Interview

Interview dengan Reika Dj – Penulis Antologi “Jangan Ambil Suamiku,,,” 

Antologi - Jangan Ambil Suamiku

Interview dengan Reika Dj – Penulis Antologi “Jangan Ambil Suamiku,,,”  – Sinopsis

Buku ini menyuguhkan 10 kumpulan kisah nyata para perempuan muslimah tangguh. Mereka harus menguatkan mental dan hati dalam menghadapi kenyataan bahwa suami mereka tergoda perempuan lain. Tangisan pilu seperti telah menjadi makanan sehari-hari. Berbagai usaha mereka tempuh demi mencari jalan keluar atas pelik rumah tangga mereka. Tentu saja tak lupa bertawakal kepada Allah SWT.

Ditulis dengan bahasa yang lugas dan enak dibaca, buku ini membuat kita seperti merasakan langsung perasaan yang dialami oleh sang tokoh utama. Terlebih ceritanya menggunakan sudut pandang orang pertama.

Buku ini disusun untuk berbagi kebaikan, hikmah, dan pelajaran. Harapannya, para muslimah yang mungkin mengalami kejadian serupa, bisa lebih tabah dan kuat dalam menghadapinya. Sementara bagi para lelaki yang sudah berumah tangga, bisa menjadi pengingat bahwa mereka mempunyai tanggung jawab sebagai imam keluarga, sehingga terhindar dari pikiran buruk mencari “kesenangan lain” di luar sana.

Penulis:

Zhivana Astri, Seli Andriyani, Reika Dj, Arinda Shafa, Mareza Sutan A.J, Niranggana, Sarirotul Ishmah, Heru Patria, Yati Lestari, Toto M. Rianto

Genre: religion & spirituality

Penerbit: Penerbit Checklist

Jumlah hal/ tahun : 192 / 2018

Interview dengan Reika Dj – Penulis Antologi “Jangan Ambil Suamiku,,,”

Halo, kak Reika Dj. Pertama kertasbuku.com mengucapkan selamat atas terbitnya karya antologi “Jangan Ambil Suamiku”. Dari judulnya memang ini salah satu tema yang lagi hangat di Indonesia. Sebuah peristiwa yang seharusnya tidak diangkat ke permukaan, tapi mengapa tidak? karena ini sebuah kisah moral yang sangat luar biasa. Tapi kita ingin tahu, bagaimana awal ide antologi ini muncul?

Terima kasih, kak, karena sudah mau meng-interview saya yang baru nyemplung ke dunia literasi. Karena ini merupakan event dari penerbit, jadi saya kurang tahu juga idenya muncul dari mana, mungkin dari peristiwa yang akhir-akhir ini sering terjadi, sehingga penerbit mengangkat kisah ini dgn tujuan agar bisa menjadi pembelajaran bagi semua yang membaca.

Sebuah judul yang sensitif dan “nylekit”. Tentunya tidak mudah untuk menulis kisah nyata dengan latar belakang yang sedikit sulit untuk dikatakan pada orang lain, terlebih pembaca. Bagaimana perasaan Anda saat cerita ini dibuat dan diterbitkan?

Saat menulis cerita ini jujur saya sempat nangis. Ternyata, kekuatan kata-kata bisa sebegini besar. Menuliskan kisah sedih dari pengalaman nyata membuat air mata saya mengalir seiring kata yang saya ketik. Bahkan, sya sempat terhenti sesaat, mengambil jeda untuk menetralkan perasaan saya agar bisa menyelesaikan tulisan saya.

Saat diterbitkan, pastinya bahagia. Walau hanya antologi, tapi ini pertama kalinya saya bisa merasakan ueforia sebagai penulis karena buku saya mejeng di toko buku.

Fenomena masalah rumah tangga memang akhir-akhir ini sering diangkat ke permukaan. Dan yang lebih mengejutkan sosial media memberi fasilitas untuk membuka masalah ini. Apakah Anda tidak takut ketika menulis cerita ini?

