Teens & YA

Review The Hate U Give Karya Angie Thomas – Belajar Ketegaran dari Starr

Review The Hate U Give

Review The Hate U Give Karya Angie Thomas – Belajar Ketegaran dari Starr. Ini adalah salah satu novel debut yang menjadi perbincangan banyak orang. Angie Thomas dengan sangat berani telah menuliskan kisah yang membuat kita mengerti apa yang terjadi dalam masalah ras kulit hitam dan kulit putih. Ini memang tidak terjadi di negara kita, tapi masalah ini sebenarnya hampir sama dengan berbagai perbedaan yang saat ini sering menjadi konflik. Ini sama sensitifnya dengan berbagai perbedaan yang membuat kita menghindari seseorang atau bahkan membencinya.

Sementara masalah sosial seperti perbedaan ras sering diangkat dalam berbagai tema novel, dan ini yang membuat The Hate U Give mampu menjadi Young Adult Bestseller selama 21 minggu berturut-turut di New York Times. Jelas ini juga mengingatkan saya dengan kisah dalam novel Small Great Things yang ditulis oleh Jodi Picoult. Larangan novel The Hate U Give juga terjadi di beberapa negara seperti di distrik Texas, dimana anak sekolah disana tidak boleh membaca karya Angie Thomas ini.

Dan sekarang novel ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tanggal 29 Januari 2018. Novel terjemahan dengan tebal 488 halaman ini layak untuk pembaca remaja muda atau dewasa berusia lebih dari 13 sampai 15 tahun. Tapi sebelum teman-teman mau baca atau tidak, coba dulu simak reviewnya ini.

Review Buku


Novel ini dengan jelas memberi kita gambaran tentang gerakan Black Lives Matter. Ini menjadi sebuah masalah yang sangat sensitif dimana kelompok kulit hitam dianggap sebagai pihak terlarang dan selalu bersalah. Ada berbagai hal yang membuat perjalanan menjadi tidak adil bagi mereka yang berkulit hitam. Sekarang semua orang sedang mendukung gerakan All Lives Matter, tapi tentu saja perkenalan dengan awal novel ini sama sekali tidak akan merubah arah dan sejarah. Kita akan menelusuri dengan jauh apa yang sebenarnya terjadi dengan Starr. Dan jujur saja, novel ini membuka pengalaman baru untuk tahu dengan berbagai kejadian ras yang mungkin selama ini tidak kita perhatikan.

Angie Thomas dengan gamblang membuat kita melihat sekilas apa yang sudah dibuat oleh rapper berkulit hitam yang lahir di New York yaitu Tupac Shakur. Judul ini diambil dari awal Thug Life yang sebenarnya berjudul “The Hate U Give Little Infants F***s Everybody.” Dan ini menjadi peringatan bahwa pembaca novel ini setidaknya sudah berusia minimal 13 tahun dengan bimbingan orang tua. Jadi jika diperhatikan lagi maka hal kritis dari Thug Life sebenarnya adalah Apa yang Anda tanam, itu adalah yang akan Anda panen, suatu saat itu akan tumbuh perlahan lalu hancur. Setidaknya seperti inilah jika Anda melihat fenomena kebencian pada kulit hitam.

Mau atau tidak mau, jika Anda sering bertemu dengan orang-orang asing yang berkulit hitam, pasti Anda juga akan sedikit merasakan sesuatu. Anda mungkin tidak benci, tapi Anda merasa sangat lain. Lihat saja, tidak semua orang Indonesia juga berkulit putih, justru kita memiliki kulit kecoklatan yang eksotis, dimana sekarang banyak remaja yang mencoba untuk memutihkan kulit. Apakah mereka juga ingin terlihat putih dan cantik? Lihat hati nurani Anda jika begitu.

Jadi yang terjadi dalam novel ini diawali oleh kisah Starr Carter, gadis berkulit hitam berumur 16 tahun yang sedang mencoba memisahkan kehidupan. Antara kehidupannya sebagai siswa berkulit hitam di sekolah menengah elit yang rata-rata berkulit putih, dan antara dirinya sendiri yang menjadi saksi pembunuhan sahabatnya. Ia berusaha menjaga semuanya tapi akhirnya dinding itu hancur.

Tumbuh dan besar di lingkungan yang dekat dengan kehidupan geng membuat Starr sangat menjaga dirinya. Ia memiliki keluarga yang cukup hangat. Ayahnya yang disebut dengan nama Big Mav memiliki dan mengoperasikan sebuah toko swalayan di pusat kota. Dan ibu Starr bekerja sebagai perawat. Starr menjadi anak sulung yang memiliki dua adik yaitu Seven dan Sekani. Keluarga Starr juga memiliki anjing peliharaan yang bernama Brickz. Dengan kehidupan keluarga seperti inilah yang membuat Starr harus mengikuti keinginan sang ibu untuk sekolah di tempat siswa menengah elit kulit putih.

Konflik dan Trauma

Apa yang membuat cerita novel ini bangkit adalah trauma yang dialami oleh Starr sebagai tokoh utama. Ia melihat teman masa kecilnya yang bernama Khalil dibunuh oleh seorang petugas berseragam polisi. Malam itu menjadi peristiwa yang tidak akan terlupakan, tapi apakah Starr memiliki cukup banyak keberanian untuk berbicara di depan juri. Semua orang menanti Starr untuk bicara, tapi hatinya mengalami dilema yang sangat berkecamuk. Lalu apakah Starr akan bicara? Anda bisa mengikuti cerita keluarga ini sampai selesai. Dan karena ini spoiler terbesar jadi saya tidak akan membahasnya disini.

