Non Fiksi

Info Buku The Plant Messiah By Carlos Magdalena

Travelling Bersama Buku The Plant Messiah Ke Kebun Blawan, Ijen dan Banyuwangi

Review saya

Cerita dalam The Plant Messiah sangat berbeda karena ditulis seperti novel, gaya bahasa yang menyenangkan, alur yang nyaman dan sempurna untuk semua orang yang ingin tahu tentang tanaman.

Sebelum saya menceritakan tentang info buku The Plant Messiah By Carlos Magdalena atau The Plant Messiah : Adventures in Search of the World’s Rarest Species By Carlos Magdalena, bolehkan saya bertanya? Perjalanan seperti apa yang teman teman lakukan untuk libur tahun baru menyambut tahun 2018. Ya, semua terserah pada selera teman-teman. Jadi sekarang aku ingin bercerita tentang perjalanan libur kemarin.

Dalam waktu empat hari tiga malam, saya melakukan perjalanan ke beberapa tempat kawasan di Jawa Timur, terutama di Banyuwangi. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Seperti dalam judul di atas, saya membawa buku untuk dibaca selama perjalanan. Setelah membongkar isi Kindle, saya teringat dengan buku Carlos Magdalena.

Carlos Magdalena adalah seorang ahli Botani di Royal Botanic Gardens, Kew, England. Alasan saya memilih buku ini adalah karena perjalanan kami akan melewati hutan dan gunung di kawasan perkebunan Nusantara XII, Kebun Blawan, Ijen, Bondowoso. Sebelumnya saya sudah melewati kawasan pegunungan Lawu dan Magetan. Jadi pikir saya tepat sekali jika membawa buku bertema tanaman dan hutan.

Baiklah apa yang bisa saya ceritakan tentang buku ini memang tidak banyak. Karena sekali lagi, buku ini masih akan terbit tanggal 10 April 2018. Tapi saya sudah mendapatkan salinan buku ini untuk memberikan review dan pandangan secara jujur sebagai pembaca profesional di salah satu situs luar, (janji kapan-kapan akan saya ulas di bagian blog).

OK, jadi siapa Carlos Magdalena?

Carlos Magdalena tidak pernah bermimpi menjadi ahli botani, sampai Ia tahu bahwa pekerjaan itulah yang paling tepat untuk hidupnya. Ia tumbuh di Spanyol dan ibunya adalah pemilik toko bunga. Kebiasaannya sejak kecil adalah membaca ensiklopedia tanaman bahkan dengan buku yang paling tebal. Ayahnya mendukungnya tapi saat dewasa Ia tidak meneruskan kuliah dan memilih menjalankan sebuah bar kopi kecil. Tapi setelah melewati banyak hal sampai bangkrut Ia, pergi ke Kew dan memenangkan kompetisi hingga bisa magang. Program magangnya selesai dengan cepat sampai akhirnya Carlos merasa inilah hal yang paling dicarinya seumur hidup. Beruntung dengan kerja keras dan keahlian Carlos dalam hal tanaman bisa membuatnya masuk ke Kew dan belajar menjadi ahli botani.

Apa yang diceritakan Carlos Magdalena dalam buku ini?

Carlos Magdalene bertekat mencapai misinya untuk menyelamatkan semua jenis tanaman di dunia yang sedang terancam punah. Ya, julukan The Plant Messiah memang sangat tepat dan benar-benar bisa mewakili Carlos Magdalena. Ia pergi ke berbagai hutan dan tempat di pelosok demi mendapatkan bibit atau paling tidak meneliti bagaimana sebuah tanaman bisa diselamatkan. Beberapa kawasan tempatnya berkeliling demi tanaman seperti Kepulauan Mascarene Archipelago di Samudra Hindia, Kawan Amazon yang paling terkenal, Gurun Peru, Pedalaman  Australia dan Bolivia.

Dalam setiap penjelasan dan perjalanan yang dilakukan Carlos Magdalena, Ia selalu mengatakan betapa pentingnya tanaman untuk manusia dan mahluk hidup. Kemudian tidak lupa juga dengan cara-cara Carlos bisa mendapatkan bibit terakhir dari semua tanaman yang hampir punah. Carlos juga menyampaikan data berapa total tanaman itu sekarang di dunia. Jelas, ini mengingatkan saya bahwa kita tidak layak untuk merusak hutan demi kepentingan ekonomi dan koleksi.

Carlos Magdalena bisa mempengaruhi pembaca untuk berpikir lagi, bahkan jika Anda bukan pecinta tanaman atau ahli Biologi. Bisa dikatakan kehidupan Carlos saat itu adalah lab-lab, melihat biji-biji dan bibit terakhir yang ditanam dalam media, kembali ke hutan dan tidak lupa juga urusan birokrasi dengan beberapa pihak yang meng-klaim memiliki hutan. Jadi benar-benar ini pekerjaan yang berat.

