Klasik

Review Cannery Row By John Steinbeck

Pengalaman Membaca Cerita Tanpa Plot Jelas

Review Cannery Row By John Steinbeck – Pengalaman Membaca Cerita Tanpa Plot Jelas. Akhir-akhir ini memang saya sulit menentukan buku apa yang mau dibaca. Penyebab pertama adalah terlalu banyak judul buku yang masuk dan semakin menemukan sulit pilihan yang tepat. Sampai beberapa kali membuka awal buku dan menyerah sebelum selesai. Akhirnya saya mencoba mencari judul yang tepat dengan suasana hati dan kondisi jadwal pekerjaan yang lain.

Dan kali ini saya tertarik untuk membaca Cannery Row yang ditulis oleh John Steinbeck. Cerita ini juga sudah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Eka Kurniawan dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Jadi jika teman-teman ingin membaca dalam edisi bahasa Indonesia, langsung saja ke toko buku terdekat ya.

Baiklah, saya sudah memberi bocoran bahwa cerita dalam karya John Steinbeck kali ini memang tidak memiliki plot yang jelas. Tapi jangan salah sangka, karena meskipun tidak memiliki plot jelas tapi cerita digambarkan sangat indah. Karena itu pada bagian akhir saya juga menyesal sambil bertanya sendiri,”mengapa cerita ini berakhir lebih cepat”. Baiklah, mati kita ulas semua cerita dalam Cannery Row By John Steinbeck.

Sinopsis

Mack dan gengnya, sekelompok pengangguran banyak akal, ingin berbuat sesuatu kepada Doc, ahli kelautan yang selalu berbuat baik kepada mereka. Ketika Doc berulang tahun, Mack dan gengnya berupaya mengadakan pesta ulang tahun sebagai kejutan. Mack dan gengnya pun melibatkan banyak warga kota Cannery Row untuk datang ke pesta ulang tahun Doc. Namun, pesta tersebut malah berubah menjadi bencana ketika tempat kerja Doc malah terbakar. Mack dan gengnya pun merasa bersalah dan berusaha memperbaiki keadaan.

Cerita Singkat

Bila kita melihat kisah cerita ini maka kita harus tahu siapa sebenarnya John Steinbeck. Karya ini termasuk salah satu karya terbaik John Steinbeck yang diakui oleh dunia, sehingga juga sudah dibuat filmnya. Penulis juga merupakan salah satu penerima Nobel Sastra jadi tidak perlu ragu lagi untuk membaca cerita ini.

Novel yang sangat ringkas ini sebenarnya di terbitkan sejak tahun 1945 dan terus mendapatkan pengakuan dari pecinta sastra di seluruh dunia. Bahkan sampai saat ini, karya novel singkat ini masih tidak bisa dikalahkan dengan novel sastra lain.

Jadi cerita ini mengangkat sebuah kehidupan di jalur Cannery Row, Monterey. Komunitas yang tinggal di kawasan ini digambarkan sangat lengkap. Mulai dari beberapa tokoh yang hidup sangat kaya, orang-orang yang tidak memiliki banyak uang namun tetap bahagia dan berusaha hidup dengan wajar, juga karakter yang bernama Mack dan gengnya. Gambaran karakter sangat indah karena semua orang terlihat memiliki hati yang sangat baik, selalu ada kisah persahabatan yang manis. Dan setiap karakter berusaha mencari kebahagian dengan cara sendiri – sendiri meskipun hidup dalam kondisi yang sederhana.

Plot Cerita

Sudah saya katakan dari awal bahwa jika Anda mencari plot yang rumit atau ringkas, mungkin juga tidak akan bertemu. Semakin banyak menghabiskan lembaran cerita, maka kita akan tahu bahwa novel pendek ini sama sekali tidak memikirkan tentang plot. Mungkin inilah yang membuat karya ini menjadi salah satu novel yang paling sering dibicarakan di berbagai acara sastra.

Mengapa cerita ini tidak membutuhkan plot? Steinbeck berusaha membawa semua pembaca untuk tahu kemana harus berpikir setelah menyelesaikan halaman pertama. Penulis membuat cerita semakin indah dan dalam. Jadi akhirnya semua cerita dalam kisah ini menjadi sangat menarik, lucu, menyentuh perasaan dan tidak memaksa. Anda bisa merasakan bahwa penulis ingin mendorong pembaca untuk terus merasa penasaran sampai halaman akhir.

