Romance

Review One Little Thing Called Hope Karya Winna Efendi

Review oleh Elly Fitriani

Review One Little Thing Called Hope Karya Winna Efendi – Ini adalah novel kedua karya Winna Efendi yang saya baca. Saya suka dengan desain covernya yang kalem gitu, dan ada kesan timbul di bagian rajutannya. Dari judulnya cukup membuat penasaran juga, kira-kira seperti apa ya jalan ceritanya? Tentang harapan atau apa ya? Itu kesan yang pertama kali melintas dipikiran saya ketika membaca judulnya.

Dan tidak hanya itu, saya dibuat terkejut ketika membaca prolognya, dan menurut saya novel ini cocok untuk pembaca yang berusia 17 tahun ke atas, karena ceritanya yang agak sensitif dibicarakan, duh, jadi tambah bingung juga, kira-kira ini jalan ceritanya bagimana, namun saya putuskan untuk melanjutkan membaca, karena rasa penasaran dengan jalan ceritanya. Namun, inti tema novel ini tentang kehidupan anak remaja zaman sekarang yang dibalut dengan kisah persahabatan yang sangat kuat, dan juga tentang keluarga.

Blurb


Aeryn

Hidup Aeryn seolah nyaris sempurna. Cantik, pintar, popular. Namun, setelah kehilangan ibunya, Aeryn menyadari bahwa kebahagiaan tidak pernah berlangsung lama. Selalu ada sesuatu yang terjadi. Kehadiran Flo dan Tante Hera dalam hidupnya membuat segalanya berubah. Bagaimana ternyata tak seperti yang ia duga.

Flo

Bagi Flo, hidup adalah makanan manis, kue, tas perca dan aksesoris buatan tangan, kotak-kotak susu aneka rasa. Juga Genta dan Theo, dua cowok paling berarti baginya. Bahagianya hampir terasa lengkap ketika ia memiliki Aeryn sebagai kakak perempuan yang ia idamkan. Namun, bahagia ternyata tak seperti yang ia duga.

Ini kisah persahabatan yang tak terduga di antara orang-orang yang dipertemukan secara tak sengaja, keteguhan hati untuk bertahan pada pilihan meski itu sulit. Juga tentang cinta dan harapan yang harus dibagi dan direlakan pergi.

 

Rangkaian Cerita, Konflik, dan Karakter yang Kuat


Buku ini bercerita mengenai Aeryn dan Flo yang menjadi satu keluarga karena pernikahan ayah Aeryn dengan ibu Flo. Aeryn bersikap dingin terhadap keluarga barunya, sebab Aeryn berpendapat mengapa ayahnya dengan mudahnya menikah lagi bahkan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun setelah meninggalnya sang mama. Namun berbeda dengan Flo yang begitu bahagia memiliki keluarga baru tersebut, ia selalu menganggap Aeryn sebagai kakaknya, tidak pernah keberatan dengan sikap dingin Aeryn terhadapnya. Namun suatu hari, ada suatu kejadian yang akan membuat mereka menjadi lebih dekat, menjadi semakin kuat, tidak hanya hubungan mereka yang membaik, namun juga hubungan Aeryn dengan ayahnya, juga hubungan Aeryn dengan bunda Flo (Tante Hera).

Di novel ini terdapat beberapa konflik, seperti hubungan Aeryn dengan ayahnya, hubungan Aeryn dengan Flo, hubungan Flo dengan Theo dan Genta, situasi di sekolah Aeryn dan Flo. Namun yang menjadi konflik utama yang paling berpengaruh dengan jalan cerita ini adalah konflik antara Flo dengan salah satu sahabatnya. Saya tidak akan membocorkannya, akan tetapi konflik besar tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan Flo.

Alur cerita dari novel ini yaitu alur maju mundur namun ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana dan enak dibacanya juga tidak membosankan. Menceritakan bagaimana kisah keluarga Aeryn dan Flo masuk ke bagian konflik hingga bagaimana mereka menyelesaikannya.

Setting cerita berlangsung di beberapa tempat, yaitu rumah Aeryn yang telah menjadi rumah Aeryn dan Flo, sekolah Aeryn dan Flo, dan juga sedikit menengok masa-masa Flo, Theo dan Genta di sekolah lama Flo, rumah Theo, dan rumah Genta, serta ada beberapa tempat lainnya.

