Romance

Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy : Sebuah Kisah yang Tidak Mudah

Pengulas : Afifatur Rohmah

Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy : Sebuah Kisah yang Tidak Mudah  – Saya salah satu pecinta novel-novel yang ditulis oleh Kang Abik, sebutan  untuk Habiburrahman El-Shirazy, penulis novel best seller Ayat-Ayat Cinta. Bahasa dan alur ceritanya membuat saya jatuh cinta pada setiap novel yang ditulis oleh kang abik, termasuk novel Bidadari Bermata Bening. Cerita berlatar belakang pesantren dan pengetahuan agama yang dalam, membuat saya tidak mau ketinggalan untuk membaca novel Bidadari Bermata Bening.

Judul : Bidadari Bermata Bening

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit : Penerbit Republika

Tahun : April, 2017

ISBN : 9786020822648

Kisah yang Tidak Mudah : Karakter, Plot, dan Cerita

Ayna Mardeya atau Ayna memberikan contoh kehidupan bagi para wanita lewat kisah indah dan agamis dengan hafalan-hafalan yang dimilikinya, serta deretan prestasi membanggakan yang pernah diraihnya, tapi kisah cintanya dengan seorang anak kiayi pengasuh pondoknya tidak berjalan semulus prestasi yang pernah membuat heboh seisi pondok.

Perjuangan, dilema, dan keteguhan hatinya membuat para lelaki berlomba-lomba untuk mendapatkannya, tak terkecuali oleh Yoyok, anak dari orang yang sangat berpengaruh. Laki-laki berperangai buruk dan tidak mempunyai hati. Untunglah Ayna wanita yang cerdas, sehingga ia memberikan syarat yang berat bagi Yoyok, yaitu lancar membaca Al-Qur’an dan menghafal Juz Amma. Selama syarat itu belum dilakukan, maka Yoyok tidak boleh menyentuhnya, walaupun mereka telah menikah.

Gus Afif, salah satu anak dari Kiayi Sobron dan Bu Nyai Nur Fauziyah yang merupakan pengasuh pondok yang ditinggali oleh Ayna, telah menempatkan hatinya pada wanita yang mempunyai mata bening itu, harus menanggung sakitnya cinta, hingga ia harus dirawat di rumah sakit, dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dengan alasan mencari ketenangan batin.

Konflik yang ada dalam novel Bidadari Bermata Bening memang menguras air mata. Bagaimana tidak, perjuangan Ayna si bidadari bermata bening untuk lepas dari suaminya, Yoyok yang ternyata seorang koruptor, sangat menyentuh, karena ia harus meringkuk suaminya yang mengajaknya berhubungan, padahal syarat yang ia berikan belum dipenuhi. Hingga akhirnya, kisah ini bergulir dan mengantarkan Ayna bertemu dengan seorang ibu paruh baya yang menganggapnya anak. Ia dibukakan usaha roti dan mengasuh rumah singgah. Tidak behenti di situ, Ayna tidak berhenti untuk berjuang mempertahankan cinta sucinya terhadap gus Afif yang kini pergi ke kota bogor, yang ternyata itu merupakan kota yang selama ini ia tinggali.

Selain bogor, setting dalam cerita ini adalah pondok pesantren Kanzul Ulum, Jawa Tengah, di mana setelah Ayna sukses dengan usaha rotinya, ia kembali ke pondok dan merawat Bu Nyai Nur Fauziyah yang telah lemah dan sakit-sakitan karena menahan rindu dengan anaknya, Afifuddin. Dari sinilah Ayna menceritakan perjalanan hidupnya, dari awal penikahan hingga perceraian, berjualan beras di pasar, hingga kehidupannya di bogor.

Sebelum mendengar cerita Ayna, bu nyai telah melihat foto yang diduga Afif sedang berjualan roti  bertuliskan “Roti Barokah” sembari membaca Al-Qur’an, maka bu nyai semakin yakin bahwa Afif selama ini menjadi anak buah Ayna setelah Ayna menceritakan usaha rotinya di bogor, namun Ayna tak menyadarinya. Keyakinan bu nyai ternyata benar, tanpa menunggu lagi, bu nyai menyuruh Asif, kakak Afif untuk menjemput Afif di bogor.