Sebagai keluarga berkulit hitam, keluarga Starr telah membekali dirinya dengan berbagai hal. Termasuk pendidikan seks  ketika Ia berusia 12 tahun. Ayahnya bahkan memberikan beberapa kunci ketika bertemu dengan polisi. Jadi ini benar-benar membuat pembaca ikut merasakan kesulitan Starr sebagai gadis berkulit hitam.

Paling Menarik

Membaca sebuah kisah ras akan membuat kita membuka mata. Ada banyak perbedaan di dunia dan hal yang paling pasti dan paling dibutuhkan adalah menerima semua perbedaan itu. Tapi semua itu memang sulit, jika tidak percaya tengok sekitar Anda dan tanyakan pada hati Anda. Seberapa besar perasaan Anda untuk bisa menerima perbedaan, tanpa menghubungkan dengan rasa benci.

Apa yang paling menarik dari karya Angie Thomas adalah bagaimana tokoh seperti Starr bisa hidup dengan baik. Starr bisa menerima rasisme yang lembut dan berkembang di sekolahnya. Ia tahu apa yang dirasakan oleh teman sekolahnya. Kemudian ketika Starr pulang ke rumah dan lingkungannya maka Ia tahu bagaimana cara untuk mengendalikan diri.

Bahkan ketika Starr menghadapi kenyataan yang sangat pahit dimana ayahnya di tangkap oleh perwira polisi berkulit putih. Dengan mengiba, ayahnya memanggil penuh hormat pada perwira polisi itu. Ini sangat memalukan tapi ayah Starr juga bersikap tidak banyak.

Paling Menyakitkan

Sekali lagi novel ini benar-benar mengupas batas antara fiksi dan non fiksi. Kita tahu jika adegan-adegan seperti itu hanya terjadi dalam film. Tapi Starr menghadapinya. Banyaknya warga berkulit hitam yang dibunuh ketika mereka tidak bersalah, dan banyaknya polisi berkulit putih yang tidak bisa menjadi terdakwa pada kasus pembunuhan yang kejam.

Benang Merah


Novel ini secara dewasa mengungkap apa yang terjadi pada keluarga berkulit hitam sebagai kaum minoritas. Isinya lengkap dengan kisah keluarga, persahabatan, rasisme dan pertumbuhan. Saya peringatkan juga, sekali Anda membuka kisahnya mulai dari halaman pertama, maka Anda tidak akan sanggup untuk menundanya. Anda harus membacanya sampai selesai. Hal yang paling membuat saya salut adalah bagaimana cara novel ini diterima, padahal isinya juga sangat sensitif dan terlalu banyak hal yang mencolok. Tapi sekali lagi, saya tidak hanya memuji Angie Thomas, tapi juga pembaca di seluruh dunia yang kembali sanggup melihat perbedaan dan masalah sensitif ini.

Sinopsis

“Starr Carter, gadis kulit hitam berusia enam belas tahun, hidup di antara dua dunia berbeda. Lingkungan kumuh tempatnya lahir lalu tumbuh besar, dan SMA bergengsi di pinggiran kota tempatnya bersekolah. Keseimbangan dua dunia yang mati-matian ia jaga itu hancur berantakan ketika Starr menjadi satu-satunya saksi dari tragedi penembakan sahabatnya, Khalil, oleh seorang polisi. Padahal saat itu Khalil tidak bersenjata.

Satu-satunya yang bisa menjawab adalah Starr. Yang akan ia katakan, bukan hanya bisa menghancurkan lingkungannya. Kemungkinan besar, itu bisa membuatnya terbunuh. ”

Detail buku (Bahasa Indonesia)

Jumlah Halaman : 488

Tanggal Terbit : Jan 29, 2018

ISBN : 9786020381305

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Berat : 0.440 kg

Lebar : 13.5 cm

Panjang : 20 cm

Detail Buku (Bahasa Inggris )

Format :Paperback

Halamah : 448

Dimensi : 12.9 x 19.8 x 2.6mm

Terbit :15 Jun 2017

Publisher:  Walker Books Ltd

ISBN10 1406372153

ISBN13 9781406372151

Harga : Rp. 164.000 (Klik disini untuk ke Toko)

Karakter
Plot
Cerita

Novel ini secara dewasa mengungkap apa yang terjadi pada keluarga berkulit hitam sebagai kaum minoritas. Isinya lengkap dengan kisah keluarga, persahabatan, rasisme dan pertumbuhan. Saya peringatkan juga, sekali Anda membuka kisahnya mulai dari halaman pertama, maka Anda tidak akan sanggup untuk menundanya. Anda harus membacanya sampai selesai. Hal yang paling membuat saya salut adalah bagaimana cara novel ini diterima, padahal isinya juga sangat sensitif dan terlalu banyak hal yang mencolok. Tapi sekali lagi, saya tidak hanya memuji Angie Thomas, tapi juga pembaca di seluruh dunia yang kembali sanggup melihat perbedaan dan masalah sensitif ini.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close