Children

Kisah Persahabatan dalam The Boy from Tomorrow Karya Camille Deangelis

The Boy from Tomorrow By Camille Deangelis

Kisah persabatan dalam The Boy From Tomorrow karya Camille Dangelis membuat saya jatuh cinta dengan karakter, kisah persahabatan yang manis dan pesan mendalam dari penulis. Setelah selesai membaca kisah ini saya mencoba mencari adalah review lain yang sudah dibuat. Dan benar seperti dugaan saya, belum ada yang membuat ulasan buku ini, karena buku ini juga masih akan terbit pada tanggal 8 Mei 2018 mendatang.

Tapi sejak membaca kisah di halaman pertama,saya tidak sabar untuk membagikan cerita dari buku ini. Tentunya tanpa memberikan spoiler (padahal saya punya rencana loh beri bocoran #ups ingat aturan deh)

Apa Kisah Di Dalamnya?

Sebelum saya mengatakan banyak hal, mari kita melihat blurb novel anak ini:

Josie and Alec both live at 444 Sparrow Street. They sleep in the same room, but they’ve never laid eyes on each other. They are twelve years old but a hundred years apart.

The children meet through a hand-painted spirit board—Josie in 1915, Alec in 2015—and form a friendship across the century that separates them. But a chain of events leave Josie and her little sister Cass trapped in the house and afraid for their safety, and Alec must find out what’s going to happen to them. Can he help them change their future when it’s already past?

Oke jadi, kita akan tahu kalau pertemuan Josie dan Alec terjadi karena mereka tinggal di rumah yang sama. Tapi lihat lagi bahwa mereka terpisah oleh waktu sepanjang 100 tahun atau 1 abad. Josie adalah karakter yang digambarkan hidup di masa lampau dan Alec hidup saat ini.

Josie tinggal bersama dengan adiknya yang bernama Cass. Josie digambarkan sangat sayang dengan adiknya dan berjanji untuk merawat adiknya. Saya sendiri terkesan dengan penulis Camille Deangelis yang selalu mengatakan kisah ini. Josie yang sudah berusia 12 tahun memiliki kepribadian yang lebih tenang dan teratur. Sementara Cass digambarkan dengan anak 7 tahun yang sangat kreatif dan melanggar aturan ibunya yaitu Nyonya Clifford. Karena sifat kreatif ini juga yang membuat Cass sering mendapatkan hukuman dari ibunya (wah, ini bagian yang membuat saya sedih karena ibunya sering menghukum Cass )

Alec yang tinggal saat ini pindah ke rumah Josie ketika Ia dan ibunya harus berpisah dari ayahnya. Ini juga bagian sedihnya, karena perpisahan orang tua selalu memberi dampak  buruk untuk anak. Alec menemukan sebuah benda mirip papan yang kemudian diberi nama Spirit Board atau Ouija board. Lewat papan inilah Alec dan Josie secara tidak sengaja bisa berkirim pesan.

Dan poin utama dari sudut pandang waktu dalam novel ini adalah persahabatan antar waktu dengan jarak sekitar 100 tahun.

Bagian Mengesankan The Boy from Tomorrow

  • Josie dan Alec yang bersahabat antar waktu berbagi rasa khawatir yang sama dan bagaimana usaha karakter Josie dan Alec ketika mengalami masalah.
  • Josie dan Alec terus berbagi cerita bahkan ketika Cass mendapatkan hukuman dari ibunya.
  • Ibu Alec tidak percaya dengan kisah ini dan mengira Alec mengalami masalah mental karena perceraian orang tuanya.
  • Kisah persahabatab Alec dan Danny yang sangat indah karena mereka bisa dan percaya dengan kisah Josie. Bahkan persahabatan ini bertahan sampai Alec dan Danny masuk ke universitas dimana saat itu mereka bertemu dengan anak Cass.
  • Harapan anak – anak untuk memiliki mimpi. Josie digambarkan bahwa Ia ingin melakukan sesuatu ketika sudah besar dan itu terwujud karena akhirnya Josie menjadi jurnalis. Sementara Cass menjadi artis teater.
  • Alec yang sangat kuat untuk menghadapi masalah orang tuanya. Anak yang baru berumur 12 tahun sudah tahu bersikap ketika orang tuanya bercerai dengan memilih memikirkan masa depan (jujur bagian ini sedih, meskipun saya orang tua yang membaca novel anak).
  • Kebiasaan belajar dari buku dan membaca buku untuk Josie, Cass dan Alec membuat saya tahu bahwa di luar sana, membaca buku sudah seperti makanan. Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis dari buku cerita yang dibacakan oleh orang tua (dalam cerita ini peran dilakukan oleh Emily – yaitu mentor yang dipekerjakan untuk mengajar Josie dan Alec). Sementara Alec dan Danny terbiasa pergi ke perpustakaan untuk mempelajari sejarah dan menemukan informasi mengenai hubungan rumah yang ditinggali dengan keluarga Josie.

Hal Kurang Menyenangkan

Saya tahu setiap cerita tentu memiliki bagian yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Masalahnya adalah novel anak The Boy from Tomorrow Karya Camille Deangelis, dirancang untuk anak berusia 12 tahun. Tapi sayangnya ada kisah yang menurut saya terlalu sedih untuk anak-anak seperti:

  • Cerita perceraian orang tua Alec dimana Alec digambarkan sangat tegar dan tidak mengalami masalah apapun.
  • Cerita bahwa Nyonya Clifford sebagai orang tua Josie dan Cass yang tidak mengijinkan anak-anak untuk pergi ke sekolah. Josie dan Cass mengikuti sekolah di rumah dengan mentor khusus yaitu Emily. Dalam beberapa bagian Josie merasa sangat khawatir jika Ia tidak bisa menikah, bertemu dengan orang lain, tidak percaya diri, melakukan banyak hal seperti memasak dan memiliki masa depan. Akhirnya Josie dan Cass sangat khawatir mereka tidak tumbuh seperti anak yang lain.

Akhirnya

Saya harus jujur bahwa novel anak ini sangat kritis, lengkap dan hidup. Ada kisah petualangan antar waktu yang tidak bisa dibayangkan, tapi juga ada kisah persahabatan yang bisa dipelajari semua pembaca, termasuk pembaca dewasa seperti saya. Saya sarankan, anak yang membaca novel ini mendapatkan bimbingan dari orang tua, karena ada bagian petualangan fantasi yang sedikit rumit.

Informasi buku

Kisah persabatan dalam The Boy From Tomorrow karya Camille Dangelis Format : Hardback

Halaman : 268 halaman

Dimensi : 13.97 x 20.3 x 2 cm

Terbit:  08 Mei 2018

Penerbit:  Amberjack Publishing

Bahasa: English

ISBN10 :1944995617

ISBN13 : 9781944995614

Harga : Rp. 245.500 Pre Order : WA Nana : 0821-3889-3127

Review Saya

Saya harus jujur bahwa novel anak ini sangat kritis, lengkap dan hidup. Ada kisah petualangan antar waktu yang tidak bisa dibayangkan, tapi juga ada kisah persahabatan yang bisa dipelajari semua pembaca, termasuk pembaca dewasa seperti saya. Saya sarankan, anak yang membaca novel ini mendapatkan bimbingan dari orang tua, karena ada bagian petualangan fantasi yang sedikit rumit.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

4 thoughts on “Kisah Persahabatan dalam The Boy from Tomorrow Karya Camille Deangelis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close