Non Fiksi

Kisah Jack Ma Membangun Alibaba

Dari Buku yang Ditulis oleh Duncan Clark, “Alibaba : Kerajaan Yang Dibangun Oleh Jack Ma”

Kisah Jack Ma Membangun Alibaba  – Hanya dalam waktu 1,5 dasawarsa, Jack Ma, seorang pria dengan latar belakang yang sangat sederhana dan memulai kariernya sebagai seorang guru bahasa Inggris, mendirikan Alibaba dan menjadikannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia, sebuah kerjaan bisnis e-niaga (e-commerce) yang diandalkan oleh ratusan juta rakyat Tiongkok. Pada tahun 2014, IPO Alibaba yang mencapai $25 miliar dollar itu menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah. Selain menjadi Rockefeller abad ini, seperti yang disebutkan oleh beberapa CEO dan presiden direktur di seluruh dunia, Jack juga menjadi ikon kebangkitan sektor swasta di China dan membuka pintu bagi ratusan juta konsumen kelas menengah.

Duncan Clark pertama kali bertemu dengan Jack Ma pada tahun 1999 di sebuah apartemen kecil yang sekaligus menjadi tempat Jack mendirikan Alibaba. Bermodal akses yang sangat besar terhadap setumpuk materi baru serta sejumlah wawancara eksklusif, Clark memanfaatkan pengalamannya tinggal di China selama 20 tahun serta sebagai penasihat awal bagi Alibaba demi menulis kisah sukses Alibaba yang menarik dan akurat.

Bagaimana Jack mengesampingkan latar belakangnya yang sangat sederhana dan kegagalan-kegagalan awalnya lalu sukses besar bersama Alibaba? Bagaimana ia mengalahkan pengusaha pesaingnya dari dalam negeri Tiongkok sendiri maupun Silicon Valley dengan cara yang cerdas? Bisakah Alibaba mempertahankan pangsa pasarnya yang kini mencapai 80 persen? Apakah ambisi Alibaba akan terhambat ketika mereka terjun ke dalam segmen bisnis keuangan dan hiburan? Bagaimana pandangan pemerintah China terhadap kebangkitan ini? Apakah Alibaba akan melakukan ekspansi bisnis ke negara lain, seperti Amerika Serikat misalnya?

Clark akan menjelaskan kisah sukses Alibaba dalam konteks momentum perubahan sosial dan ekonomi China, dan memberikan pandangan yang berbeda tentang sebuah raksasa bisnis. (Pengantar halaman awal buku)

Judul : Alibaba, KERAJAAN YANG DIBANGUN OLEH JACK MA

Penulis : Duncan Clark

Genre : Non Fiksi – Bisnis – Motivasi – Biografi

Alih Bahasa : Suryo Waskito

Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia

Tahun : 2017

ISBN : 978-602-04-1373-0

Harga : Rp. 94.800,-

Salah satu alasan saya membaca buku ini adalah penasaran dengan kisah Jack Ma membangun Alibaba  sebagai sebuah bisnis e-commerce. Selama ini saya sering bertanya, apakah Jack Ma benar-benar paham dengan cara menjalankan bisnis ini? Apakah Jack Ma juga tahu bagaimana teknologi bekerja juga, seperti apa latar belakang kehidupannya? Setelah menimbang-nimbang akhirnya saya benar-benar ingin membacanya.

Buku setebal 340 halaman dengan dimensi lumayan tebal dan besar ini memang layak seperti buku seri bisnis lain. Saat membuka halaman pertama saya seperti kembali ke perpustakaan dan mencari buku referensi laporan praktikum. Heheh, buat yang berlatar belakang tehnik pasti sudah pusing tujuh keliling kalau mencari buku ini.

Tidak banyak pengantar untuk buku ini. Pada halaman ketiga langsung tertulis Daftar Isi, yaitu:

Pengantar

Bab Satu              Segitiga Besi

Bab Dua               Jack Magic

Bab Tiga               Dari Murid menjadi Guru

Bab Empat          Hope dan Kunjungan ke Amerika

Bab Lima              China Terkoneksi dengan Internet

Bab Enam            Kepompong dan Kupu-kupu

Bab Tujuh            Investor : Goldman Sachs dan SoftBank

Bab Delapan       Tumbang dan Kembali ke China

Bab Sembilan     Terlahir Kembali:

Taoboo dan Kekalahan Telak eBay

Bab Sepuluh       Pertaruhan Miliaran Dolar Yahoo

Bab Sebelas        Masalah yang Memuncak

Bab Dua Belas    Ikon atau Ikaros?

