Interview

Interview dengan Ernawaty Lilys – Menjadi Ibu Muda Kreatif dalam Dunia Kepenulisan

Interview dengan Ernawaty Lilys

Interview dengan Ernawaty Lilys – Menjadi Ibu Muda Kreatif dalam Dunia Kepenulisan – Siapa bilang dunia menulis itu rumit dan tidak menyenangkan? Siapa juga yang mengatakan dunia menulis itu hanya impian dan bayang-bayang ? Mungkin Anda pernah mendengar kisah penulis yang hidup dengan santai dan sangat nikmat. Mungkin juga Anda membayangkan menjadi penulis best seller yang hidup dengan menikmati royalti. Oke, mari kita lupakan bayang-bayang nikmatnya hidup sebagai penulis. Mari kita mencoba menghadapi kenyataan, seperti apa sih hidupnya penulis itu.

Baiklah, karena kita akan menghadapi kenyataan, saya akan mencoba menguak kehidupan penulis yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Ya, mentor kepenulisan kita, Ernawaty Lilys akan mencoba membeberkan beberapa fakta kisah hidupnya sebagai penulis dan mentor kepenulisan.

Hallo, Assalamualaykum bunda, mom Ernawaty? Apa kabarnya nih?

Walaikumsalam, Alhamdulillah, semua baik dan sehat wal ‘afiat.

Kalau boleh tahu, sedang sibuk nulis apa  – wah minta bocoran nih kita bu? Hehehe

Masih menulis naskah,walau tertatih yaitu naskah nonfiksi dan naskah anak.  Sedang ada ‘pr’ review buku dari kiriman penerbit juga.

Bicara mengenai dunia kepenulisan, tentunya ini menjadi hal yang sangat menarik. Menurut Anda, seperti apa ya sebenarnya awal untuk menulis?

Awal menulis adalah berlatih dan konsistensi dalam menekuni sebuah hobi atau profesi ini karena menulis ini seperti keterampilan yang setiap orang pasti bisa melakukannya. Asal mau belajar dan terus berlatih.

Lalu, apakah menulis itu harus selalu menjadi terkenal?

Menjadi penulis itu harus punya karya, itu nomor 1. Nomor 2 nya adalah konsisten menulis dan terkenal adalah bonusnya.

Seperti apa rasanya jika buku atau karya itu bisa berhasil di terbitkan? Wah penasaran ya, karena editornya kertasbuku selalu di tolak? Hehehe

Rasanya seperti punya jejak karya dalam kehidupan kita,bisa jadi warisan karya juga kepada anak cucu semoga mereka mau juga menulis  sebuah karya sekalipun sekali dalam seumur hidup, tambah lagi karyanya bermanfaat untuk banyak orang lain,sudah pasti jadi amal jariah.
Rasanya terbit karya pastinya senang, usaha kita telah berhasil. Yang ditolak sekali jangan patah semangat, terus berkarya saja. Tolakan itu alarm agar kita semakin cinta pada hal yang kita tekuni dan terus memperbaiki diri dan karya kita juga jadi lebih bagus lagi.

Apakah kalau menulis itu harus bergabung dengan komunitas atau kelas-kelas?

Kelas menulis itu harus ya, agar dapat ilmu teknis menulis. Kalau mau ototidak ya silahkan. Komunitas itu bisa untuk menguatkan perjalanan berkarya kita, didukung, bersinergi dan saling berbagi ilmu. Maka berkomunitaslah agar semakin berkembang.

Bagaimana kalau kita mau menulis tapi tidak mau bergabung dengan komunitas?

Tidak masalah, itu hanya pilihan. Aktualnya penulis itu adalah melahirkan karya. Bukan banyak status namun nol karya.

Bagaimana caranya supaya berani menulis, meskipun itu menulis untuk blog pribadi?

Bikin blog sendiri, berani posting. Kalau takut terus kapan beraninya. Saya yang sudah emak-emak pun berani posting di kedua blog saya di www.ernawatililys.com dan www.momsinstitute.com serta sehari-hari bekerja juga di kantor penerbitan. Jangan takut, asal tulisan kita itu baik dan bermanfaat maka share lah ke pembaca.

Bagaimana kalau tulisan kita itu ternyata banyak diprotes oleh pembaca? Apa yang harus kita lakukan?

