Romance

Review SIN Karya Faradita, God hates the sin, not the sinner

Pengulas : Ani Widihastuti / randombooks_

Review SIN Karya Faradita, God hates the sin, not the sinner – Kalimat ini berhasil memunculkan diskusi bersama teman-teman saya. Benarkah begitu? Tuhan membenci dosanya, bukan pendosanya. Hingga review ini saya tulis, masing-masing dari kami belum mendapat pencerahan. Jadi mungkin kalian berniat untuk turut serta memberikan argumen.

Ametta Rinjani

Cewek paling cantik di sekolah. Suka dugem, sombong, tidak peduli pada apapun selain dirinya sendiri. Memiliki predikat playgirl dengan mantan hampir di mana-mana. Niatnya hanya satu, membuat semua cowok bertekuk lutut di bawah kakinya, kemudian menendangnya jauh-jauh.

Raga Angkasa

Cowok pendiam yang tidak pernah suka menjadi sorotan di sekolahnya. Lebih senang menyendiri di taman belakang jika teman-teman futsalnya sedang sibuk merokok di kantin. Ia hanya punya satu tujuan, menjauh dari cewek bermasalah manapun hingga lulus.

Metta merasa menemukan mainan baru dalam penolakan Raga. Jika cowok itu menyebut dirinya adalah sumber masalah, maka dengan senang hati ia bersedia membuktikan seberapa besar masalah yang bisa ia berikan.

Judul : Sin

Penulis : Faradita

Penerbit : Kubus Media

Tahun terbit : 2017

Tebal : vi + 444 halaman

ISBN : 978-602-6731-04-3

Harga : Rp 95.000,00

“Pacaran itu… bukan Cuma buat senang-senang,tapi juga buat belajar jadi manusia yang lebih baik lagi.” Halaman 224

“Bahwa kita dilahirkan tanpa apa-apa. Tanpa hak memiliki selamanya. Kalau begitu, pantaskah jika kita mengaku kehilangan?” Halaman 427

Setting Cerita

Fokus dari novel SIN karya Faradita ini bukanlah menonjolkan sebuah tempat. Beberapa tempat yang ada hanya diceritakan sekilas dan bisa kalian temukan dengan mudah. Tak butuh imajinasi tinggi untuk membayangkannya. Sekolah, apartemen, tempat hiburan malam, studio foto, serta taman bermain yang berada di salah satu kota besar dalam negeri. Namun ada satu tempat yang berhasil menarik perhatian, tempat kegiatan illegal. Sedikit tersembunyi dari peradaban, mungkin untuk mengecoh masyarakat agar keberadaannya tetap aman.

Karakter yang Bertolak Belakang

Dua tokoh sentral dalam novel SIN Karya Faradita ini memiliki karakter yang bertolak belakang. Ametta Rinjani digambarkan sebagai cewek badgirl. Mantan segudang, arogan, clubber, pelanggar aturan kelas wahid serta sederet hal buruk lain. Bersama kedua temannya – Lala dan Stephani- mereka bagai primadona sekolah dengan prestasi memprihatinkan.

Sebaliknya, Raga Angkasa mewakili sosok goodboy. Untuk ukuran cowok, otaknya cukup cemerlang. Ia juga pengendali diri yang baik, sayang keluarga, rela berkorban, dan pribadi yang tenang. Namun dibalik sikap baiknya, siapa yang menyangka bahwa ia terlibat dalam kegiatan illegal.

Keberadaan teman-teman Raga dan juga Metta sedikit banyak membuat novel ini lebih berwarna. Obrolan khas remaja membuatku merasa kembali terlempar ke masa putih abu-abu. Anggota keluarga Raga juga turut serta dimunculkan. Sonya –adik Raga- yang kerap berhasil membuat Metta tak berkutik, hingga interaksi Raga dan sang ayah yang berhasil menumbuhkan ketegangan.

Masih ada beberapa karakter yang penulis munculkan dan saya cukup lega karena masing-masing karakter memiliki setidaknya lebih dari dua porsi. Artinya karakter yang ada tidak ditampilkan sekilas, namun memiliki andil cukup penting dalam jalannya cerita.

Baca Juga: Jarrvis Chavali Karya Ainun Nufus 

Sekilas Cerita Sin

Seperti manusia biasa yang tak luput dari dosa, begitupun Raga Angkasa. Masa depannya  telah ditentukan oleh sang ayah, bahkan sebelum ia menjalani ujian akhir, ia sudah tercatat sebagai mahasiswa salah satu universitas di London. Hal inilah yang mengharuskan Raga lulus tepat waktu dan sebisa mungkin bebas dari masalah. Bahkan ketika teman-temannya heboh membicarakan cewek kontroversial di sekolah mereka, Raga memilih diam, mengacuhkan.