*Pada bagian akhir juga berisi banyak catatan dari Duncan Clark supaya pembaca mudah menemukan runtutan peristiwa dalam kisah Jack Ma membangun Alibaba ini.

Kemudian pada lembar selanjutnya kita akan menemukan peta-peta bisnis Alibaba yang dibuat penuh dengan sentuhan seni. Duncan Clark mengatakan pada halaman ucapan terimakasih jika peta ini dibuat oleh seniman Beijing yang bernama Xiaowei Cui.

Buku bisnis ini memang memiliki materi yang cukup luas. Tapi daripada saya memaparkan per bagian, saya akan mencoba untuk mengulas pandangan saya sendiri. Karena saya juga belum memiliki latar belakang bisnis, jadi saya minta maaf jika pandangan saya terhadap buku ini masih kurang dan banyak kesalahan.

“Jack berbeda dari para miliuner bisnis internet lainnya. Ia kesulitan dalam pelajaran matematika ketika masih bersekolah dan menganggap ketidaktahuannya terhadap teknologi sebagai kebanggaan”- dari pengantar halaman xvi

Segitiga Besi dan Kehidupan Awal Alibaba

Dalam bab satu yang berjudul Segitiga Besi, kita dikenalkan dengan sebuah tonggak atau tiang utama, mengapa Alibaba masih bisa bertahan sampai saat ini. Jika Anda pernah berbelanja online, maka selain konsumen, bisnis ini juga membutuhkan bank sebagai penyalur uang untuk transaksi dan logistik untuk mengirimkan paket ke konsumen.

Dasar bisnis inilah yang akhirnya membuat Alibaba berbeda dengan pasar e-commerce lain termasuk Amazon atau eBay. Alibaba sudah merancang segitiga besi untuk menjalankan bisnis Alibaba. Tiang utama perusahaan itu adalah yang mempunyai satu sumbu untuk e-niaga, logistik dan keuangan. Alibaba adalah pasar online yang dirancang untuk untuk memberikan fasilitas kepada pedagang untuk menjual barang dagangan mereka. Tiga tiang ini sebenarnya tidak berjalan terlalu mulus, karena saat itu China sangat tertutup. Dan pesona Alibaba sekali lagi meruntuhkan pengetahuan kita bahwa negara China yang menganut paham Komunis itu bisa berkembang sangat cepat.

Jack Ma yang sekarang sangat sukses ini masih berpikir jika Alibaba sebenarnya hanya beruntung.

“Jack ingin mengatakan bahwa kesuksesan perusahaan terjadi secara kebetulan, “Alibaba mungkin saja dikenal sebagai perusahaan dengan seribu satu kesalahan.” Pada tahun-tahun awal pendiriannya, Jack menyebutkan tiga penjelasan mengapa perusahaannya dapat bertahan hidup. “Kami tidak punya uang, tidak punya teknologi, dan tidak punya rencana.” – halaman 5

Oke jadi itu kekuatan segitiga besi yang memang membuat Alibaba sebagai perusahaan e-commerce dunia yang kuat saat ini. Apapun itu saya juga memiliki pandangan lain, mengapa Alibaba benar-benar bisa sukses.

Pertama : Alibaba Muncul di Saat yang Tepat

Banyak orang bisnis yang selalu mengatakan jika waktu adalah uang, time is money. Tapi sebenarnya anggapan itu ternyata tidak sesuai dengan Alibaba. Menurut saya Alibaba memang muncul di waktu yang benar-benar tepat. Jika saat itu Alibaba tidak muncul, juga belum tentu sukses, tapi juga tidak ada jaminan gagal.

Banyak bisnis yang bisa menjadi besar atau bahkan sekelas raksasa karena kerja keras pemilik dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Sementara semua orang pasti berpikir jika bisnis yang sukses memang terpengaruh oleh dewi fortuna atau dewi keberuntungan.

