Science Fiction/Sci-Fi

Review The Chemist Karya Stephenie Meyer

Review oleh Reika Dj

Review The Chemist Karya Stephenie Meyer – Sebagai mantan agen, ia menyimpan rahasia tergelap agensi yang membuatnya menjadi incaran pemerintah Amerika. Mereka ingin ia mati.

Ia hidup dalam pelarian selama hampir tiga tahun. Tak pernah menetap di tempat yang sama dan selalu bergonta-ganti nama. Satu-satunya orang yang ia percaya telah mereka bunuh. Tetapi mereka selalu gagal membunuhnya karena ia agen terbaik di bidangnya­­­-sangahli kimia.

Ketika seseorang menawarkan jalan keluar, ia sadar itulah kesempatannya untuk mengakhiri semua ini. Tetapi itu berarti ia harus menerima satu pekerjaan terakhir dari mantan atasannya. Dan ketika mempersiapkan diri menghadapi pertarungan terhebat dalam hidupnya, ia jatuh cinta pada pria yang membuat semuanya semakin rumit. Kini, ia terpaksa menggunakan bakat uniknya sebagai ahli kimia dengan cara yang tak pernah ia bayangkan.

Mantan Agen yang Ingin Memulai Kembali Hidupnya

Novel ini berpusat pada tokoh wanita yang dulunya merupakan bagian dari CIA, seorang ahli kimia di departemen tak bernama dikarenakan apa yang mereka kerjakan amat rahasia. Ia bekerja sebagai seorang ahli kimia yang membuat “ramuan ajaib.” Kebanyakan dari ramuan tersebut merupakan ramuan yang dipergunakan untuk membantu proses interogasi.

Namun, dikarenakan banyaknya rahasia yang ia ketahui, ia akhirnya menjadi ancaman bagi departemennya sendiri hingga departemen tersebut ingin melenyapkannya. Beruntungnya ia selamat dari percobaan atas pembunuhannya. Walau begitu, bukan berarti ia telah selamat. Ia terus diburu dan hidup dalam pelarian dan bersembunyi bertahun-tahun. Membuat hampir kehilangan keinginan untuk hidup bahagia dengan damai.

Si Kembar Cermin

Selain tokoh utama wanita, sang ahli kimia yang bernama lahir Juliana Foster namun lebih dikenal dengan nama Alex, ada dua tokoh utama yang juga sangat beperan dalam menjalankan cerita ini, yaitu si kembar Daniel dan Kevin Beach. Mereka merupakan saudara kembar cermin (dalam istilah medis disebut Situs Inversus), yaitu kemiripan seperti ketika bercermin, dalam artian salah satu dari mereka memiliki letak organ terbalik, sebagi contoh jantung yang berada pada sisi kanan. Dan dalam hal ini yang mengalami kelainan ini adalah Daniel Beach.

Daniel Beach merupakan seorang guru dengan kehidupan layaknya orang pada umumnya. Selain mengajar ia juga merupakan pelatih tim voli wanita di tempat ia mengajar. Bertolak belakang dengan hidupnya yang serba biasa, saudara kembarnya, Kevin Beach, juga merupakan mantan agen CIA sama seperti Alex. Hanya saja, jika Alex lebih banyak menghabiskan waktunya di laboratorium, makan Kevin merupakan agen lapangan yang sering berganti-ganti tempat tugas.

Ketiga pemeran utama ini memiliki perannya masing-masing dalam menghidupkan novel ini. Dan kombinasi dari ketiga karakter ini lah yang membuat pengalaman saya membaca novel ini terasa sangat nyata.

Plot yang Cepat, Namun Berkesan

Karena banyak adegan aksi dalam cerita ini, plot yang bermain pun kebanyakan cepat, karena menggambarkan aksi-aksi yang dilakukan oleh tokohnya. Hanya di beberapa bagian saja plot melambat karena menggambarkan perasaan tokoh. Di sini, lebih banyak bertumpu pada Alex, karena ia yang mengalami konflik batin antara berkhayal akan masa depan indah atau berpikir realistis menghadapi masalah yang ia hadapi.

Merskipun kebanyakan plot berjalan cepat, namun tak meghilangkan kesan yang ingin disampaikan dalam cerita. Semua yang digambarkan terasa cukup nyata, bahkan di beberapa bagian ketegangan yang dirasa tergambar jelas dalam benak.

Selain itu, ada beberapa hal yang terasa asing, seperti lem super untuk kulit yang jujur saja baru saat membaca novel ini saya temui, namun tak menghilangkan unsur-unsur penting dari cerita. Walaupun ada istilah-istilah yang cukup asing, tapi itu tidak membuat kita kehilangan cerita. Penulis pun menggambarkan dengan cukup baik, sehingga bisa dipahami walau tanpa dijelaskan panjang lebar.

