Thriller& Mystery

Review 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio

Sebuah Cerita Detektif

Review 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio – Tiga Lelaki, Tiga Perempuan dan sebuah motor berencana untuk merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam.

“Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan; mengandung kesadaran sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.”

Dewam Kiro Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016

Judul : 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif

Penulis : Sabda Armandio

Genre : Fiksi 

Penerbit : Buku Mojok 

Tahun : 2017

Penghargaan : Pemenang Unggulan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta Tahun 2016, Buku Fiksi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia Tahun 2017. 

Jarang saya membaca cerita bertema detektif, kalau boleh dihitung hanya ada tiga buku yang ada di rak buku saya yang berkaitan dengan cerita detektif. Satu hal yang saya rasakan ketika membaca novel detektif adalah kesulitan untuk menemukan ritme baca diawal cerita karena sebagian besar cerita detektif cukup membingungkan. Hal ini menuntut untuk bersabar dalam membaca sampai benang kusut cerita di dalamnya bisa terurai.

Akhirnya kemarin saya membaca novel yang bertema detektif  berjudul 24 Jam Bersama Gaspar karya Sabda Armandio. Seperti yang diawal saya tuliskan, pada awal membaca novel ini pun cukup membuat saya berpikir dalam menemukan ritme cerita,  tentang alur yang pararel.

Karakter Dan Alur

Tokoh utama Gaspar yang digambarkan sebagai seorang laki-laki usia 35 tahun. Aku adalah ia yang diceritakan naga-naga dewasa kepada anak-anak mereka agar cepat tidur, atau ia akan mendatangimu, ia digambarkan juga sebagai orang yang jahat , seram bahkan kejam.

Dulu Kim II Sung menyebut namaku beserta segala kemampuanku untuk menghentikan rengekan Kim Jong II kecil.

Tiada yang lebih berbahaya selain cerita yang memaksamu percaya bahwa kebaikan selalu mengalahkan kejahatan, sebab ia akan membuatmu tumpul dan zalim

Lembaran berikutnya  serasa gak nyambung dengan alur yang meloncat,bukan meloncat sih tapi dua alur yang berjalan pararel. Seorang polisi sedang mengintrogasi seorang ibu-ibu untuk sebuah kasus pembunuhan, namun dalam bagian ini dialaognya cukup menarik, alur yang pararel sebenarnya tetap menjadi satu runutan cerita yang berkaitan.

Saya bisa merasakan betapa kesalnya polisi yang mengintrogasi  tokoh Bu Tati dengan jawaban-jawaban yang saya rasa cukup mengesalkan.

Cerita

Secara singkat novel ini bercerita tentang Gaspar yang berencana ingin merampok Toko emas milik Wan Ali seorang arab yang kaya dan pelit yang mempunyai kotak hitam. Misteriusnya kotak hitam ini sampai-sampai diungkapkan  Kalau kau kasih lihat isi kotak ini, jangankan pacar, calon mertuamu juga minta dikawini. Konon di dalam kotak hitam ini terdapat potongan rambut Uwais Al-Qarni seorang alim yang dijamin masuk surga dan pada ahirnya kotak hitam itu terdampar di Indonesia.

Ia menemukan teman-teman yang mewarnai cerita di dalamnya, ada Agnes alias Afif , Pongo alias Yadi, Pingi alias Bu Tati yang tak lain adalah ibunya Yadi, Njet pacar Kik dan Kik mantan pacar Gaspar dan mengajaknya untuk berpetualang bersama  motor kesayanganya bernama Cortazar. Sebuah motor  kawazaki KZ 200 Binter Merzy tahun 1976

24 Jam kita diajak berpetualang bersama Gaspar cs tentu saja dengan cerita-cerita mengejutkan di dalamnya, sampai pada ahirnya terlihat jelas tujuan yang sebenarnya Gaspar lakukan mengajak teman-teman yaitu untuk merampok Toko emas milik Wan Ali.