Dalam buku yang ditulis oleh Duncan Clark ini, sudah dijelaskan bahwa Alibaba seperti mengenalkan budaya baru untuk masyarakat China. Yang saat itu memang sedikit berbelanja dan lebih banyak menabung. Lalu hadirnya Taobao memberikan pandangan baru kepada warga China yang saat itu masih bingung untuk mengarahkan bisnisnya. Jadi saat itu memang waktu yang benar-benar tepat untuk menggerakkan e-niaga.

Pada akhir tahun 1999 sampai awal tahun 2000-an, sudah dituliskan bahwa rata-rata masyarakat China tidak bisa merasa senang saat membelanjakan uangnya. Pasar China tidak memiliki pusat perbelanjaan, ditambah lagi pengaruh kekuasaan pemerintah yang memegang kendali penuh untuk bisnis. Saat itu pasar pengecer masih dipegang penuh oleh pemerintah. Akibatnya perusahaan ini tidak memberikan layanan yang baik dan sama sekali tidak memiliki layanan pelanggan seperti yang dimiliki Alibaba saat ini.

Lalu faktor yang lain juga terletak pada masalah tanah atau real estate. Betapa penting faktor ini untuk jalannya sebuah bisnis besar. Saat itu penjualan tanah dan semua pendapatan dari pajak serta pendapatan tanah lain masih dikuasai oleh pemerintah China. Bayangkan saja, saat itu pemerintah mengandalkan keuangan yang bersumber dari pajak tanah, pajak real estate dan semua kaitan dengan jual beli tanah atau real estate. Akhirnya pedagang akan membuang uang lebih banyak untuk menyewa bangunan, toko atau ruko. Yang artinya semua faktor ini tidak diperlukan dalam bisnis online (nggak percaya? Lihat saja pedagang online besar saja bisa jualan dari rumah, nggak perlu sewa toko di dekat jalan besar)

Taobao seperti menjadi dewa penyelamat untuk semua kondisi dan masalah itu. Taobao tidak menarik bayaran apapun kepada pedagang yang ingin berjualan dengan fitur toko di Taobao. Taobao yang online ini juga menyediakan platform untuk pedagang dan pembeli, dimana mereka bisa bernegosiasi, tawar menawar atau sekedar tanya-tanya.

Jack Ma bukan orang Cina pertama yang mengenal internet. Ia adalah orang lokal China yang tidak belajar keluar negeri. Sama seperti katak dalam tempurung, saat Jack Ma keluar dari tempurung, Ia melihat dunia yang lebih luas lagi. Saat itu tahun 1995, dimana pertama kali Jack Ma mengenali internet. Lalu Jack Ma membuat situs informasi dengan nama China Pages dan Hope Translation. Tapi ini akhirnya gagal dan Jack Ma sudah mengeluarkan banyak modal. Itulah awal mula Jack Ma akhirnya bekerja dalam bidang pemerintahan.

Empat tahun setelah itu, atau tepatnya pada tahun 1999, Alibaba berdiri. Saat itu juga menjadi waktu yang paling kritis dan mengkhawatirkan. Perkembangan internet di China semakin maju meskipun tidak lepas dari konflik. Tapi saat itu juga sudah ada tiga perusahaan internet yang dikenal luas yaitu Sina, Sohu dan NetEase. Ketiga penjaga gawang utama perusahaan ini adalah ahlinya dalam bidang tehnik dan latar belakang pendidikan tehnik yang sangat kuat.  Mereka yaitu Wang Zhidong, Charles Zhang, William Ding. Tapi Jack Ma tidak gentar dan tetap maju dengan Alibaba serta empat tahun berikutnya mendirikan Taobao.

Tapi jalan Taobao juga tidak selalu mulus. Pada tahun 2008, saat itu China terkena imbas resesi ekonomi. Taobao bertahan karena menyediakan semua kebutuhan untuk pasar lokal, menyediakan kebutuhan untuk konsumen di tanah sendiri.

Kedua : Alibaba Sukses Karena Jack Ma

Saya percaya kalau kesuksesan Alibaba memang berkat Jack ma. Alibaba membutuhkan orang seperti Jack Ma. Lain ceritanya kalau misalnya, Alibaba ternyata didirikan oleh Mark Zuckerberg, Bill Gates, Jeff Bezos atau CEO perusahaan internet lainnya. Alibaba memang membutuhkan orang seperti Jack Ma sebagai penemu dan pendirinya.

Semua ini dibuktikan oleh Duncan Clark yang menuliskan lebih banyak kepribadian Jack Ma dan bagaimana hari-hari Jack Ma saat masih kecil sampai dewasa.