Pengalaman Membaca yang Seru dan Menyenangkan

Saya sangat menyukai novel ini. Walaupun di bagian awal cerita plot terasa lambat dan sedikit membosankan karena banyak deskripsi, tapi novel ini menyuguhkan banyak rasa. Saya bisa merasakan sedih, marah, tegang, dan romantisme di dalamnya. Bahkan, ada nuansa komedi di sela-sela ketegangan yang disuguhkan. Meskipun terasa bertolak belakang, namun ceritanya mengalir dengan baik. Dan adegannya juga menyatu. Dalam novel bergenre science fiction, jarang saya temui unsur komedi, namun novel ini bisa menyuguhkannya dengan indah dan harmoni. Tidak ada kejanggalan dalam cara penulis menyelipkan unsur komedi dan romantisme di antara adegan yang penuh dengan ketegangan juga aksi, bahkan terasa alami dan sangat wajar.

Tokoh yang paling berkesan dalam novel ini, pemeran utama prianya, Daniel Beach. Karena tokoh ini memiliki pribadi yang positif. Cerdas, sehingga mampu berpikir jernih, walau terkadang bertindak gegabah. Tapi itu semata-mata, karena dunianya yang tiba-tiba berubah, dan tentu saja tidak mudah untuk bisa menyesuaikan diri dalam situasi yang berubah 180 derajat dalam semalam. Dan cara dia mencintai, membuat saya merasa menjadi tokoh utama wanitanya. Walau tidak merasa diri sendiri istimewa, Daniel bisa melihat sisi baik dalam diri Alex dan membuatnya merasa nyaman. Bahkan di situasi yang paling genting sekalipun.

Walaupun ada beberapa pemeran antagonis di sini, jujur, saya tidak memiliki tokoh yang tidak saya sukai dalam artian membuat saya membenci sosok tersebut. Karena masing-masing tokoh antagonis tidak terlalu memiliki peran dalam mengarahkan plot, selain menimbulkan kesulitan bagi Alex dan kawan-kawan. Mereka pun banyak muncul di beberapa bab terakhir karena memang sudah seharusnya cerita ini mengarah pada pertemuan tokoh protagonis dan antagonis.

Dan yang bisa saya ambil setelah membaca novel ini, ada beberapa hal:

  1. Seburuk apapun diri kita, akan selalu ada yang bisa menerima kita apa adanya. Karena itu, belajar lah untuk lebih menghargai dan mencintai diri sendiri.
  2. Tak perlu merasa iri dengan kehidupan orang lain. Walau terkadang hidup orang lain terlihat lebih mudah, sesunguhnya setiap manusia memiliki masalahnya masing-masing. Lagipula, akan selalu ada kemudahan di setiap kesulitan, dan akan ada kebaikan untuk semua maslah yang kita hadapi. Seperti tokoh-tokoh di dalam novel ini yang akhirnya bisa memulai kembali hidup mereka dengan damai, aman, dan tanpa perasaan was-was.

Dari lima bintang, saya ingin memberi 4.5, karena menurut saya yang kurang dari novel ini hanyalah sedikit membosankan di bagian awal, karena saya termasuk jenis pembaca yang tidak sabar menemukan ketegangan atau pemicu maslah dalam sebuah cerita. Tapi, itu wajar mengingat ketebalan dari novel ini.

Info Novel

Judul: The Chemist

Penulis: Stephenie Meyer

Jumlah halaman: 580

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 9786020377872

Lebih Dekat dengan Reika Dj

Review The Chemist Karya Stephenie MeyerReika Dj memiliki nama lengkap Resda Sri Kartika. Seorang guru yang lahir di Singkawang 27 April 1987. Perempuan lulusan dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalbar, ini sedang bermimpi menjadi penulis dan mencoba menelurkan beberapa karya, diantaranya : Antologi cerpen Jangan Ambil Suamiku, Antologi Food Flash Fiction Life Is Yummy dan Antologi Flash Fiction Dear Mantan (yang akan resmi cetak bulan Maret 2018). Sangat berharap untuk terus berkembang, menjadi lebih baik dan terus menelurkan karya tanpa merasa lelah dan menyerah. Sangat terbuka untuk berteman dengan semua pembaca dan pecinta literasi, silahkan kontak di: IG, twitter, atau wattpad di @reikamidori

Karakter
Plot
Cerita

Dari lima bintang, saya ingin memberi 4.5, karena menurut saya yang kurang dari novel ini hanyalah sedikit membosankan di bagian awal, karena saya termasuk jenis pembaca yang tidak sabar menemukan ketegangan atau pemicu maslah dalam sebuah cerita. Tapi, itu wajar mengingat ketebalan dari novel ini.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close