Klasik

Berpetualang ke Laut Bersama The Old Man And The Sea Karya Ernest Hemingway

Review oleh Budhi Sugeng

Berpetualang ke Laut Bersama The Old Man And The Sea Karya Ernest Hemingway  – Sudah banyak penikmat buku yang mereview karya sastra klasik ini, dan semuanya memberikan pujian dan poin sempurna untuk novel The Old Man And The Sea karya Ernest Hemingway.

The Old Man And The Sea berkisah tentang seorang nelayan tua bernama Santiago, nelayan berpengalaman yang  mendapatkan julukan Salao yaitu bentuk terburuk dari ketidak beruntungan, karena selama delapun puluh empat hari ia tidak mendapatkan seekor ikanpun. Ia bersahabat dengan Manolin bocah laki-laki kecil yang sering membantunya, namun kemudian Manolin dilarang oleh ayahnya untuk ikut berlayar mencari ikan bersama Santiago, ayahnya menyarankan untuk mencari ikan bersama nelayan-nelayan lain yang lebih beruntung dari Santiago.

Pada hari kedelapan puluh lima Ia berlayar sendiri ke Gulf Stream, yang terletak di Samudra Atlantik dan di sanalah Ia berhari-hari berjibaku dan mendapatkan ikan marlin raksasa.

Membaca The Old Man And The Sea kita dihadapkan pada sikap optimis dalam menggapai sebuah mimpi, tekad yang kuat, kesabaran dan sebuah perjuangan untuk selalu bertahan hidup. Ernest Hemingway menyajikan cerita yang menarik, mengajarkan kita betapa kesabaran, tekad, pasrah dan terus berusaha merupakan satu kesatuan ketika menjalani kehidupan.

“Ia memang hebat dimalam hari, dan akan aku tunjukkan padanya bahwa aku sama hebatnya” hal:94

Ernest Hemingway membawa kita berpetualang di tengah lautan, merasakan ganasnya pergulatan dengan ikan marlin raksasa dan bertarung menaklukan rasa kesepian, ketakutan dan ikut  merasakan gejolak batin seorang Santiago.

“Aku seorang lelaki tua yang kelelahan. Tapi aku telah berhasil membunuh ikan yang merupakan saudaraku. Sekarang aku harus melakukan budak.” hal: 122

Pertarungan dan petualangan belum berakhir manakala ikan marlin raksasa telah ia taklukan. Beberapa hari setelahnya ia harus bertarung melawan hiu-hiu yang muncul dan mencuri daging ikan marlinnya

 “Tapi lelaki tak diciptakan untuk kalah” katanya. “Seorang lelaki bisa dihancurkan tapi tidak bisa dikalahkan.” hal:133

Daging ikan marlin yang semula untuh berlahan mulai berkurang, hiu-hiu sukses mencurinya walaupun harus bertaruh dengan tikaman tombak satiago. Ia merasa begitu bersalah melihat ikan marlin yang malang. “Maafkan aku pergi terlalu jauh “katanya.

Pertarungan dengan hiu-hiu menghabiskan tombak dan senjata yang ia miliki, hiu-hiu itu merampok daging ikan marlin raksasa hingga tak ada lagi yang bisa dimakan, tinggal menyisakan rangka ikan marlin raksasa.

Ia tahu ahirnya ia terkalahkan

Kehangatan orang-orang di kampung nelayan yang ia rindukan, terutama Manolin yang mampu mengobati rasa lelahnya yang selama ini ia rasakan.

Efek Novel untuk Pembaca

Menakjubkan,  hal ini yang saya rasakan setelah selesai membaca novel ini, alur cerita yang sederhana dan tidak begitu rumit dan  menyuguhkan sebuah petualangan seru , banyak pelajaran hidup di dalamnya terutama sikap untuk terus berjuang, kesabaran menghadapi kesulitan, keiklasan dan tentunya sebuah pelajaran hidup yang berharga, walaupun dalam novel ini minus tokoh hanya Santiago dan manolin yang ditampilkan.

Sebuah arti kehangatan akan sebuah persahabatan bersama orang-orang sekitar yang pada ahirnya mengakui kehebatan seorang nelayan tua bernama Santiago.

Bagi saya novel The Old Man And The Sea ini sungguh menginspirasi untuk terus berjuang, berpetualang dengan penuh kesabaran dan keiklasan.

Tak salah rasanya novel fenomenal karya Ernest Hemingway ini mendapatkan penghargaan Pulitzer prize pada tahun 1952 dan ditahun 1954 ia mendapatkan nobel prize dalam bidang sastra.  Sebuah penghargaan yang memang seharusnya diterima.@genk

Lebih Dekat dengan Budhi Sugeng

Review Animal Farm Karya George OrwellBudhi Sugeng – Lelaki generasi 80-an yang lahir di kota Jogja, merindukan hal-hal tentang  masa kecil, menyukai perjalanan menuju tempat-tempat indah, kota demi kota, hutan dan gunung. Lelaki yang bercita-cita membuat rumah baca di desa kelahiran.

Suka membaca buku, apa lagi ketika hujan turun bersama secangkir kopi, suka menulis hal-hal gak jelas dibuku harian, bekerja sebagai seorang karyawan di Bekasi dan sebenarnya sudah jenuh dengan status sebagai karyawan.

Memimpikan suatu saat semua anak Indonesia mudah mengakses buku-buku berkualitas, semua anak Indonesia gemar membaca dan berpetualang. Mau chit chat langsung di Twitter: @budhisugeng, email:budhisugeng@gmail.com dan blog: www.budhisugeng.com

Karakter
Plot
Cerita

Bagi saya novel The Old Man And The Sea ini sungguh menginspirasi untuk terus berjuang, berpetualang dengan penuh kesabaran dan keiklasan. Tak salah rasanya novel fenomenal karya Ernest Hemingway ini mendapatkan penghargaan Pulitzer prize pada tahun 1952 dan ditahun 1954 ia mendapatkan nobel prize dalam bidang sastra.  Sebuah penghargaan yang memang seharusnya diterima.@genk

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close