Dan untuk karakter, saya menyukai bagaimana cara penulis menjelaskan setiap karakter yang membuat pembaca dengan mudah mengenali mereka, dijelaskan secara detail dan mudah dimengerti. Namun ada beberapa karakter yang menurut saya sangat mengesankan, seperti Flo dan Theo. Mereka memiliki ciri khas yang dijelaskan oleh penulis secara rinci, mengajak pembaca berimajinasi seperti apa sosok mereka sebenarnya. Karakter Tante Hera (Bunda Flo) yang menurut saya sosok Ibu yang luar biasa, sosok Ibu yang keren, walaupun marah dan amat kecewa dengan anaknya, namun tidak pernah menunjukkan hal tersebut, dan tetap mampu bersikap dengan bijak dalam menghadapi suatu masalah.

Kesan saya setelah membaca novel ini, menurut saya novel ini sangat kental dengan unsur persahabatan, terutama persahabatan antara Flo, Genta dan Theo. Genta yang tidak pernah malu berteman dengan Flo, Theo yang tidak pernah memandang aneh segala tingkah laku Flo, sahabat yang selalu ada untuk Flo, Theo dengan segala kesabarannya dan perkataan jujurnya. Meskipun terdapat konflik dengan persahabatan mereka, yang pada akhirnya membawa perubahan besar dengan persahabatan mereka.

 

Gue masih ada di sini, kan? Ngambilin lo tisu karena lo nangis melulu, traktir lo es krim walau lo sia-siakan, dan ngajarin lo Matematika walau lo nggak bisa-bisa”.-hlm 66.

Walaupun satu orang penting dalam hidup lo menghilang, bukan berarti yang lain juga akan pergi”.-hlm 66.

“Collect moments, not things. Lost things can often be found, but lost moments will never be rediscovered”.-hlm 378

“Love isn’t an act, it’s a whole life”.-hlm 397

Kekurangan


Saya kurang merasa puas dengan endingnya, entah hanya saya yang merasa seperti itu atau mungkin juga pembaca yang lainnya. Walaupun happy ending dan ketika menjelang akhir cerita saya sudah bisa sedikit menebak endingnya, namun entahlah, saya merasa ada yang kurang saja.

Rating

Bagi saya novel ini layak dibaca, terutama untuk kalangan anak remaja, karena meskipun novel ini menceritakan suatu hal yang merupakan kesalahan remaja, namun setelah membaca keseluruhan kita akan menemukan banyak hal kisah tentang persahabatan, keluarga, dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengambil pelajaran bahwa jangan sampai kita melakukan suatu kesalahan yang fatal yang akan merusak masa depan kita. Jadi, layak rating 9.5 untuk novel ini.

 

Data Buku


Judul     : One Little Thing Called Hope

Penulis : Winna Efendi

Genre   : Novel

Harga    : Rp. 59.000,-

Penerbit: Gagas Media

Jumlah Hal : 422 halaman

ISBN      : 978-979-780-822-8

Tentang Winna Efendi

Winna Efendi sudah termasuk novelis yang mengeluarkan beberapa karya seperti : Girl meet Boy, Refrain, Happily Ever After, Remember When, Melbourne: Rewind, Tomodachi, Unforgettable, Ai, Glam Girls :Unbelievable, Truth or Dare( bersama Yoana Dianika) dan Draft 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu. Beberapa novelnya juga sudah diadaptasi ke dalam film, seperti Refrain.

Winna Efendi selalu menuliskan bahwa Ia ingin menjadi penulis seumur hidupnya. Penulis yang lahir 6 Januari 1986 ini juga sangat menyukai beberapa hal seperti membaca, menonton, dan juga menjadi freelance reporter untuk majalah.

 

Lebih Dekat dengan Elly Fitriani


Review Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau MerahElly Fitriani lahir di Lamongan 6 Februari 1997. Lulusan D2 Akademi Komunitas Negeri Lamongan, Jurusan Tehnik Informatika dan sedang menantikan masuk kuliah untuk jenjang selanjutnya. Telah menjadikan Tere Liye sebagai penulis favoritnya, tapi juga membaca karya-karya penulis lain. Menetapkan judul Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah menjadi buku favorit. Mengaku menjadi pecinta alam, penikmat senja, dan tidak lupa meluangkan waktu untuk membaca buku semua genre novel dan menonton drama Korea untuk menghilangkan penat. Bisa chit chat di Instagram nya: @fitriani_elly

Karakter
Plot
Cerita

Bagi saya novel ini layak dibaca, terutama untuk kalangan anak remaja, karena meskipun novel ini menceritakan suatu hal yang merupakan kesalahan remaja, namun setelah membaca keseluruhan kita akan menemukan banyak hal kisah tentang persahabatan, keluarga, dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengambil pelajaran bahwa jangan sampai kita melakukan suatu kesalahan yang fatal yang akan merusak masa depan kita. Jadi, layak rating 9.5 untuk novel ini.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close