Membaca buku ini sampai selesai telah membawa saya ke petualangan yang sangat menyenangkan. Bagaimana cerita Carlos menemukan akar tanaman sepanjang 50 meter dan satu-satunya tanaman yang tersisa di dunia. Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan pekerjaan seperti Carlos. Beberapa pujian telah diberikan kepada Carlos dan saya merasa itu juga tidak cukup. Julukan El Mesias de las Plantas diberikan oleh Pablo Tunon, seorang jurnalis dari Spanyol.

Jadi perjalanan saya juga tidak seperti Carlos Magdalena. Saya tidak memiliki dan membawa misi apapun. Tapi saya bersyukur karena bisa memasuki wilayah hutan dan perkebunan di negara sendiri. Ada beberapa oleh-oleh yang bisa saya ceritakan juga.

Jadi, rencana kami untuk masuk ke Kebun Blawan saat masih sore memang tidak jadi. Perjalanan masuk ke Kebun Blawan sudah sangat malam. Akses jalan sangat bagus namun tidak ada listrik sama sekali. Apalagi sinyal, jadi jangan tanya ya..hehehe. Tapi untungnya saya sudah download map menuju penginapan di Batu Licin yang sudah kami pesan. Saat masuk pos jaga pertama kali, kami diberi tahu jarak penginapan masih sekitar 1 jam lagi. Dengan jantung berdebar karena masuk hutan dan tidak ada mobil lain yang lewat jadi bekal kami hanya doa. Bahkan juga tidak berani melihat ke samping kanan atau kiri yang sudah berisi jurang. Saya jamin pemandangan ini pasti sangat indah saat siang hari.

Ok, jadi di pos perhentian kedua, kami bertemu dengan penjaga dan lapor lagi. Tapi saat masuk ruangan kami ditanya lagi,mau kemana. Langsung lapor saja nama penginapan. Dan ternyata masih sangat jauh. Untungnya bapak penjaga pos yang baik hati ini menawarkan menginap di rumahnya dengan kondisi seadanya. Setelah diskusi ok, saya dan suami akhirnya setuju. Saat itu suhu udara sudah sangat dingin dan akhirnya kami juga tidak punya ide lain.

The Plant Messiah : Adventures in Search of the World's Rarest Species By Carlos Magdalena

Dan hadiah kami terima dari alam saat pagi hari. Ternyata kami masuk ke sebuah kampung di tengah kebun Blawan. Kampung ini berisi komplek pegawai penjaga hutan dan perkebunan. Betapa tercengangnya, karena sangat indah. Rumah-rumah memiliki taman-taman kecil dengan bunga yang berwarna-warni. Rasanya seperti mimpi. Bahkan saya juga menemukan kebun pembibitan yang rasanya ingin saya bawa pulang bibitnya.

Saat itu masih jam 5 pagi dan saya bertemu dengan salah satu penduduk asli. Bapak yang saya lupa namanya ini bercerita bahwa listrik baru masuk satu tahun ini. Benar-benar ini kehidupan hutan yang sangat menantang dimana akses jauh dari segala hal yang bisa kita temukan di kota.

Saya menghadap ke satu arah dimana Kebun Blawan dikelilingi oleh gunung Raung, gunung Ijen dan Gunung Argopuro. Sangat indah dan saya membuka kembali buku The Plant Messiah : Adventures in Search of the World’s Rarest Species By Carlos Magdalena. Menikmati keindahan ini tidak pernah cukup. Saya tarik nafas lagi dan lebih panjang. Dalam hati saya mulai bertanya, inilah kenapa tidak semua orang harus hidup di kota. Ada orang-orang yang tinggal dalam kesederhanaan, di sebuah kebun yang dikelilingi hutan, baru saja menikmati listrik. Dan satu lagi betapa sulitnya sinyal disini. Untuk kesekian kalinya saya merasakan 48 jam tanpa sinyal dan internet.

The Plant Messiah : Adventures in Search of the World's Rarest Species By Carlos MagdalenaDan saat tinggal disini, saya juga menikmati kopi Arabica khas Kebun Blawan. Kadar asamnya masih sangat terasa dengan pengolahan yang sangat alami. Jangan khawatir, dengan tampilan segelas kopi sederhana ini tidak kalah dengan rasa kopi di kafe-kafe yang tentunya dijual lebih mahal.

#Travellingdenganbuku saya tidak selesai disini. Lain kali akan saya ceritakan lagi petualangan selanjutnya dengan buku pilihan.

The Plant Messiah By Carlos Magdalena

Info Buku

Format                 :Hardback

Page                    : 272 pages

Dimensions           :13.97 x 20.9 x 1.9 cm

Weight                   : 567g

Publication date :10 Apr 2018

Publisher             :Doubleday Books

Language            :English

ISBN10                : 0385543611

ISBN13                :9780385543613

Pemesanan        : kertasbuku1@gmail.com atau cs@kertasbuku.com  (PRE-ORDER)

/ WA ke Nana082138893127

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close