Rasa muak terhadap orang jahat yang berpura-pura baik dengan berkedok kebaikan dan tokoh Wan Ali menggambarkan dengan sempurna sosok jahat yang berkedok kebaikan itu.

Bagaimana dengan realita dalam kehidupan di sekeliling kita, orang seperti Wan Ali tentu banyak kita jumpai saat ini.

Bagiku novel ini sebagi bentuk protes dari sebuah ketidak adilan, orang yang terlihat jahat bisa berbuat baik dengan kejahatanya demi sebuah nurani yang terusik, sebaliknya banyak juga dijumpai orang terlihat baik melakukan kejahatan dengan ditutup kebaikan.

Novel ini juga tidak serta merta menampilkan tokoh baik sebagai pahlawannya yang selalu menang melawan kejahatan.

Walaupun alur dalam cerita ini seolah ada dua alur cerita yang saling terkait namun tidak begitu membingungkan, saya  bisa menikmati dengan nyaman, dibumbui dengan celetukan yang  membuat senyum-senyum sendiri.

Bahasa yang digunankan juga terlihat ringan , mudah dicerna berbeda dengan novel-novel detektif  lainya yang terkesan berat dan membinggungkan. Namun  sebenarnya novel ini juga mempunyai sisi membingungkan walau kadarnya masih wajar. Hal ini sesuai yang diungkapkan Sabda Armandio tentang cerita detektif  bahwa untuk membuat cerita detektif kau harus mahir membuat orang kebingungan.

Dan dengan kesigapan serupa Yesus, tokoh detektifmu datang menjadi juru selamat untuk mengurai kebinggungan yang kau buat dan memberikan penjelasan-penjelasan masuk akal yang kadang tidak memuaskan pembacamu, tetapi mereka merasa senang karena telah berhasil keluar dari kebinggungan (hal 125)

Penyelesaian Yang Mengejutkan

Ketika saya sudah masuk secara mendalam ke dalam cerita dan berharap lama untuk terus membaca tiba-tiba selesai begitu saja. Ya cerita berahir  serasa mengantung seolah tidak rela cerita ini sudah berahir.

Namun novel ini cukup bisa menghibur dan merindukan orang-orang jahat yang berbuat  kebaikan, tak selamanya kebaikan selalu menang, namun terkadang kejahatan bisa memenangkanya.

Profil Penulis

Review 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio
Sumber gambar dari : https://www.goodreads.com

 

Sabda Armandio Alif saat ini masih aktif menulis dan menerjemahkan cerita pendek. Tahun 2015 mulai menerbitkan novel pertamanya yang berjudul Kamu (Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya), kemudian tahun 2017 menerbitkan 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif. Saat ini masih aktif sebagai Manager Multimedia di Tirto.id.

 

Karakter, Plot, Cerita

Ketika saya sudah masuk secara mendalam ke dalam cerita dan berharap lama untuk terus membaca tiba-tiba selesai begitu saja. Ya cerita berahir  serasa mengantung seolah tidak rela cerita ini sudah berahir. Namun novel ini cukup bisa menghibur dan merindukan orang-orang jahat yang berbuat  kebaikan, tak selamanya kebaikan selalu menang, namun terkadang kejahatan bisa memenangkanya.

Tags
Show More

Budhi Sugeng

Budhi Sugeng – Lelaki generasi 80-an yang lahir di kota Jogja, merindukan hal-hal tentang masa kecil, menyukai perjalanan menuju tempat-tempat indah, kota demi kota, hutan dan gunung. Lelaki yang bercita-cita membuat rumah baca di desa kelahiran.
Suka membaca buku, apa lagi ketika hujan turun bersama secangkir kopi, suka menulis hal-hal gak jelas dibuku harian, bekerja sebagai seorang karyawan di Bekasi dan sebenarnya sudah jenuh dengan status sebagai karyawan.
Memimpikan suatu saat semua anak Indonesia mudah mengakses buku-buku berkualitas, semua anak Indonesia gemar membaca dan berpetualang. Mau chit chat langsung di Twitter: @budhisugeng, email:budhisugeng@gmail.com dan blog: www.budhisugeng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close