Klasik

Review Animal Farm Karya George Orwell – Ketika Binatang Ingin Sebuah Kebebasan

Review Oleh Budhi Sugeng

Review Animal Farm Karya George Orwell – Ketika Binatang Ingin Sebuah Kebebasan – Mimpi untuk terbebas dari belenggu penderitaan, ingin bebas merdeka adalah impian setiap manusia ketika kebebasannya terbungkam oleh aturan dan teror. Belenggu yang membawa pada satu nasib, persamaan gagasan untuk mengakhiri semuanya, mengubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya itulah impian orang-orang yang terbungkam karena satu sistem pemerintahan.

Tak terkecuali pada dunia binatang yang menjadi tokoh pada novel yang berjudul Animal Farm karya Gorge Orwell. Novel ini berkisah tentang pemberontakan dan kehidupan setelahnya di peternakan manor milik pak Jones.

Kehidupan peternakan seperti biasa berjalan seperti apa adanya, para binatangpun menjalani kehidupan sehari-hari tanpa banyak mengeluh. Namun ada perasaan gundah ketika si tua Major babi yang dihormati di peternakan mengungkapkan mimpinya yang selama ini ingin ia sampaikan ke seluruh binatang di peternakan manor.

Mimpi seekor babi tua akan kebebasan, mengurus urusan peternakan secara mandiri, tanpa kekangan dan bebas merdeka dalam  mengatur kehidupanya. Mimpi-mimpi itu ia ungkapkan di depan semua warga peternakan membuat sebagian binatang merenungkan tentang gagasan tersebut.

Tersebutlah Snowball dan Napoleon  babi cerdas dan berpengaruh yang meneruskan gagasan si tua Major untuk  mewujudkan mimpi akan sebuah kebebasan. Hingga suatu hari terjadilah pemberontakan warga peternakan terhadap pemiliknya pak Jones.

Namun apakah setelah pemberontakan nasib mereka menjadi lebih baik???

Animal Farm menghadirkan cerita yang menarik, konflik demi konflik, perebutan kekuasaan, pemberontakan, propaganda untuk melanggengkan kekuasaan, dualisme kepemimpinan yang berakhir satu harus disingkirkan, dan melencengnya tujuan awal dari sebuah mimpi tentang demokrasi menjadi tirani. Membaca animal farm sedikit banyak belajar tentang kehidupan berpolitik terutama tentang sistem totaliter yang menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan, propaganda dukungan tentang pemimpin.

Disatu sisi mereka yang semula berjuang bersama tersisih bahkan menjadi musuh yang harus disingkirkan, hal ini terjadi pada tokoh Snowball yang berjuang sepenuh hati untuk sebuah kebebasan.

Revolusi tidak serta merta membuat nasib mereka berubah, sebagian binatang mempertanyakan nasibnya atas kepemimpinan baru, namun aturan-aturan tegas, terror, dan ancaman membuat mereka mengutuki nasibnya kembali,sebagian tersadar kehidupan tak lebih baik sebelum pemberontakan.

George Onwell mampu menghasilkan cerita yang sederhana namun sarat akan makna  tentang kehidupan dalam satu pemerintahan beserta konflik yang berada di dalamnya. Lebih dalam lagi bahwa novel ini merupakan novel alegori politik pada masa perang dunia ke-2 sebagai satire atas pemeritahan totaliterisme Uni sovet.

Menarik untuk dibaca, karena cerita dalam Animal Farm  masih relevan dengan kehidupan berpolitik saat ini terutama bagi negara-negara yang menganut sistem pemerintahan yang totaliter

Dan ahirnya setelah membaca Animal Farm ingatanku melayang pada masa lampau, masa pemerintahan sebelum reformasi  ketika Jendral selama 32 tahun berkuasa dimana kebebasan berpendapat tidak sebebas saat ini.

“Semua binatang setara, tetapi beberapa binatang lebih setara dari pada yang lain” Camkan itu kamerad..!!!!

Lebih Dekat dengan Budhi Sugeng

Review Animal Farm Karya George Orwell

Budhi Sugeng – Lelaki generasi 80-an yang lahir di kota Jogja, merindukan hal-hal tentang  masa kecil, menyukai perjalanan menuju tempat-tempat indah, kota demi kota, hutan dan gunung. Lelaki yang bercita-cita membuat rumah baca di desa kelahiran.

Suka membaca buku, apa lagi ketika hujan turun bersama secangkir kopi, suka menulis hal-hal gak jelas dibuku harian, bekerja sebagai seorang karyawan di Bekasi dan sebenarnya sudah jenuh dengan status sebagai karyawan.

Memimpikan suatu saat semua anak Indonesia mudah mengakses buku-buku berkualitas, semua anak Indonesia gemar membaca dan berpetualang. Mau chit chat langsung di Twitter: @budhisugeng, email:budhisugeng@gmail.com dan blog: www.budhisugeng.com

Karakter
Plot
Cerita

Menarik untuk dibaca, karena cerita dalam Animal Farm  masih relevan dengan kehidupan berpolitik saat ini terutama bagi negara-negara yang menganut sistem pemerintahan yang totaliter Dan ahirnya setelah membaca Animal Farm ingatanku melayang pada masa lampau, masa pemerintahan sebelum reformasi  ketika Jendral selama 32 tahun berkuasa dimana kebebasan berpendapat tidak sebebas saat ini.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close