Romance

Memoirs Of A Geisha Karya Arthur Golden : Biografi Geisha Dalam Novel  

Memoirs Of A Geisha Karya Arthur Golden : Antara Novel Dan Biografi. Memoar Seorang Geisha mengajak kita memasuki dunia geisha yang penuh dengan rahasia, dunia di mana penampilan sangatlah penting; dimana keperawanan seorang gadis dilelang kepada penawar tertinggi; dimana perempuan-perempuan dilatih untuk memikat laki-laki paling berkuasa; dan dimana cinta dicemooh sebagai ilusi belaka.

Kisah Sayuri bermula di desa nelayan miskin pada tahun 1929, ketika sebagai anak perempuan berusia sembilan tahun, dengan mata biru-kelabu yang luar biasa, dia dijual ke sebuah rumah geisha terkenal. Tidak tahan dengan kehidupan di rumah itu, dia berusaha melarikan diri. Tindakan itu membuat dia terancam menjadi pelayan seumur hidup. Saat meratapi nasibnya di tepi sungai Shirakawa, dia bertemu Iwamura Ken. Di luar kebiasaa, pria terhormat ini mendekati dan menghiburnya. Saat itulah Sayuri bertekad akan menjadi geisha, hanya demi mendapat kesempatan bertemu lagi dengan pria itu suatu hari nanti.

Melalui Sayuri, kita menyaksikan suka-duka wanita yang mempelajari seni geisha yang berat; menari dan menyanyi; memakai kimono, make up tebal, dan dandanan rambut yang rumit; menuang sake dengan cara sesensual mungkin; bersaing dengan sesama geisha memperebutkan pria-pria dan kekayaan mereka. Namun ketika Perang Dunia II meletus, dan rumah-rumah geisha terpaksa ditutup, Sayuri, dengan sedikit uang, dan lebih sedikit lagi makanan, harus mulai lagi dari awal untuk menemukan kebebasan yang langka dengan cara-caranya sendiri.

Judul : Memoirs Of A Geisha ( Memoar Seorang Geisha)

Penulis : Arthur Golden

Genre : Novel Dewasa

Alih Bahasa : Listiana Srisanti

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun : 13 Maret 2017

ISBN : 978-602-033-7692

Harga : Rp. 98.000,-

Mendengar judul novel Memoirs Of A Geisha Karya Arthur Golden, tentu sudah banyak yang kenal dengan judul ini. Sebuah novel yang mengkisahkan kehidupan salah satu geisha terkenal di zamannya, lengkap dengan liuk-liuk kehidupannya. Dulu ketika judul ini menjadi lebih heboh karena juga difilmkan, saya benar-benar belum tertarik. Baru pada akhir 2018 ini akhirnya saya membacanya.

Saya tidak bisa menyimpulkan, apakah saya suka dengan karya ini atau tidak. Ya, meskipun jika Anda penggemar karya ini mungkin berpikir saya kurang menghargai tulisan Arthur Golden. Ada satu hal yang membuat saya kurang menaruh harapan dengan karya ini. Adalah sebuah gugatan seorang geisha yang bernama Mineko Iwasaki kepada Arthur Golden.

Dalam gugatan itu hal yang menjadi permasalah utama adalah bahwa Arthur Golden telah melanggar perjanjian wawancara untuk tidak membocorkan rahasianya. Entah keberanian apa yang membuat Arthur Golden bisa membuat cerita ini berdasarkan wawancara dengan seorang geisha asli. Untungnya Mineko Iwasaki segera membuat sebuah novel biografi yang berjudul “Geisha of Gion”. Inilah yang membuat saya sebenarnya lebih tertarik dengan versi dari Mineko Iwasaki.

Tapi karena saya sudah selesai membaca novel ini (dan mungkin teman-teman sudah membacanya sejak tahun-tahun dulu), saya akan paparkan sedikit kritikan dan beberapa hal yang saya sukai.

Bagian yang Mungkin Membuat Pembaca Tertarik

Jika Anda menyukai karya sastra yang berbau Jepang tentu tulisan seperti karya Arthur Golden ini memang menyenangkan untuk dinikmati. Sebuah karakter yang dibangun dengan kuat, sebuah kisah yang sangat menyayat hati dan menguras air mata, sebuah alur yang membuat pembaca seolah-olah bangkit masuk ke era geisha kuno, dan masih banyak kelebihan lain. Menurut saya, justru ini yang membuat saya kurang nyaman.

Bagaimanapun Memoirs of A Geisha adalah sebuah karya fiksi romantis atau romansa yang dikupas lengkap dengan adat dan budaya saat itu. Arthur Golden membukanya dengan sebuah wawancara dan penerjemah, lalu pembaca akan dibuat masuk ke dalam hasil wawancara itu melalui sebuah cerita yang semakin dalam. Tapi ini adalah sebuah kisah fiktif.