Jujur, kata itu bahkan tidak ada dalam kepala saya ketika saya menulis. Karena yg saya pikirkan adalah, saya ingin berbagi kisah yang semoga saja bisa menjadi pembelajaran yg bermanfaat bagi pembaca. Dan kisah yang saya tulis memang tidak berfokus pada si orang ketiga, tp lebih pada pergolakan batin isteri & bagaimana akhirnya Ia bisa mempertahankan rumah tangganya

Sebagian pembaca mungkin tidak setuju dengan buku ini, karena terlalu terbuka dan sangat pribadi. Jadi, apa tujuan dan motivasi kak Reika untuk menulis cerita ini?

Saya ingin berbagi. Saya ingin semua bisa merasaka bagaimana sulitnya menghadapi rumah tangga jika berhubungan dengan orang ketiga. Karena, walaupun materi ini sangat sensitif, tapi ini salah satu masalah yg paling sering dihadapi oleh pasangan sumi-isteri. Harapan saya, yang sedang mengalami masalah ini bisa berpikir lebih jernih agar dapat menemukan solusi, bukan sekedar menangisi kemalangan yg terjadi atau menyalahkan pasangan. Yang telah melaluinya, bisa terus merefleksi diri agar kejadian ini tidak terulang. Dan yg belum mengalami, bisa menjadikan kisah ini sebagai pelajaran agar bisa menghindari kejadian serupa di masa depan.

Kami sangat yakin, pasti sulit menulis cerita yang diangkat dari kisah nyata sendiri atau orang sekitar Anda. Jadi, tolong beritahu kami, apa saja kesulitan kak Reika saat menulis cerita ini?

Saya mengalami kesulitan saat berusaha menyelesaikan cerita ini. Menulisnya membuat saya berurai air mata. Dan juga, saya sempat berpikir, bagaimana perasaan mereka yg merupakan orang ketiga yang dijadikan kisah ini? Bukankah mereka juga memiliki luka? Tapi saya menguatkan tekad untuk menyelesaikan kisah ini. Dan itulah kenapa, nama tokoh saya ganti, karena saya tidak ingin mereka dikenali. Kecuali jika orang2 yg mengalaminya ikut membaca cerita ini.

Karena tema buku ini lumayan berat dan tajam, jadi apa harapan Anda dengan terbitnya karya ini?

Saya berharap, setelah membaca kisah2 di atas, kita semua bisa lebih menghargai orang2 yg ada di sekitar kita, terutama pasangan. Karena, pasanganlah yg membutuhkan perhatian paling banyak dr kita. Untuk semua kesulitan yang dihadapi, belum lagi hal-hal yang memicu stres. Mereka sangat membutuhkan dukungan dan perhatian agar mereka terus merasa dicintai dan tidak mencari cinta yg lain. Dan pastinya, saya berharap, berangsur-angsur kejadian seperti ini bisa semakin berkurang. Karena ini melukai semua pihak, baik suami, isteri, maupun pihak ketiga.

Ok, karena tema ini memang berat dan menakutkan (hehe, untuk yang masih jomblo terutama), jadi maukah, kak Reika berbagi pengalaman tentang dunia kepenulisan?

Pengalaman saya baru sedikit sih, kak, jadi saya rasa tidak banyak pengalaman yg bisa saya bagi. Tapi, saran saya, bagi yang ingin menulis, tekadkan lah satu hal. “Selesaikan apa yg sudah kita mulai.” Semalas apapun, setidak percaya diri apapun kita, sejelek apapun tulisan yg kita buat di mata kita, selesaikan. Karena itulah yang nantinya membuat semangat kita menulis tak pernah hilang, walau terkadang langkah kita terseok.

Jadi, sejak kapan kak Reika mulai menulis?

Akhir tahun 2017 kemarin, jadi belum genap 6 bulan ya, saya mulai menulis dengan niat dipublikasikan.