Kesenian ping tan dikenalkan sebagai kesenian yang disukai oleh orang tua Jack Ma. Ini adalah sebuah kesenian yang menunjukkan nyanyian dan situasi komedi. Nah jika Anda melihat bagaimana gelagat Jack Ma sebenarnya juga hampir sama. Ia banyak berkembang dengan komunikasi humor, sindiran yang dikemas dalam komedi dan juga pidato-pidatonya. Lalu dalam berbagai kesempatan Jack Ma juga sering mengeluarkan peribahasa-peribahasa yang diambil dari penulis Jin Yong yang memang disukai Jack Ma sejak kecil.

Jack Ma yang memang sudah mempelajari bahasa Inggris sejak kecil – dengan menjadi pemandu gratis untuk turis dan imbalannya belajar bahasa Inggris – akhirnya tumbuh menjadi pengusaha besar yang berpengaruh dalam komunikasi. Ia ahli negosiasi, ahli bicara dan cakap dalam bahasa. Sekarang Jack Ma sudah bertemu dengan beberapa presiden di berbagai negara, menghadiri seminar bisnis bergengsi sampai acara bisnis yang bertaraf internasional.

Di masa sekarang, semua kemampuan ini penting untuk membuka peluang bisnis Anda.

Ketiga : China itu Beda

Ketika kita pergi ke pusat perbelanjaan, memang banyak sekali toko-toko yang menjadi ekspansi dari perusahaan asing. Anehnya banyak orang yang merasa bangga bila membeli produk dari luar negeri. Berkaca dari masalah ini ada satu kasus dimana perusahaan asing akan sulit untuk berkembang di China dan itu menjadi posisi Alibaba sebagai raja di negeri sendiri.

eBay adalah perusahaan multinasional yang sudah membidik Cina sebagai pasar besar. Sebelum melangkah lebih jauh, ternyata eBay sudah kandas ditengah jalan. eBay berpikir bahwa hanya dengan berkompromi dengan EachNet mereka akan sukses. Tapi itu tidak terjadi. eBay tidak mempercayai tim Cina dan akhirnya memindahkan kendali bisnisnya ke California. Lalu apa yang terjadi? Perbedaan waktu mengambil peran kegagalan yang serius. Pasar lokal di Cina butuh jawaban dan gerakan yang cepat.

Lalu eBay tidak bisa mengikuti keinginan konsumen Cina. Masyarakat Cina lebih senang dengan tampilan web belanja yang penuh dengan desain gambar dan multimedia. Sementara eBay mengikuti model Amerika yang dibawa ke Cina. Akhirnya itu terlihat seperti halaman kosong.

Sebelum mencapai puncak kegagalannya, eBay malah memindahkan server situs web Cina ke Amerika Serikat. Sungguh ini tindakan yang sangat bodoh. eBay ingin mempertontonkan bahwa mereka tidak percaya dengan tim lokal. Yang terjadi selanjutnya adalah eBay benar-benar henti jantung di Cina.

Setelah itu Alibaba masih menguasai pasar Cina meskipun kedatangan musuh baru, Amazon.

Keempat : Tantangan Alibaba

Jack Ma dan Alibaba selamanya tidak akan terpisahkan. Jack Ma sudah mengalami pasang surut bisnis internet sampai akhirnya menguasai pasar besar dan menjadi orang berpengaruh di Asia dan benua lainnya. Tapi sekarang teknologi semakin canggih dan Alibaba sudah lama bermasalah dengan produk palsu yang ikonik dengan Cina. Juga banyaknya pesaing-pesaing dalam bidang teknologi yang juga ingin mengalahkan Alibaba.

Berita Pensiunnya Jack Ma

Sayangnya ketika saya baru memiliki rencana untuk menuliskan artikel review ini, saya mendengar berita kalau Jack Ma akan segera pensiun. Berita yang mengejutkan pebisnis dan konsumen Alibaba di seluruh dunia ini meluncur pada tanggal 10 September 2018. Seperti biasanya Jack Ma selalu membuat strategi untuk menjawab semua rasa penasaran dunia. Karena itu Jack Ma juga sudah mengumumkan sebuah surat pensiun untuk pelanggan Alibaba, karyawan dan pemegang saham. Berikut isi suratnya.

