Debut

Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah Karya Anha Hariana – Review Debut

Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah Karya Anha Hariana

Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah Karya Anha Hariana – Review Debut . Pertama kertasbuku ingin mengucapkan, Selamat untuk Anha Hariana yang telah melahirkan karya debut solo pertamanya. Tidak ada langkah yang lebih indah bagi seseorang yang ingin menjadi penulis, selain bisa melihat karyanya tembus ke penerbit dan masuk ke deretan buku-buku terbaru di toko buku. Seperti yang dituliskan dalam informasi Tentang Penulis pada buku ini, akhirnya Anha Hariana sudah mencapai angka minimal buku yang berhasil terbit. Dan tentunya semoga masih akan dan terus mengeluarkan karya-karya yang lain.

Sebelum kita melangkah untuk melihat apa saja isi buku ini, mari kita telisik sebentar sinopsis Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah.

Jatuh cinta adalah fitrah. Mengenal rasa suka pada lawan jenis, mencoba mengekspresikan perasaan yang disebut “cinta” adalah hal yang manusiawi. Atas dasar suka sama suka akhirnya dua insan menjalani hubungan. Ada yang menjalani dalam bingkai Islam (menikah) ada juga yang memilih jalan lain (pacaran). Kebanyakan manusia memilih jalan yang kedua, pacaran.

Awalnya bahagia, bahkan dunia serasa milik mereka yang sedang dilanda cinta. Saking cintanya, mereka mengabaikan aturan Yang Mahakuasa bahwa tak ada hubungan antara lawan jenis atas nama cinta di luar pernikahan. Apakah mereka mengetahui hal ini?

Hingga suatu hari, salah satu dari pihak yang mengaku cinta mengabaikan pasangannya. Entah karena ada orang lain yang dicinta atau sudah bosan dan ingin berpindah ke lain hati. Apa yang terjadi kemudian? Satu pihak akan merasa tersakiti dan dikhianati. Rasa galau menyergap luar biasa. Dunia seperti akan berakhir.

Tulisan ini hadir menjadi teman bagi mereka yang galau karena “cinta”. Penulis mencoba memberikan solusi bagaimana menjalani cinta yang sebenarnya. Bagaimana move on dari masa lalu yang seolah mengikat langkah, sehingga semua jalan terlihat buntu? Bukankah setiap hari berhak bahagia.

Percayalah, kamu tidak sendiri. Ada ribuan kisah di luar sana yang akan membuka hatimu bahwa cinta tidak seharusnya membuat galau. Ia adalah anugerah Yang Mahakuasa dan dengannya kamu bisa menjadi lebih baik. Jangan biarkan masa lalu menghancurkan masa depanmu hanya karena sebuah rasa yang tidak terkendali.

Move On – Move On – Move On


Itulah tiga kata pertama yang bisa Anda rasakan, ketika Anda mulai membaca buku ini mulai dari Daftar Isi sampai penutup. Sebanyak itukah orang-orang yang tidak bisa berubah? Namun kita akan dibawa ke berbagai pengalaman penulis, teman penulis dan orang-orang terdekatnya. Sejak awal buku ini sudah menyertakan bukti dan kisah yang jujur sehingga kita akan merasakan bahwa buku ini tidak sekedar motivasi tapi juga contoh nyata.

Sebagai manusia biasa, Anda tidak bisa mengatakan jika Anda benar seratus persen, Anda tidak pernah khilaf, Anda sangat sempurna. Itulah yang membuat buku ini benar-benar hidup. Bahkan penulis pun mengakui jika pernah berbuat salah dan terjebak dalam lubang yang seharusnya tidak dimasuki. Lantas apa yang harus Anda lakukan?

Pertama Anda harus bangkit dari perasaan galau, mellow, dan sejenisnya. Jika perlu, Anda tidak perlu masuk ke ranah galau ini. Ini kata-kata yang bahkan diucapkan oleh anak kecil, “ah, aku sedang galau”. Tapi dengan mengucapkan kata itu, Anda sama sekali tidak keluar dari kegalauan. Jadi bangkit akan menjadi jawaban yang paling jelas daripada hanya merasa galau.

Lalu setelah Anda berhasil keluar dari perasaan galau, apa tahap yang harus Anda masuki? Jawabannya adalah temukan sikap optimis Anda, pikirkan mengapa Anda harus move-on. Dua hal ini menjadi tahap yang paling sulit, karena kita kebanyakan terjebak dalam rasa galau yang terus menerus. Perasaan ini bahkan tidak hanya dialami oleh remaja tapi juga orang dewasa. Tenang saja, Anda akan menemukan jawaban lengkapnya di buku ini, dijelaskan dengan bahasa yang indah dan menenangkan.