Hingga pada akhirnya, semesta seolah ingin menguji Raga. Pertemuannya dengan Ametta Rinjani ternyata membawa dampak tersendiri bagi hatinya. Penolakan yang terang-terangan Raga layangkan membuat Metta merasa tertantang. Ayolah, siapa yang bisa menolak pesona Metta? Jangan ragukan tampilannya, pun harta yang melimpah. Bagi sebagian lelaki berpikiran pendek, Metta tentu mangsa empuk untuk dijadikan pacar, atau setidaknya gandengan jalan. Namun bagi Raga, Metta adalah sumber masalah. Bagaimana cewek itu berpakaian, mulutnya nyaris tanpa saringan, juga perilaku yang terlalu bebas untuk anak seusianya.

Usaha Metta tak ada habisnya hanya untuk menarik Raga mendekat. Ia semakin bersikap seenaknya ketika berhasil mengetahui satu rahasia besar dalam hidup Raga. Kesempatan ini digunakan Metta untuk memonopoli Raga. Seiring berjalannya waktu, rasa itu muncul. satu kesadaran yang telak menghantam, bahwa ada kerapuhan yang coba ditenggelamkan. Lalu bagaimana jika semesta kembali menguji? Semakin memperjelas kenyataan bahwa ada dosa besar yang tak bisa ditawar.

Plot dan Sudut Pandang

SIN merupakan novel yang awalnya ditulis di wattpad. Menggunakan sudut pandang orang ketiga serta alur dominan maju, pembaca akan diajak untuk menyelami kehidupan Metta dan Raga. Konflik yang berhasil menguras emosi dengan penempatan twist menjelang akhir. Kedua kali membaca novel ini (pertama kali baca via wattpad) saya masih bisa merasakan bagaimana emosi penulis ketika menceritakan kisah ini.

Sayangnya ada hal yang menurutku janggal. Untuk ukuran seorang pengkhianat, sosok tersebut terlalu bersih. Atau saya yang tidak mempunyai jiwa detektif sehingga kurang menyadari adanya teka-teki yang dimunculkan?

Baca Juga : Arterio by Sangaji Munkian

Gaya Penulisan

Novel remaja yang menurut saya lebih baik dibaca untuk usia 18+ ini dibalut dengan bahasa mengalir santai sehari-hari baik dialog maupun narasi. Saya menyayangkan dicetakan keempat ini, masih cukup banyak penempatan tanda baca serta huruf kapital yang kurang tepat. Adanya kalimat yang quotable di masing-masing bab sedikit menutupi kekurangan tersebut.

Ada beberapa pesan moral yang ingin penulis sampaikan, untuk jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Juga bahwa seseorang yang tulus mencinta tidak akan menuntuk pasangannya untuk berubah, namun jika itu untuk kebaikan dirinya, kenapa tidak?

Ada juga pelajaran tentang arti mengikhlaskan. Sebesar apapun usaha kita untuk mempertahankan, namun jika Tuhan tidak mengizinkan maka manusia hanya bisa iklas menerima.

Masih banyak moral yang bisa dipetik. Silakan baca dan temukan sendiri.

Baca juga:

Mengenal Faradita

SIN Karya FaraditaFaradita merupakan penulis wattpad dengan nama pena Faradisme. Telah memiliki ribuan followers baik wattpad maupun instagram. Perempuan yang telah menerbitkan beberapa karya ini seringkali mengaku sebagai penulis amatir. Merasa sangat bahagia ketika novel ini sampai di tangan visual Raga yaitu Alvaro Mel, pria berkebangsaan Spanyol.

Cari tahu karya lain penulis di wattpad @faradisme dan instagram dengan nama akun yang sama. By the way, novel yang terbit setelah ini juga nggak kalah kerennya lho. Para gadis Dewa nantikan reviewnya nanti ya.

Pengulas : Ani Widihastuti / randombooks_

SIN Karya FaraditaHai kawan. Aku Ani Widihastuti. Kerap disapa Ani. Lahir di Kebumen, 22 September 1997. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta jurusan Manajemen.

Mempunyai hobi membaca, makan dan tidur. Sesekali menulis jika sedang dalam mood baik. Bisa disapa melalui akun facebook Ani Widihastuti, Instagram @randombooks_ sebagai akun bookstagram dan instagram pribadi @andisti_

Salam bahagia semua!

Karakter
Plot
Cerita

Faradita menuliskan novel yang lengkap dengan pesan moral ketulusan, keikhlasan, dan tuntutan. Meskipun ada sedikit yang janggal tapi semua disempurnakan dengan baik...bravo Faradita

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close