Untuk Pelanggan Alibaba, Aliren dan Pemegang Saham

Hari ini, saat kami menandai ulang tahun Alibaba yang ke 19, saya bersemangat dan bahagia untuk berbagi berita dengan Anda semua. Dengan persetujuan dewan direksi kami, yaitu pada tanggal 10 September 2019, yang juga bertepatan pada ulang tahun Alibaba yang ke 20, CEO Grup Daniel Zhang akan menggantikan saya sebagai ketua dewan Alibaba Grup. Selama 12 bulan ke depan, saya akan tetap menjabat sebagai ketua eksekutif dan bekerjasama dengan Daniel untuk memastikan proses transisi lancar dan sukses. Setelah itu, saya akan tetap berada di dewan direksi sampai pertemuan pemegang saham tahunan Alibaba tahun 2020.

Saya telah banyak berpikir dan mempersiapkan ke dalam rencana suksesi ini selama sepuluh tahun. Saya merasa senang bisa mengumumumkan rencana ini berkat dukungan dari Alibaba Partnership dan dewan direksi kami. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada semua rekan Alibaba dan keluarga Anda, karena kepercayaan, dukungan dan usaha bersama kami selama 19 tahun terakhir telah membuat kami siap untuk hari ini dengan penuh keyakinan dan kekuatan.

Proses transisi ini telah menunjukkan bahwa Alibaba telah melangkah ke tingkat berikutnya, tata kelola perusahaan dari perusahaan yang bergantung pada individu, yang dibangun di atas sistem keungggulan organisasi dan budaya pengembangan bakat.

Saat Alibaba berdiri pada tahun 1999, tujuan kami adalah membangun sebuah perusahaan yang dapat membuat Cina dan dunia bangga dan yang dapat melintasi tiga abad hingga 102 tahun terakhir. Namun, kita semua tahu bahwa tidak mungkin ada yang dapat bertahan bersama perusahaan sampai 102 tahun. Alibaba harus dilanjutkan, harus dibangun dengan dasar tata kelola yang baik, filosofi budaya-sentris, dan konsistensi dalam mengembangkan bakat. Tidak ada perusahaan yang bisa sepenuhnya bertahan dengan mengandalkan para pendirinya. Semua orang harus tahu itu. Karena keterbatasan fisik dan energi seseorang, maka tidak ada yang dapat menjadi atau menanggung tanggung jawab ketua dan CEO perusahaan selamanya.

Akhirnya kami bertanya hal ini pada diri kami sendiri sejak 10 tahun yang lalu – bagaimana Alibaba dapat mencapai pertumbuhan yang terus menerus setelah Jack Ma meninggalkan perusahaan? Kami percaya satu-satunya cara untuk memecahkan masalah suksesi kepemimpinan perusahaan adalah dengan mengembangkan sistem kepemimpinan berdasarkan budaya dan mekanisme yang unik untuk mengembangkan bakat dan penerus yang konsisten. Selama 10 tahun terakhir ini, kamu terus mempersiapkan ini.

Setelah berlatih menjadi guru, sekarang saya merasa bangga dengan apa yang telah tercapai. Guru selalu ingin murid-muridnya melebihinya. Jadi hal yang sangat bertanggung jawab untuk saya dan perusahaan adalah membiarkan orang yang lebih muda, yang lebih berbakat untuk mengambil alih kepemimpinan sehingga mereka bisa meneruskan misi kami, “untuk memudahkan bisnis dimana saja. Menjalankan misi ini untuk membantu semua bisnis kecil, orang muda dan wanita di seluruh dunia sudah menjadi keinginan saya”. Ini bukan hanya niat sejak hari pertama kami berdiri, tetapi juga saya merasa diberkati dengan kesempatan ini. Untuk mewujudkan impian dibalik misi ini, kami membutuhkan partisipasi lebih banyak orang daripada Jack Ma dan upaya gigih dari generasi ke generasi Aliren.

Alibaba menjadi luar biasa bukan karena bisnis atau skala pencapaikan kami. Hal paling baik tentang Alibaba adalah kami datang bersama dengan misi dan visi bersama. Kami menjalin sistem kemitraan, buaya yang unik dan tim yang berbakat sebagai fondasi untuk warisan perusahaan kami. Bahkan sejak saya menyerahkan tanggung jawab CEO pada tahun 2013, perusahaan ini telah berjalan selama kurang lebih lima tahun di belakang lembaga ini.