Seorang karakter yang bernama Sayuri dikisahkan benar-benar hidup dan membuka kisahnya lewat aspek biografi dalam cerita ini. Semua cerita mulai dari awal kisah disajikan dengan detail yang sangat menarik. Ada unsur budaya seperti kisah nelayan di zaman itu, geisha, dan kehidupan saat itu. Lalu bagian kisah cinta Sayuri seolah-olah nyata dan membuat pembaca terperosok dalam cerita. Jika dibaca sekilas tentu ini hal yang menarik dalam cerita. Tapi ketika saya merenungi cerita ini, ternyata bumbu cinta ini kurang tepat dan lagi-lagi menjadi “hal yang membuat saya kurang tertarik dengan kisah ini”

Cerita Dilihat Dari Sudut Pandang Novel

Baiklah saya harus jujur bahwa kisah yang ditulis oleh Arthur Golden ini juga ada menariknya untuk saya sendiri. Terlalu sering membaca biografi mungkin menjadi alasan bahwa cerita ini sebenarnya sangat hidup. Tapi jika dilihat dari sudut pandang novel kisah Sayuri sebenarnya sangat menarik. Ada banyak kisah yang berurutan, rangkaian cerita yang sangat kompleks, tema cerita yang begitu menawan dan kuat dan masih banyak unsur lain.

Memoirs Of A Geisha Karya Arthur Golden

Belum lagi ketika membaca tentang kimono-kimono yang dipakai oleh Hatsumomo, Sayuri dan beberapa peran geisha lain. Deskripsi yang sangat jelas dan penggambaran yang indah ini memang sangat menawan. Lalu juga pembaca bisa membayangkan bagaimana tata rias rambut geisha, beberapa perbedaan tata rias geisha magang dan geisha yang sebenarnya.

Dibalik semua kisah dan cerita serta bebeberapa deskripsi yang sangat jelas ini, memang kita harus mengakui jika Arthur Golden telah menulis kisah yang hebat. Tapi saya sedikit berburuk sangka, karena memang Arthur Golden memiliki latar belakang akademik dalam bidang Sejarah dan Seni Jepang. Jadi bisa kita bayangkan, apa yang sulit bagi seorang Arthur Golden dalam menulis kisah ini.

Tentunya menulis semua kisah gion pada zaman itu memang akan sangat sulit. Ada beberapa sebabnya. Salah satunya adalah sulitnya mengorek semua informasi tentang geisha dan kehidupan geisha saat itu. Semua orang Jepang memiliki pandangan yang lain tentang hal ini, karena itu bersifat tertutup.

Bisa disimpulkan bahwa tidak semua isi cerita dalam novel ini benar-benar terjadi. Karena selalu ada hal yang jujur dan tidak jujur,ada hal yang ditutupi dan tentunya sebuah sejarah hanya bisa hidup di zamannya, bukan zaman ini.

Kesimpulan

Apakah Anda yang pernah membaca novel ini senang dengan karya ini? Apakah saya juga senang dan puas dengan cerita ini? Saya berpikir sangat jauh ketika membaca dari halaman ke halaman. Saya berusaha mencari apa yang menarik minat saya. Bagian yang paling tidak saya sukai adalah kisah cinta Sayuri. Ketika dia masih menjadi gadis kecil lugu yang bertemu dengan Iwamura Ken, lalu kisah cintanya menjadi kenyataan setelah tiga puluh tahun memendam perasaan itu. Bagaimana mungkin kisah cinta ini seolah-olah menjadi nafas dalam novel yang meragukan.

Saya mencoba untuk melihat berbagai aspek dalam cerita ini dan ternyata tetap tidak bisa suka dengan cerita ini. Tapi saya tidak mengajak pembaca untuk mengikuti pemikiran saya ini. Silahkan Anda membuat persepsi sendiri.

Profil Penulis Arthur Golden

Memoirs Of A Geisha Karya Arthur GoldenArthur Golden dilahirkan dan dibesarkan di Chattanooga, Tennessee. Dia lulusan Harvard College tahun 1978, dari jurusan sejarah kesenian, khususnya kesenian Jepang. Pada tahun 1980 dua memperoleh gelar MA bahasa Mandarin. Setelah melewatkan satu musim panas di Universitas Beijing, dia bekerja di sebuah majalah di Tokyo. Pada tahun 1988 dia memperoleh MA bahasa Inggris dari Boston University. Setelah tinggal dan bekerja di Jepang, dia mengajar penulisan dan kesusastraan di daerah Boston. Sekarang dia tinggal di Brookline, Massachusetts bersama istri dan anak-anaknya. (diambil dari halaman tentang pengarang, halaman terakhir Memoirs Of A Geisha)

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close