Air mata semakin deras ketika sampai pada bagian mengharukan ini. Afif pulang dan memeluk umminya di rumah sakit, bersimpuh meminta maaf, karena selama ini ia telah meninggalkan rumah. Saat di rumah sakit itulah cinta yang selama bertahun-tahun dihalanagi berbagai kejadian akhirnya dikabulkan oleh Allah. Allah mengabulkan doa Ayna dan Afif untuk bersama, dengan al-qur’an dan cinta yang suci membuat kisah cinta mereka dicemburui oleh semua orang. Allah mempersatukan mereka dengan derai air mata bahagia.

Kata Mereka

“Novel ini mendeskripsikan dunia pesantren dan orang-orang pesantren dengan apik. Khazanah dan nilai-nilai adiluhung pesantren pun disampaikan dalam bahasa sastra yang indah. Lebih dari itu, novel ini memotivasi para santri dan generasi muda pada umumnya untuk meraih kesuksesan dengan bekerja keras, ulet, rendah hati, dan menebar kebaikan secara universal. Saya merekomendasikan novel ini dibaca semua anak muda!”  kata Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jebolan Pesantren Futuhiyyah Demak, dan Tebuireng Jombang.

“Jalinan cerita sangat memikat. Tentang kesetiaan cinta dan kesungguhan meraih cita-cita. Sarat muatan lokal. Saya sangat menyukainya. Ini novel motivasi. High recommended, kata Ummu Mada, M.Psi, Pemerhati Psikologi Remaja, Jebolan Universitas Muhammadiyah Surakarta

“Hadir di saat yang tepat. Kritik sosial yang tajam disampaikan dengan bahasa cinta yang dalam. Ini contoh bahan literasi membangun peradaban mulia. Novel Bidadari bermata bening ini, terasa begitu menyentuh dan lezat dibaca dari awal sampai akhir.”,  kata Ahmad Mujib, MA., Dosen Sejarah Peradaban Islam, Unissula Semarang

Profil Habiburrahman El Shirazy

Bidadari Bermata Bening Karya Habiburrahman El Shirazy Nama Habiburrahman El Shirazy atau lebih dikenal dengan Kang Abik memang salah satu dai, ulama, novelis dan bahkan penyair yang sangat terkenal di Indonesia. Karya-karyanya kemudian dikenal luas tidak hanya di Indonesia, tapi juga Singapura, China, Brunai, Malaysia dan negara lain. Sejak mengeluarkan novel “Ayat-ayat Cinta” yang kemudian juga diadaptasi menjadi film, karya Kang Abik sangat diperhitungkan. Dai kelahiran 30 September 1976 di Semarang ini juga terus melebarkan sayapnya melalui penulisan, profesi sutradara dan lainnya. Karya-karyanya yang lain seperti “Pudarnya Pesona Cleopatra” tahun 2005, “Ketika Cinta Berbuah Surga” tahun 2005, “Ketika Cinta Bertasbih 1” tahun 2007, “Ketika Cinta Bertasbih 2” tahun 2007, “Dalam Mihrab Cinta” tahun 2007 dan masih banyak lagi. Ini membuktikan bahwa eksistensi kang Abik dalam bangkitnya novel Islami memang sangat luar biasa.

Pengulas : Afifatur Rohmah

Afifatur Rohmah

Bernama Afifatur Rohmah lahir di Bangkalan, tanggal 07 November 1995. Saat ini sedang menggeluti dunia tulis menulis baik diterbitkan menjadi buku atau menulis artikel dan review buku secara online. Tiga buku yang sudah diterbitkan yaitu dua buku kumpulan cerpen dan satu buku kumpulan puisi. Menyusul empat buku lainnya yang sedang digarap oleh penerbit. Facebook: afifatur rohmah. Email, afifaturrohmah07@gmail.com.

Karakter
Plot
Cerita

Sebuah kisah yang membawa pembaca menerima tidak mudah tapi penuh perjuangan.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close