Kami mengembangkan sistem kemitraan yang menjadi solusi kreatif untuk tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Karena untuk mengatasi berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh perusahaan berskala seperti inovasi berkelanjutan, suksesi kepemimpinan, akuntabilitas, dan budaya yang berkesinambungan. Selama bertahun-tahun dalam mengulangi model manajemen kami, kami telah mencoba dan meningkatkan keseimbangan antara sistem dan individu. Hanya dengan mengandalkan individu dan sistem secara buta tidak akan menyelesaikan masalah kita. Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang, Anda memerlukan keseimbangan antara sistem, orang dan budaya. Saya memiliki keyakinan bahwa sistem kemitraan Alibaba dan upaya untuk menjaga budaya yang sudah dijalankan, pada waktunya akan memenangkan cinta dan dukungan dari pelanggan, karyawan dan pemegang saham.

Sejak Alibaba berdiri pada tahun 1999, kami telah memiliki pandangan bahwa masa depan Alibaba akan sangat bergantung pada “kumpulan bakat” untuk memungkinan kami bisa mengulangi rencana suksesi manajemen kami. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, Alibaba saat ini menjadi kelas bakat dalam kualitas dan kuantitas. Sebagai guru saya bangga dengan tim ini, kepemimpinan kami, budaya unik yang digerakkan oleh misi kami, serta fakta bahwa kami akan terus mengembangkan pemimpin bisnis yang luar biasa dan berbakat seperti Daniel Zhang.

Daniel telah bersama Alibaba Group selama 11 tahun. Sejak Daniel menjadi CEO, dia menunjukkan bakatnya yang luar biasa, memiliki ketajaman bisnis, dan kepemimpinan yang teguh. Di bawah kepemimpinannya, Alibaba telah melihat pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan selama 13 kuartal berturut-turut. Ia memiliki pemikiran analitis yang tidak tertandingin, Ia memegang teguh visi dan misi kami, Ia menjalankan tanggung jawab dengan semangat, dan Ia memiliki keberaninan untuk berinovasi dan menguji model bisnis kreatif. Maka sudah sepatutnya, media berita bisnis China telah memberinya nama CEO Nomer 1 pada tahun 2018. Karena alasan ini, dia dan timnya telah memenangkan kepercayaan dan dukungan pelanggan, karyawan dan pemegang saham. Memulai proses meneruskan obor Alibaba kepada Danieal dan timnya adalah keputusan yang tepat di saat yang tepat, karena saya tahu mereka bahwa mereka siap, dan saya memiliki keyakinan penuh pada generasi pemimpin berikutnya.

Seperti untuk diri saya sendiri, saya memiliki banyak impian untuk dikejar. Mereka yang mengenal tahu bahwa saya tidak suka duduk berdiam diri. Saya berencana melanjutkan peran saya sebagai mitra pendiri dalam Alibaba Partnership dan berkontribusi pada kerja kemitraan. Saya juga ingin kembali ke dunia pendidikan yang membuat saya bergairah dan begitu banyak berkat karena itulah yang sebenarnya saya sukai. Dunia ini besar, luas, dan saya masih muda. Jadi saya ingin mencoba hal-hal baru – karena bagaimana jika mimpi baru bisa terjadi?

Satu hal yang bisa saya janjikan kepada semua orang : Alibaba tidak pernah tentang Jack Ma, tetapi Jack Ma selamanya akan menjadi milik Alibaba.

Penutup

Surat terbuka pengunduran diri Jack Ma seolah-olah mengembalikan kisah Jack Ma pada suatu titik yang ditulis oleh Duncan Clark pada Bab Lima, halaman 79, dengan judul “China Terkoneksi dengan Internet” yang dilengkapi dengan quotes oleh Jack Ma: “Jika industri biasa dan e-commerce bersatu, maka babak baru perkembangan ekonomi China tak akan terbendung.”

Paragraf pertama itu berkata:

Tak lama setelah kembali ke Hangzhou dari Seattle, Jack mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru di Hangzhou Institute of Electronic Engineering. Ia bertekad kariernya sebagai guru harus berakhir ketika ia bertemu dengan dekannya, yang waktu itu sedang mengayuh sepeda sambil mengangkut sayur yang baru dibeli dari pasar. Dekan tersebut menyemangati Jack untuk tetap bekerja keras sebagai guru, namun setelah melihat sepeda dan sayur itu, Jack menyadari bahwa jika kelak dia sendiri bisa menjadi dekan sekalipun, ia tidak tertarik dengan masa depan yang mungkin bisa diraihnya ini.

