Lifestyle

Cara Membaca Buku Non Fiksi Tanpa Merasa Bosan

Membaca Buku Non Fiksi

Cara membaca buku non fiksi tanpa merasa bosan, mungkin sulit untuk dicapai. Tapi tanyakan pada diri Anda sendiri, berapa banyak buku non fiksi yang sudah Anda baca selama tahun 2017 kemarin? Setiap kali saya pergi ke toko buku, saya akan melihat berapa banyak orang yang ada di bagian wilayah fiksi dan non fiksi. Hasilnya selalu banyak orang yang ada di wilayah fiksi dibandingkan non fiksi. Rata-rata orang akan pergi ke bagian non fiksi untuk mencari buku pelajaran atau buku kuliah.

Kemudian saya mencoba mencari tahu ternyata masalah ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Beberapa teman sesama pembaca buku dari luar juga memiliki pandangan yang sama. Mereka juga cenderung menyukai novel dengan berbagai genre dibandingkan buku non fiksi. Akhirnya saya juga menantang diri sendiri untuk terbiasa membaca buku non fiksi. Ya, meskipun akhir-akhir ini saya lebih sering membaca buku non fiksi dari jenis memoar, biografi dan buku yang membahas mengenai alam dan binatang.

Ada beberapa kesimpulan yang saya dapatkan setelah membaca non fiksi. Diantaranya adalah bahwa pikiran saya selalu mengarah ke “pelajaran”. Saya tidak nyaman karena membaca non fiksi seperti ke bangku sekolah atau kuliah. Diluar itu,perasaan saya ketika membaca non fiksi selalu tergantung dengan jenis buku non fiksi itu sendiri.

Baiklah, karena mungkin Kita mengalami masalah yang sama, dibawah ini ada beberapa tips membaca buku non fiksi tanpa merasa bosan.

  1. Apakah harus selesai? Tidak

Ketika Anda membaca novel dengan berbagai genre maka pasti akan menuntut akhir cerita. Kita akan kehilangan nilai cerita di dalam buku jika tidak membaca sampai selesai. Tapi ini sangat berbeda saat membaca buku non fiksi.Tidak ada tuntutan harus selesai ketika membaca buku non fiksi seperti ketika kita masih sekolah atau kuliah. Anda hanya perlu membaca bagian yang memang penting atau yang paling Anda inginkan.

Saya: Beberapa buku non fiksi saya baca sampai akhir jika itu menarik atau termasuk dalam memoar.

Masalah: Selalu menggebu-gebu pada saat mulai membaca tapi menyerah pada pertengahan buku karena kehilangan minat.

  1. Belajar membaca biografi atau memoar

Biografi atau memoar menjadi buku non fiksi yang sangat menarik. Anda bisa mempelajari sejarah, kisah nyata dan berbagai hal dari kisah dalam buku tersebut. Ini cara yang sangat baik untuk mulai belajar membaca buku non fiksi tanpa harus terpaksa. Anda merasa ingin tahu dan penasaran dengan akhir cerita. Hasilnya adalah Anda bisa mendapatkan pesan-pesan penting setelah selesai membaca.

Saya: mencoba menikmati memoar atau biografi seperti membaca novel, buku sejarak atau cerita klasik. Semua tergantung bagaimana cerita dalam buku biografi itu dibuat oleh penulis.

Masalah: setiap pembaca bisa memiliki masalah berbeda ketika membaca biografi tergantung dengan jenis memoar yang dibaca.

  1. Memeriksa daftar isi di bagian awal

Setiap buku non fiksi selalu dilengkapi dengan daftar isi yang sangat lengkap. Beberapa buku juga dilengkapi dengan catatan kaki dan indeks. Bagian ini memang membuat buku non fiksi seperti buku pelajaran. Tapi lihat sekali lagi, bahwa penulis sudah bekerja keras untuk membuat daftar isi yang lengkap. Akhirnya Anda bisa mencoba untuk menjelajahi daftar isi. Tetapkan dari bagian mana Anda akan membaca dan harus sampai mana. Ini juga harus dilakukan jika Anda tidak tertarik pada semua isi buku tapi hanya beberapa bagian saja.

Saya: menurut saya ini paling efektif dan nyaman. Kembali ke poin 1, saya tidak perlu menyelesaikan semua isi buku.

Masalah: kebiasaan tidak membaca catatan kaki dan indeks bisa membuat pembaca salah paham. Mungkin ini dianggap mengganggu tapi sangat penting untuk pengetahuan. Dan semua lebih nyaman jika membaca buku non fiksi dalam bentuk digital. Anda hanya perlu klik pada indeks tanpa membalik halaman buku lalu kembali ke bagian halaman Anda membaca sebelumnya.

  1. Membaca sekilas

Tidak masalah dan tidak apa-apa jika Anda juga hanya membaca sekilas. Dari daftar isi Anda bisa mencari judul, sub judul, kutipan, daftat, keterangan tambahan, diagram atau keterangan lain. Ini seperti peta ketika membaca buku non fiksi. Selama Anda tahu apa yang dibutuhkan dari buku tersebut maka tidak akan ada masalah. Sekali lagi, Anda tidak memiliki tuntutan untuk menyelesaikan sebuah buku non fiksi.

