Teens & YA

Terlambat Untuk Membaca Review Dilan, Dia adalah Dilanku 1990

Review Oleh Ilma Ihsan Majid

Review Saya

Untuk terakhir kalinya, aku katakan bahwa novel ini layak kamu baca, malah recommend banget. Novel ini bisa dibaca oleh remaja ke atas. Jika aku konfersikan dalam bentuk bintang. Novel ini bintang 5.

Menyambut pemutaran perdana film Dilan 1990 yang akan ditayangkan serentak di bioskop mulai tanggal 25 Januari 2018 mendatang, rasanya tidak terlambat untuk membaca review Dilan, Dia adalah Dilanku 1990. Karya Pidi Baiq yang akhirnya dibuat dalam trilogi ini memang mengejutkan banyak penggemar kisah teenlit. Selama beberapa tahun memang kisah Dilan terus menjadi buruan pada pecinta genre teenlit. Sampai akhirnya tahun ini, film Dilan yang dinantikan benar-benar akan rilis di bioskop.

Review berikut ini dibuat oleh Ilma Ihsan Majid, seorang penggemar buku dan sangat suka membaca buku. Bagaimana sudut pandang kisah Dilan dari llma, berikut kisahnya:

Pertemuan Pertama dengan Dilan

Pertemuanku dengan Dilan, Dia adalah Dilanku 1990, mungkin merupakan sebuah takdir. Pertemuan yang sederhana, namun aku selalu ingat. Selepas turun dari trans Jogja dengan diiringi tetesan hujan yang menghujam aku dan kawanku masuk ke toko buku. Setelah lari sana-sini kupikir aku tak menemukan apa yang kucari, namun tiba-tiba aku berhenti tepat di depan rak best seller. Dengan tanpa malu aku mengambil buku dengan sampul biru ini, perlahan kubaca judul dan juga spoiler cerita di sampul belakang. Dan deg! Inilah yang membuatku ingin membaca novel ini, kutipan di sampul belakang novel ini membuatku memegang perut. Konyol sekali pikirku. Siapa Dilan ini? Baru beberapa baris saja sudah membuatku penasaran.

Tak diragukan lagi sih, karya dari penulis terkenal Indonesia yakni ayah kita Pidi Baiq yang menjabat sebagai Imam Besar The Panasdalam Serikat selalu menyuguhkan cerita yang beda. Novel Dilan, Dia adalah Dilanku 1990 adalah buktinya. Salah satu best seller yang digandrungi banyak remaja termasuk cowok. Bahkan saking terkenalnya cerita di novel itu, kini kisahnya diangkat untuk dijadikan film yang mungkin akan tayang tidak lama lagi.

Seperti Kisahnya?

Dilan, Dia adalah Dilanku 1990. Sama seperti karya ayah lainnya yang selalu mengangkat kisah harian dengan bumbu-bumbu khas orang Bandung. Novel ini pun sama, hanya saja entah kenapa tidak ada bosannya untuk mengingat alur cerita yang disajikan. Apakah karena tokoh? Latar cerita? Peristiwa? Atau covernya? Baiklah, saya akan membahasnya.

Cerita ini berkisah antara dua manusia yang saling jatuh cinta, walau tidak pada waktu yang sama. Dilan lebih dulu mencintai Milea, sedang Milea menyusul kemudian. Kepindahan Milea ke Bandung menjadi alasan kenapa kisah ini terjadi. Tahun 1990 Milea pindah dari Jakarta ke Bandung karena mengikuti kepindahan kerja ayahnya. Pindah rumah, pindah juga sekolah. Milea bersekolah di tempat dimana Dilan bersekolah. Pertemuan awal di pagi hari dekat pintu gerbang setelah turun dari angkot itu menjadi awal Milea selalu memikirkan Dilan. Selalu bertanya siapa Dilan itu?

Dilan nama yang baru diketahui Milea beberapa waktu kemudian. Dia adalah anak SMA yang tidak biasa. Gaya bicara yang baku dan sedikit melayu seperti Sutan Takdir Alisyahbana menjadi ciri khasnya yang selalu bisa diingat Milea. Anggota geng motor yang terkenal di Bandung dan menjabat sebagai Panglima Tempur, ya itu Dilan. Anak nakal yang tidak sombong, itulah Dilan.

“ Kamu tahu, semua siswa itu sombong. Cuma aku yang mau datang ke ruang BP nemui Suripto ” (Dilan)

Lalu bagaimana Milea bisa jatuh hati pada Dilan? Anak yang ditakuti di sekolah karena menjadi anggota geng motor? Di sinilah, novel ini akan menceritakan karakter Dilan yang membuat semua pembaca cewek menginginkan Dilan masuk ke kehidupan mereka. Caranya yang sederhana selalu bisa membuatmu untuk jatuh cinta, lagi dan lagi. Bahkan walau kau sudah memiliki pasangan, mungkin kau akan berpindah ke hati Dilan. Seperti Milea. Bagaimana bisa? Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Dilan dan Milea bersatu? Banyak sekali praduga yang akan kalian lakukan selama membaca novel ini.

Alur Cerita

Selain tokoh Dilan yang menawan hati, alur cerita yang mundur dimana Milea yang sekarang menuliskan kisahnya dengan Dilan di masa lalu benar-benar membawa kita berada di tahun 1990. Mulai dari pengenalan yang aneh, lalu masuk ke inti yang konyol dan gregetan, menuju puncak yang menguras emosi, dan di akhir cerita yang tak terduga, semuanya sama sekali tak membosankan apalagi dengan bahasa Indonesia khas logat Bandung. Cerita yang tak neko-neko hanya sekitar keseharian malah menjadi pemikat yang luar biasa. Bahkan kalian akan menjaga senyum kalian selama membaca novel ini. Kekonyolan Dilan saat bercakap dengan Milea, entah langsung atau lewat telpon. Perlakuan Dilan yang tak pernah kalian duga akan hadir di Bumi, semuanya akan memanjakanmu dari kata pertama hingga terkahir.

Bagiku ini sungguh novel yang bagus. Bahkan saya akan membacanya dalam sekali duduk bila tidak memiliki kegiatan lain. Sang penulis pintar sekali dalam membuat kita ketagihan. Dalam setiap adegan selalu disuguhkan adegan yang lucu, dan romantis yang tidak romantis, bagaimana maksudnya? Makanya bacalah. Aku yakin kalian akan selalu berpihak tentang apa yang Dilan ucapkan dan lakukan.

“ Milea. Kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore ini. Tunggu aja “ (Dilan)

“ Selamat ulang tahun milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya “ (Dilan)

Berkenalan dengan Ilma Ihsan Majid 

Nama : Ilma Ihsan Majid
Lahir di : Purworejo, 7 Juni 1995
Status : Freelance, pembaca buku
Penulis favorit : Tere Liye
Buku favorit : Ayahku (Bukan) Pembohong
Instagram : @ilma.ihsan.majid

Penggemar kisah nyata, syair, dan percakapan hidup. Juga pecandu buku gratisan.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close