Selamat! Anda sudah berhasil keluar dari perasaan galau. Tapi tahap kegalauan Anda belum sepenuhnya selesai. Anda membutuhkan nasehat dari orang-orang yang sudah pernah galau dan bangkit dari rasa itu. Anda membutuhkan sebuah tips nyata agar bisa move on dan memelihara perasaan move on itu.

 

Kilas Buku


Meskipun kertasbuku membagi ada tiga tahap saat membaca buku ini, namun sebenarnya buku ini terdiri dari tujuh bagian. Setiap bagian masih akan dibagi lagi ke beberapa sub yang berusaha menjelaskan masalah dan cara menemukan solusinya. Buku ini tidak terlepas dari persoalan cinta yang sangat umum. Semua pembaca dan bahkan penulis pun juga berurusan dengan hal “cinta”. Tapi bagian yang menarik dari Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah Karya Anha Hariana adalah kisah-kisah dan tulisan yang sangat jujur. Ketika membaca Anda tidak perlu malu dan harus mengakui, bahwa di bagian tertentu Anda pernah masuk. Tidak perduli seberapa terpuji tingkah laku dan tutur kata Anda.

Hanya dengan jujur dan berterus terang pada perasaan Anda sendiri, Anda bisa mulai mengikuti setiap alasan dan solusi yang ditawarkan oleh Anha Hariana. Setelah selesai membaca, Anda bisa tersenyum dan merasa lega. Dan menerima solusi dari Anha Hariana memang sulit. Karena itu penulis sudah mencoba menjelaskan beberapa alasan mengapa harus Move On dengan bukti nyata, seperti pedoman ayat-ayat pilihan dari Al- Quran, kisah-kisah nyata dan kisah penulis atau teman dekat penulis itu sendiri. Jadi, buku ini memang sangat jujur.

Bahasa Indah

Meskipun buku ini berisi motivasi dan ajakan untuk bisa Move – On, tapi Anda tidak perlu merasa digurui oleh penulis. Bahasa dalam kisah buku ini dituliskan dengan sangat indah dan mengalir. Anda bisa merasa berteman akrab dengan penulis atau seperti mengobrol. Sambil minum teh atau kopi, berbicara masalah galau yang tidak pernah selesai dan tiba-tiba Anda pulang karena Anda sudah bisa move on dengan cara yang paling indah.

Anda masih belum percaya khan? Saya akan coba berikan salah satu quote favorit dari Mantapkan Move On-Mu Bersama Allah Karya Anha Hariana

Sedalam apa pun dukamu, berusahalah untuk tersenyum.

Sesakit apa pun ragamu, sebisa mungkin tunjukkanlah ketegaran.

Apakah itu mudah?

Tidak. Bahkan perlu dipaksakan.

Untuk apa?

Bukankah kebahagiaan itu adanya di hati?

Ya, kebahagiaan bukanlah apa yang kita perlihatkan pada orang lain.

Akan tetapi apa yang kita tampakkan di hadapan orang lain.

Buatlah orang lain bahagia, maka bahagiamu pun tak lama lagi akan menghampiri

Anha Hariana

Nah gimana? Sudah berasa mak jleb belum? Tentunya belum ya, jadi temukan lebih banyak quote-quote indah dalam buku ini. Jemput karya ini di toko buku favoritmu dan bonusnya, Anda langsung move on tanpa efek samping galau, resah dan gelisah.

 

Berkenalan dengan Anha Hariana


http://kertasbuku.com/genre-review/mantapkan-move-o…ana-review-debut/Anha Hariana berprofesi sebagai apoteker yang bekerja di salah satu apotik retail kota Yogyakarta. Lulusan fakultas Farmasi Universitas Islam Negeri Alauddin dan Program Profesi Apoteker Universitas Hasanuddin Makasar. Mulai bergabung dengan Komunitas Menulis Online Indonesia sejak tahun 2015, memiliki hobi membaca dan menulis diary sejak SD. Pemenang pertama lomba menulis cerpen spesial hari Ibu yang diadakan oleh radio lokal Makassar, pernah bergabung dengan buku Antologi bersama Rifa’i Rif’an tahun 2015 dan masuk sebagai sepuluh kontributor sayembara menulis Wahyu Qolbu dengan tema mantan. Mau lebih banyak mengobrol dengan Anha Hariana, bisa langsung chit chat di:

Facebook : Anha Hariana

Instagram :@anhahariana

Blog            : anhahariana.blogspot.com

e-mail        : harianafarmapt@gmail.com

Bahasa dan Pembahasan Materi

Meskipun buku ini berisi motivasi dan ajakan untuk bisa Move – On, tapi Anda tidak perlu merasa digurui oleh penulis. Bahasa dalam kisah buku ini dituliskan dengan sangat indah dan mengalir. Anda bisa merasa berteman akrab dengan penulis atau seperti mengobrol. Sambil minum teh atau kopi, berbicara masalah galau yang tidak pernah selesai dan tiba-tiba Anda pulang karena Anda sudah bisa move on dengan cara yang paling indah.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close