Saya: saya tidak memiliki keahlian membaca sekilas, jadi saya tidak terbiasa. Akhirnya saya lebih memilih melihat daftar isi dan membaca bagian yang paling saya perlukan.

  1. Tandai halaman

Pernah keponakan saya meminjam salah satu buku non fiksi dan mengatakan jika buku itu aneh. Ada banyak kertas penanda atau post it dan tulisan-tulisan. Ketika Ia ingin mengambil semua tanda itu, saya melarangnya. Ya, ini salah satu cara penting untuk membaca non fiksi. Tandai semua halaman atau bagian yang sangat penting. Anda bisa menggunakan spidol atau stabilo, tapi saya biasanya menggunakan post it  berwarna dan menulis di bagian post it itu juga. Jika membaca dengan Kindle, juga lebih mudah dengan fitur stabilo yang tersedia dengan berbagai warna, dan teruskan dengan memberi keterangan indeks.

Saya: cara yang paling efektif, sama seperti ketika membaca buku pelajaran.

  1. Membuat catatan sendiri

Membuat catatan juga sangat menarik ketika membaca buku non fiksi. Anda bisa membuat catatan terpisah dengan data yang lengkap seperti tanggal membaca, nomor halaman, kutipan, data dan kesimpula Anda. Jika Anda butuh catatan tersebut, maka langsung bisa membaca baru Anda mencari bukunya.

Saya: Saya juga melakukan cara ini dan biasanya memang saya kembangkan dari catatan di post it.

  1. Membaca dari rekomendasi

Rekomedasi sangat penting ketika ingin memilih buku non fiksi sebagai bacaan. Karena itulah mengapa ada orang-orang yang selalu menulis resensi buku. Rekomendasi bisa didapatkan dari keluarga atau teman Anda. Biasanya ketika mendapatkan rekomendasi maka proses untuk membaca non fiksi juga menjadi lebih lancar. Ini juga berlaku untuk buku pelajaran atau buku kuliah sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Buku itu seperti penyakit menular

Buku boleh dianggap sebagai salah satu penyakit menular. Anda bisa mencoba penyakit yang menyenangkan ini. Ketika sudah selesai membaca buku non fiksi atau bahkan Anda sudah pernah membaca tanpa selesai, maka bagian isi buku itu pada orang lain. Caranya juga sangat lengkap, Anda bisa membagikan lewat sosial media. Sebarkan pesan dari sebuah buku, kutipan-kutipan atau pengalaman Anda saat membaca buku. Jika Anda memiliki blog juga bisa menulis pesan dengan review atau pesan Anda dalam bentuk yang lain. Tidak ada tempatnya? Ah, langsung saja menghubungi kertasbuku agar pengalaman membaca buku non fiksi Anda juga bermanfaat untuk pembaca yang lain.

Saya: ini cara yang paling menyenangkan, karena bisa merasa bertemu dengan banyak teman. Terkadang juga mereka mengirim pesan terima kasih karena sudah memberi rekomendasi, atau lebih untung lagi jika pesan itu di “notice” oleh penulis bukunya.

Nah, bagaimana dengan pengalaman Anda saat membaca buku non fiksi? Silahkan berbagi dengan meninggalkan komentar ya. Salam hangat dan selamat membaca.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

5 thoughts on “Cara Membaca Buku Non Fiksi Tanpa Merasa Bosan”

  1. Saya memang sudah menargetkan untuk membaca buku nonfiksi minimal 2 kali dalam sebulan. Tahun 2017 allhamdulillah sudah banyak buku nonfiksi yang saya baca. Meski tidak saya masukkan ke dalam tumpukan daftar di goodreads, karena kebanyakan merupakan buku-buku kuliah atau buku agama. Tahun ini, saya tidak sekedar menargetkan bacaan, tapi tengah berpikir untuk menuliskan rangkuman bacaan nonfiksi dalam buku catatan khusus. Saya senang mencatat, menggunakan pena dan buku, meski tulisan saya amburadul. Dan tentunya, membaca nonfiksi tak pernah membuat saya lelah, justru seperti oase ketika merasa capek dan kekeringan. Oiya, buku nonfiksi yang kerap saya baca berulang kali adalah buku essai karya Fuad Hassan, baik itu Heteronomia, Pentas Kota Jakarta maupun Studium Generale

    1. Iya seru banget ya pengalaman baca non fiksinya dan setuju ketika baca non fiksi itu seperti oase. Catatan khusus untuk rangkuman non fiksinya pasti sangat bermanfaat kak, terima kasih sudah berbagi pengalamannya ya…”selamat dan semangat membaca

  2. Kalo non fiksi, lebih suka baca motivasi. Dan seringkali tidak tahu kapan mulai dan selesai. Karena saya membaca melihat daftar isi, bagian yang menurut saya menarik maka saya baca. Untuk yg kurang menarik dibiarkan saja dulu.
    Membaca non fiksi itu lebih bebas, gak harus urut seperti baca novel. 😊

    1. Nah ini ya bedanya membaca fiksi dan non fiksi, tidak harus selesai dan tidak harus. Buku motivasi jadi pilihan menarik dan hampir semua penyuka buku senang membaca motivasi. Terima kasih sudah berbagi pengalamannya ya…”selamat dan semangat membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close