Akhirnya saya dan kita semua tahu, setelah jatuh bangun mendirikan Alibaba sampai pencapaian yang luar biasa ini, gairah Jack Ma tetaplah ada untuk dunia pendidikan. Sebuah kisah dan contoh luar biasa yang bisa kita lakukan juga untuk diri kita sendiri…

*Mohon maaf untuk artikel review ini yang begitu panjang dan menyita waktu teman-teman semua. Saya harap ini bermanfaat untuk semua dan diri saya sendiri dan jika tidak keberatan mari kita berbagi pendapat lewat kolom komentar dibawah ini. Terima Kasih (artrias setiawan)

Profil Penulis Duncan Clark

Kisah Jack Ma Membangun Alibaba Duncan Clark adalah mantan bankir investasi di Morgan Stanley sekaligus fasih dalam berbahasa Mandarin. Ia telah berdomisili di China selama lebih dari 20 tahun. Clark mengepalai sebuah tim beranggotakan lebih dari 100 orang di BDA China, perusahaan konsultan investasi yang ia dirikan di Beijing pada tahun 1994. Selain ahli dalam sektor bisnis internet di China, Clark juga pernah menjadi dosen tamu di Stanford University. Di sanalah Ia menyambut Jack ke atas panggung sebagai pembicara utama, bersama beberapa pemimpin perusahaan internet terbesar di China lainnya, seperti Baidu, Sina dan Tencent. (disadur dari profil penulis buku Alibaba : Kerajaan Yang Dibangun Oleh Jack Ma karya Duncan Clark)

Quote dari Buku

China berubah karena generasi 15 tahun yang lalu. Semoga 15 tahun lagi, generasi kita berhasil mengubah dunia. – Jack Ma – halaman 1

Hadirlah dengan membawa ide baru, buatlah ide itu menjadi sesuatu yang menyenangkan, lalu wujudkan ide itu agar tidak menjadi ide saja. – Jan Van der Ven – halaman 27

Jika Anda menjadi satu dari sejuta orang di China, itu artinya Anda adalah satu dari 1.300 orang. – Bill Gates – halaman 43

Ada sejuta orang di China yang ingin menjual produknya ke luar negeri, tapi mereka tidak tahu caranya. – Jack Ma – halaman 61

Jika industri biasa dan e-commerce bersatu, maka babak baru perkembangan ekonomi China tak akan terbendung. – Jack Ma – halaman 79

Alibaba mungkin dikenal sebagai bisnis “dengan 1.001 kesalahan.” Namun ada tiga alasan mengapa kami bisa bertahan: Kami tidak punya uang, tidak menguasai teknologi, dan tidak memiliki rencana. – Jack Ma – halaman 97

Internet sama seperti bir. …bagian yang enak ada di paling bawahnya. Tanpa buih, bir tidak ada rasanya dan tidak akan disukai orang. – Jack Ma – halaman 125

Bertahanlah sampai akhir.  – Jack Ma – halaman 151

Di antara beberapa bisnis terkenal di China, Ma terkenal karena komentarnya yang bombastis. Ia sering mengolok-olok eBay, sekaligus memujanya sebagai salah satu perusahaan yang ia kagumi. San Francisco Chronicle – halaman 167

Tidak ada yang bisa mengetahui masa depan. Yang bisa Anda lakukan hanya menciptakan masa depan. – Jack Ma – halaman 209

Kalau Anda mengusai penuh sebuah bisnis yang tidak bisa berjalan, berarti Anda tidak punya apa-apa. – Joe Tsai – halaman 241

Kita kalah dalam hal kapitalisme oleh para komunis. – Jon Stewart – halaman 269

Bahasa
Runtutan peristiwa dan kisah nyata

Buku ini diterjemahkan dengan sangat baik. Dari segi penulisan memang membuktikan kalau Duncan Clark juga sangat tahu sejarah Alibaba dan mengenal Jack Ma dengan baik. Sangat jujur, lugas dan sebuah buku bisnis yang nikmat dibaca.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close