi kita tidak tahu bagaimana cara seduh yang sebenarnya. Pastinya ada rahasia khususnya. Tapi biarlah itu menjadi milik Kopi Merapi.

Penasaran dengan rasanya? Nah, coba Anda kunjungi Warung Kopi Merapi setelah menyusuri Wisata Lava Tour. Warung ini biasanya dilewati oleh Jeep yang mengantarkan pengunjung Lava Tour. Setelah selesai, langsung saja menuju Warung Kopi Merapi. Jam buka warung mulai 7 pagi sampai 2 dini hari.

Kopi Merapi Sebagai Saksi Kegagahan Gunung Merapi

Bayangan saya tentang erupsi Merapi, adalah bunyi sirine sepanjang jalan dari arah Solo ke Yogyakarta, mobil-mobil yang rombongan relawan dari daerah Solo dan sekitarnya, juga bus jurusan Surabaya dari Yogyakarta yang kacanya sudah dipenuhi abu vulkanik. Tidak terbayang seberapa ganasnya amarah Merapi, tidak terbayang kondisi panik warga sekitar di dusun lereng Merapi dan tidak sampai hati untuk menempatkan diri di bencana itu.

Tapi lain bagi sebagian penduduk di dusun lereng Merapi. Jauh sebelum erupsi tahun 2010, penduduk sudah hafal dengan sifat Merapi. Begitu juga Alm Mbah Maridjan, sang juru kunci Merapi saat itu. Merapi menggeliat, bergerak dan mengeluarkan muntahannya sudah menjadi takdir Merapi, yang sepenuhnya diterima oleh warga dibawah Merapi. Merapi merasa lega karena sebagian isi perutnya sudah keluar dan akan tertidur lelap. Saat itulah drama kehidupan pasca erupsi dimulai. Ada duka, ada kesedihan, ada kematian dan ada sejarah yang selalu tercatat sampai akhir dunia.

Saksi kegagahan Gunung Merapi adalah tanah yang subur, pasir yang tidak pernah habis, batu alam yang luar biasa besar dan banyak, tamu-tamu dalam negeri dan luar negeri yang ingin berkunjung, dan kopi Merapi. Merapi tidak pernah lupa untuk mengeluarkan gertakan-gertakan kecil seperti banjir lahar dingin, gempa ringan dan asap tebal. Merapi ingin selalu dihormati dan bukan sekedar di eksploitasi.

Sebagai buktinya, foto-foto inilah saksi dan sebagian sejarah Merapi

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Alm Mbah Maridjan sebagai juru kunci Merapi meninggal dalam erupsi Merapi, 26 Oktober 2010, bersama dengan 16 korban lainnya. Dalam peristiwa ini turut gugur koresponden TV One, Yuniawan Nugroho dan relawan PMI Bantul, Tutur Priyanto. Sedianya Yuniawan Nugroho dan Tutur Priyanto ingin membujuk Mbah Maridjan agar mau di evakuasi, tapi peristiwa letusan Merapi begitu cepat, sehingga peristiwa ini tidak dapat dihindari.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Motor Pak Asih, adik Mbah Maridjan (sekarang diangkat sebagai juru kunci Merapi) dan gamelan Mbah Maridjan tak luput dari ganasnya Merapi.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Jam dinding sebagai saksi waktu erupsi Merapi dan foto-foto media cetak yang ada di Musium House of Memory.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Kopasus dan relawan PMI saling membantu mengevakuasi dan menyelamatkan korban. Lihatlah betapa pekatnya abu, pasir dan sisa-sisa pohon yang terkena lava.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Pandangan kosong korban Merapi diliputi kepasrahan dan keikhlasan, sebab gerakan Merapi adalah hukum alam. Sebuah bunker yang gelap dan pengap,kini sudah tidak lagi digunakan.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Pasca erupsi Merapi tinggalah berkah yang tiada habisnya, manusia berbondong-bondong menyaksikan sisa sejarah Merapi. Sebagian menggunakan sumber daya alam yang keluar dari perut Merapi, seperti pasir dan batu di aliran Sungai Gendol. Tidak ada habisnya dan terus menerus ada. Tapi ancaman Merapi tidak pernah berhenti, sehingga manusia harus mawas diri.

Kopi Merapi : Berkah Dibalik Gagahnya Gunung Merapi

Kopi di Warung Kopi Merapi yang cocok dinikmati dengan gorengan tempe dan pisang goreng. Tak lupa sambil memandang betapa perkasanya Merapi.

Sungguh ketika Merapi bergerak sedikit saja, pasti mendatangkan cemas untuk penduduknya. Tapi berkah Merapi memang luar biasa, tolong istirahat kali ini, agar kami menikmati secangkir kopi.

Warung Kopi Merapi, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, 14 September 2019

(Pemakaian foto mohon disertakan sumber dari kertasbuku.com)

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan menyukai perjalanan. Lebih dekat dengan saya di: Email: artriasnana@gmail.com Twitter: @artriassetiawan Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close