Setting Cerita

Cannery Row menjadi salah satu lokasi yang sangat indah dalam cerita ini. Penulis berhasil membawa pembaca membayangkan apa yang terjadi di masa lalu dan perubahan yang terjadi saat ini. Anda bisa mencari petunjuk bagaimana gambaran Cannery Row pada tahun 1945 dan tahun ini. Hal yang menarik tentang cara John Steinbeck menggambarkan lokasi cerita adalah dibuat menjadi sangat jelas. Kita bisa membayangkan ada dijalan apa sebuah peristiwa terjadi, rumah milik karakter Doc. Pada beberapa bagian cerita akhirnya saya bisa merasa tempat mana yang ingin saya datangi untuk bertemu tokohnya.

Karakter Cerita

Meskipun karya ini dijelaskan tidak memiliki plot yang jelas, tapi karakter yang diciptakan oleh penulis memang sangat menarik. Jadi siapa saja penghuni cerita? Saya coba jelaskan singkat ya…

Lee Chong : dia adalah pemilik toko kelontong yang menjalankan toko dengan sepenuh hati. Namun orang –orang di daerah ini sering menukar benda mereka dengan barang dagangannya. Dan untungnya cara ini bisa bekerja untuk toko Lee Chong. (ya, semacam kalau kita nonton film-film coboy di masa lalu deh)

Mack dan anggota gengnya: sekumpulan orang-orang yang sangat suka bermain karena tidak memiliki pekerjaan. Tapi sangat ingin berbuat baik dan menjadi sedikit terkenal.

Doc : Sekali lagi, ini tokoh yang selalu disebutkan dalam sinopsis. Ia bekerja sebagai ahli biologi kelautan. Tapi hidupnya sangat dekat dengan karya sastra dan alunan musik. Di daerah tersebut, Doc menjadi penduduk favorit sehingga tidak ada karakter yang membencinya.

Dan masih banyak karakter lain yang selalu digambarkan memiliki peran dalam cerita (maaf ya, saya nggak bisa bahas semua karakter, karena nanti takut cerita mudah ditebak dan dibayangkan untuk yang belum baca karya ini)

Pesan Penting

Sebuah komunitas yang tinggal dalam wilayah tertentu biasanya juga menerima ancaman dan hal yang mengerikan. Tapi lewat karakter yang diceritakan kita bisa tahu bahwa tidak ada kehidupan yang sempurna. Beberapa karakter ingin menjadi manusia yang baik, jujur dan menyayangi. Tapi beberapa karakter juga bisa bersikap jahat, egois, tidak jujur, serakah dan sifat buruk yang lain. Ini membuat saya mengerti bahwa dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berbeda, beda karakter dan beda sifat. Salah satu sifat yang indah adalah jika kita bisa menerima semua hal tanpa perlu membuat konflik yang lebih buruk.

Perasaan Saya

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah setting cerita yang sangat jelas dan terang. Bahasa yang sangat menawan dan sedikit humor yang bisa membantu pembaca melepaskan stres. Dan tambahan sifat karakter yang berhati nyaman, hangat dan mendukung juga mempengaruhi pikiran pembaca. Benar-benar cerita dalam buku ini bisa membuat pembaca melupakan pikiran lain dan hanya ingin menghabiskan waktu untuk meneruskan cerita ini. Sampai pada akhirnya saya merasa menyesal karena cerita berakhir dengan cepat. Kenapa ya, John Steinbeck tidak membuat novel ini menjadi lebih panjang? Ah, barangkali Ia memang ingin meninggalkan kesan untuk semua pembaca di seluruh dunia.

Rekomendasi

Saya sarankan membaca cerita ini jika Anda merasa penat dengan beberapa pilihan buku yang monoton. Atau Anda merasa kehilangan makna dari cerita-cerita buku yang terus mengangkat tema romansa. Beberapa karya lain John Steinbeck juga cukup menarik. Tapi Cannery Row, tetap menjadi favorit saya.

** Tambahan

Sejarah Cannery Row Monterey, California

Ketika membaca Cannery Row karya John Steinbeck, ingatan saya kembali ke sebuah perusahaan pengalengan ikan tuna dan sarden di kawasan Muncar, Banyuwangi, tahun 2005. Sampai saat ini, kawasan Muncar memang masih menjadi pusat industri pengalengan ikan di Indonesia. Ada banyak perusahaan pengalengan ikan berjejer dan tepat di balik perusahaan ada deretan pantai-pantai yang indah dengan air yang biru dan jernih. Saya bisa menceritakan ini karena saya pernah observasi di daerah ini selama dua bulan. Tepatnya di sebuah perusahaan pengalengan ikan tuna khusus untuk pasar ekspor. Awal tahun 2018 ini saya sempat melakukan perjalanan ke kawasan ini dan masih banyak perusahaan pengalengan ikan. Perubahan yang terjadi adalah akses jalan yang lebih bagus dan pantai-pantainya semakin indah.