Protes oleh pembaca tidak masalah, maka kita banyak belajar lagi. Asal jangan plagiat karya orang lain, itu protesnya bisa hukuman seumur hidup lho.  Jelek, karya sendiri bangga lah. Bagus karya orang lain,malu lah.

Menurut Anda, apakah menulis itu bisa menjadi masa depan?

Bisa, bagi penulis terkenal seperti Asma Nadia, Habiburahman, Tere Liye mereka sudah menikmati hasilnya hidup dari menulis.
Saya pun walau tak seterkenal mereka, sehari-hari pekerjaan saya tak jauh dari menulis copywriting. Setiap bulan dapat gaji tetap dari menulis. Dapat royalti buku dari buku-buku yang telah terbit.

Menurut pandangan Anda, bagaimana perkembangan dunia tulis menulis saat ini?

Hampir semua aspek membutuhkan keterampilan menulis, baik periklanan, perkantoran, bisnis lainnya sekalipun online shop pun untuk mengenalkan produk-produk mereka butuh jasa copywriter. Jadi penulis itu tak sebatas menulis buku saja. Blogger pun banyak yang diminta menulis review di blognya,seperti yang saya geluti saat ini. Brand-brand datang melakukan penawaran ini, juga penerbit yang meminta untuk mereview buku-buku yang baru terbit.

Kemudian, karena sosial media yang berkembang sangat pesat, apakah itu juga memberi peluang untuk profesi penulis

Iya, masih ada kaitannya dengan jawaban di atas. Profesi penulis masih banyak dicari di semua bidang pekerjaan.  

Apakah menurut Anda, profesi penulis itu harus menulis novel atau buku-buku yang harus terbit dan masuk toko buku?

Tidak juga, saya pernah jadi ghost writer alias menulis untuk naskah orang lain. Sekitar 3 buku pernah saya tulis dan profesi ini juga bisa menghasilkan lebih besar lagi jika ditekuni.

Lalu, apa pandangan Anda mengenai penulisan review ? termasuk untuk review produk, review aplikasi, review buku dan berbagai jenis penulisan review lain

Jasa ini memang sedang banyak dicari, jadi asah terus skill Anda. Nanti akan datang sendiri produk dan pekerjaan yang menginginkan jasa Anda.

Satu hal lagi bu, Apa pemikiran Anda mengenai berkembangnya penulis-penulis di berbagai bidang yang saat ini lebih menyukai model “bekerja dari rumah” atau sistem remote? Apa saran Anda untuk teman-teman yang berprofesi seperti ini?

Saya sedang menjalani ini,bekerja dari rumah dan kantor berada di Cirebon. Kerja remote tak masalah, asal semua pekerjaan dikerjakan dengan baik. Banyak sekali lapangan kerja jenis ini lho, jadi yang terpenting harus berani dalam berkarya,percaya diri pada karya Anda sendiri, teruslah berproses jangan langsung ingin sukses yang instant. Saya sendiri sudah menyelami dunia menulis lebih dari 10 tahun. Wajar bisa bekerja dari rumah karena pekerjaannya adalah bidang yang saya tekuni dan cintai. Bekerja dengan hal yang kita sukai tak akan jadi beban. Jadi menulislah dengan bahagia.

Wah, ternyata banyak sekali pengalaman bidang penulisan dari bunda Ernawaty lilys. Terima kasih sekali sudah mau berbagi pengalaman yang sangat luar biasa. Semoga kisah berbagi pengalaman ini bisa menjadi virus untuk menuliskan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat untuk semua pembaca. Semoga kita senantiasa terus bisa menulis dan pastinya karya-karya Anda selalu dinantikan.

Pesan 

Beberapa waktu yang lalu kita sudah mengumumkan akan mengadakan program pelatihan penulisan review buku dan review produk. Dari keputusan bersama antara mentor (kak Ernawati Lilys) dan fasilitator (kertasbuku.com) akhirnya hanya akan menerima 20 peserta pelatihan saja. Dengan tujuan untuk membuat pelatihan menjadi lebih efektif. Jadi siapkan diri teman-teman untuk mengikuti pelatihan ini. Dan informasinya akan terus kami update lewat grup Facebook dan kertasbuku.com

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close