Ada banyak orang yang ingin menulis tapi mereka tidak percaya diri dengan bakat. Tapi, apakah Kak Reika percaya bahwa semua orang bisa menulis?

Saya percaya semua orang bisa menulis, dan batasan mereka hanyalah pada keyakinan dan kemauan. Saya sesungguhnya tidak memiliki keyakinan ketika saya mulai menulis, tapi bagi saya ini bukan tentang yakin atau tidaknya. Tapi tentang apa yg ingin saya raih dan apa yg ingin saya bagikan. Jadi, dengan bermodal kemauan saya mendaftar pada sebuah komunitas penulis juga mencoba beberapa lomba menulis.

Apa yang menginspirasi Kak Reika untuk menulis?

Niat saya menulis adalah untuk penyembuhan. Saya percaya bahwa “writing is healing”, karena itu saya ingin menulis untuk menolong jiwa saya. Saya tidak akan pernah bisa menolong orang lain jika saya bahkan tidak bisa menolong diri saya sendiri.

Pertanyaan terakhir (janji deh), bagaimana caranya agar bisa seperti kak Reika yang sudah terlibat dengan beberapa karya antologi dan buku lain?

Temukan orang-orang yg tepat dan suportif. Saya, alhamdulillah, bertemu dengan teman-teman yang baik, yang mau berbagi ilmu dan mendukung agar saya bisa berkarya. Menemukan “tempat” dan “rumah” bagi kegiatan menulis, membuat saya memiliki optimisme bahwa saya bisa menulis. Dan itu adalah semangat juga energi yg mereka berikan kepada saya.

Satu lagi (janji, ini yang terakhir), karena banyak yang penasaran dengan Kak Reika dan ingin ngobrol langsung. Jadi, bagaimana caranya?

Aih…, saya merasa udah terkenal ya dibilang banyak yg ingin ngobrol langsung *malu2 manjah kayak kucing 🙂

Halo semua… terima kasih karena sudah sedikit kepo terhadap saya. He he

Gak berani bilang banyak, takutnya kepedean. Ho ho ho

Bagi yang pengen lebih kepo lagi bisa add saya di FB Reika Midori, atau silakan follow akun IG, twitter, atau wattpad di @reikamidori

Ditunggu, lho. Mari berteman… 🙂

Wah, terima kasih sekali kak Reika yang sudah meluangkan waktunya untuk menjawab interview ini. Semoga bisa terus menghasilkan karya dan sukses untuk semua buku yang sudah terbit.

Interview dengan Reika Dj - Penulis Antologi “Jangan Ambil Suamiku” Siapa Reika Dj?

Reika Dj memiliki nama lengkap Resda Sri Kartika. Seorang guru yang lahir di Singkawang 27 April 1987. Perempuan lulusan dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalbar, ini sedang bermimpi menjadi penulis dan mencoba menelurkan beberapa karya, diantaranya : Antologi cerpen Jangan Ambil Suamiku, Antologi Food Flash Fiction Life Is Yummy dan Antologi Flash Fiction Dear Mantan (yang akan resmi cetak bulan Maret 2018 dan masih tahap PO). Sangat berharap untuk terus berkembang, menjadi lebih baik dan terus menelurkan karya tanpa merasa lelah dan menyerah. Sangat terbuka untuk berteman dengan semua pembaca dan pecinta literasi, silahkan kontak di: FB Reika Midori atau follow akun IG, twitter, atau wattpad di @reikamidori

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

2 thoughts on “Interview dengan Reika Dj – Penulis Antologi “Jangan Ambil Suamiku,,,” ”

  1. Kakak…, makasih. Tulisannya keren. Btw, ketahuan ya, aku banyak typonya. Malu sama typo yang masih bersarang di jari jemari yg judulnya pengen terus nulis. ✌✌
    Sekali lagi, makasih banyak, kak… 😘😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close