Tapi apa yang terbayang jika Anda masuk ke kawasan pengalengan ikan? Hari pertama saya tidak tahan untuk muntah dan pusing. Bau ikan dimana-mana, bahkan semua baju saya jadi bau ikan. Mau dicuci pakai detergen apapun, bau ikan tidak akan hilang. Ketika keluar kamar penginapan, maka udara pertama yang masuk ke hidung juga bau ikan. Tapi semakin lama di daerah ini saya semakin betah. Penduduk yang ramah, kehidupan yang menyenangkan, bekerja, ingin sukses dan kisah bakar ikan dengan penduduk saat malam hari.

Tapi apa hubungannya dengan karya Cannery Row ini? Jika Anda mencari informasi tentang Cannery Row maka yang muncul bukan hanya buku ini saja.

Dalam sejarahnya, pada tahun 1958 sebuah tempat yang bernama Ocean View Avenue dirubah menjadi Canerry Row oleh pemerintah setempat. Tujuan utamanya adalah untuk menghormati novel pendek karya John Steinbeck yang semakin terkenal. Pada bagian bukunya John Steinbeck sudah menggambarkan bahwa kawasan ini sedikit kumuh, penduduk yang ramah dan nyaman, bau ikan, bau karat, rumah-rumah kayu yang mulai lapuk, bau ikan sarden, bau masakan ikan dala kaleng, kerang, penduduk yang berbelanja, restoran, laboratorim perikanan. Ah,,, membayangkan kembali cerita ini membuat saya benar-benar ingin kembali mengunjungi Muncar. Sayang pada saat perjalanan kemarin saya hanya lewat dan masuk ke daerah – daerah tanpa berhenti sama sekali.

Wilayah yang terletak di sepanjang pantai Northern California memiliki pemandangan yang sangat indah. Batu-batu berjajar sebagai pemecah ombak karena pantai ini terkenal dengan ombak yang sangat keras. Ocean View Avenue adalah sebuah gudang pengalengan ikan pertama yang dibuka pada tahun 1902 di kawasan ini. Ini adalah tahun yang sama ketika penulis Cannery Row lahir. Jadi jangan diragukan lagi bagaimana John Steinbeck memberikan gambaran dalam novel pendek ini. Gudang pengalengan ikan ini semakin maju ketika hasil ikan sarden dan salmon dari nelayan setempat semakin melimpah.

Akhirnya semakin banyak perusahaan lain  membuka bisnis pengalengan. Bagian yang khas adalah semua perusahaan memiliki bel tanda masuk kerja yang berbeda-beda. Saat mulai jam masuk kerja maka ada bunyi-bunyi yang khas. Bel ini juga saya dengar waktu masih observasi perusahaan pengalengan ikan di Muncar, jadi saya benar-benar menemukan kesamaan tempat ini.

Kondisi Cannery Row sekarang sudah banyak berubah namun di beberapa tempat masih di pertahankan. Di sepanjang jalan Anda bisa bertemu dengan penduduk lokal dan turis-turis yang ingin menikmati waktu liburan mereka. Semua bangunan dibuat sejajar dengan garis pantai yang hanya berjarak beberapa meter saja. Di sepanjang tepi pantai Anda juga bisa bertemu dengan rombongan burung camar tapi biasanya burung ini tidak terlalu suka di dekati manusia.

Review Saya

Hal yang paling menarik dari cerita ini adalah setting cerita yang sangat jelas dan terang. Bahasa yang sangat menawan dan sedikit humor yang bisa membantu pembaca melepaskan stres. Dan tambahan sifat karakter yang berhati nyaman, hangat dan mendukung juga mempengaruhi pikiran pembaca. Benar-benar cerita dalam buku ini bisa membuat pembaca melupakan pikiran lain dan hanya ingin menghabiskan waktu untuk meneruskan cerita ini. Sampai pada akhirnya saya merasa menyesal karena cerita berakhir dengan cepat. Kenapa ya, John Steinbeck tidak membuat novel ini menjadi lebih panjang? Ah, barangkali Ia memang ingin meninggalkan kesan untuk semua pembaca di seluruh dunia.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close