Teens & YA

Words In Deep Blue Karya Cath Crowley

Menelusuri Jejak Dalam Lembaran Kertas

Words In Deep Blue Karya Cath Crowley : Menelusuri Jejak Dalam Lembaran Kertas – Ide untuk menggunakan buku atau perpustakaan sebagai konsep utama dalam cerita memang sudah sering ditemukan. Tapi menulusuri kisah-kisah lewat lembaran kertas dalam sebuah buku di toko buku, bisa jadi ide yang luar biasa. Kisah ini dituliskan oleh Cath Crowley dengan sangat indah. Membuat pembaca ingin masuk ke toko buku yang hampir dijual dan gagal. Membuat pembaca ingin menemukan tulisan-tulisan yang diijinkan di lembaran kertas buku. Ah,,,tentu saja di dunia nyata pasti sulit terjadi. Bayangkan saja jika kita masuk ke toko buku, membaca buku yang segelnya sudah dibuka dan menulis pesan di sana. Sudah pasti,,,langsung dipanggil petugas toko.

Ada banyak hal-hal menarik dari Words In Deep Blue yang juga seperti judulnya itu sendiri. Cath Crowley menciptakan sebuah ide cerita dengan latar belakang toko buku yang hampir dijual dan gagal. Ada banyak referensi buku dalam cerita ini, termasuk juga konsep cerita klasik. Dan itu sesuai dengan gambaran sebuah toko buku klasik yang membuat pembaca ingin terjun ke model toko buku seperti ini.

Dua karakter dalam buku ini yang menjadi tokoh utama yaitu Henry Jones dan Rachel Sweetie diciptakan sebagai generasi pembaca buku. Dialog dua karakter ini memiliki peran sebagai mantan sahabat dan kemudian menjadi teman lalu ada banyak rasa canggung di dalamnya. Henry menjadi tokoh yang cukup lucu dan menggemaskan. Lalu ketika Rachel mengalami depresi setelah saudara laki-lakinya meninggal dunia, menjadi waktu untuk bangkit lagi.

Pada akhirnya dua tokoh ini mampu mengolah rasa setelah mengalami kesedihan, kehilangan, dan depresi. Tapi membaca buku menjadi obat yang membuat hubungan dua karakter membaik. Tapi adanya unsur cinta segitiga dalam cerita memang wajar juga. Semua penulis pasti akan memasukkan keadaan ini.

Penulis Words In Deep Blue, Cath Crowley adalah seorang yang ahli dalam menggambarkan karakter, mengembangkan unsur cerita yang berubah menjadi magis, dan membuat harapan untuk pembaca bahwa jalan cerita pasti akan baik-baik saja.

Ide dan setting dalam cerita sudah pasti disukai oleh pembaca. Siapa yang tidak ingin masuk ke dalam model toko buku atau semacam perpustakaan yang menyediakan tempat curhat untuk pembacanya. Uhh,,saya juga mau masuk ke tempat semacam ini. Terakhir,,,buku ini layak untuk teman ngopi atau ngeteh di saat musim hujan seperti ini.

Judul    : Words In Deep Blue

Penulis : Cath Crowley

Penerjemah :Orinthia Lee

Penyunting :Yuli Pritania

Penerbit : Noura Publishing

Genre   : Fiksi Remaja (YA/Teens)

ISBN      : 978-602-385-427-1

Harga    : Rp.78.000,-

Penghargaan

Winner for Gold Inky Award 2017.

Winner for Indie Book Awards Young Adult 2017.

Runner-up for CBCA Book of the Year for Older Readers 2017.

Winner for Prime Minister’s Literary Award for Young Adult Fiction 2017.

Short-listed for ABIA Book of the Year for Older Children 2017.

Blurb

“Cinta hidup di antara barisan kata-kata.”

Ini adalah sebuah kisah cinta.

Kisah tentang sebuah toko buku yang menyediakan ruangan khusus bagi para pengunjung untuk menuliskan pesan pada pinggiran kosong halaman buku yang mereka baca, entah untuk orang asing, teman, ataupun kekasih. Kisah tentang Henry Jones dan Rachel Sweetie, sepasang sahabat yang terpisah dan bertemu kembali. Mereka menyusuri kata-kata yang tertinggal pada lembaran usang buku-buku bekas. Kata-kata yang penuh kenangan dan kebahagiaan. Kata-kata yang penuh ketidakpastian dan kesedihan.

Kata-kata yang dulu diabaikan Henry Jones dan membuat Rachel Sweetie patah hati.

Profil Penulis Cath Crowley

Cath Crowley Lahir pada tahun 1971 dan sekarang menetap di Melbourne, Australia. Pada tahun 2011 menerima sebuah penghargaan bidang literatur yaitu Prime Minister’s Literary Award for Young Adult Fiction berkat novelnya yang berjudul Grafitti Moon. Novel ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Under the Blue Moon. Words in Deep Blue telah menjadi pemenang beberapa ajang penghargaan (seperti yang sudah disebutkan di atas). Selain menulis, Cath Crowley juga menjadi guru paruh waktu dan sangat ramah untuk menerima banyak diskusi dari penggemar.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan menyukai perjalanan. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close