Bestseller

Review The Little Paris Bookshop By Nina George : Percayalah Buku Menyembuhkan Lukamu  

Review The Little Paris Bookshop By Nina George

Review The Little Paris Bookshop By Nina George : Percayalah Buku Menyembuhkan Lukamu  – Sampai bulan Februari 2018, saya sudah membaca buku ini sebanyak tiga kali. Berlebihan bukan? Saya pikir tidak sama sekali. Buku ini menggambarkan orang-orang yang menderita sakit hati dan menemukan obatnya dari sebuah buku. Tentu saja semua obatnya bisa didapatkan dari resep Monsier Perdu, seorang apoteker literatur, yang menjalankan prakteknya dari kapal yang disulap menjadi toko buku apung, bermarkas di sungai Seine. Anda belum membacanya? Coba bayangkan kita masuk ke apotek sastra milik Monsier Perdu. Anda sudah siap? Mari kita mulai perjalanan ini.

Sinopsis


Monsier Perdu menyebut dirinya apoteker literatur. Dari toko buku apungnya di Sungai Seine, ia meresepkan novel-novel untuk membantu meringankan beban hidup. Sepertinya, satu-satunya orang yang tak mampu ia sembuhkan hanya dirinya sendiri; ia masih dihantui patah hati setelah kekasih kekasih hatinya pergi, meninggalkan surat yang tak pernah dibukanya.

Akhirnya Perdu tergoda untuk membaca surat tersebut, lalu ia angkat sauh dan berangkat ke Prancis Selatan demi berdamai dengan kehilangannya. Bersama pengarang yang sedang mengalami kebuntuan menulis serta chef Italia yang sedang gundah dirundung cinta, Perdu berlayar sembari membagi-bagikan kebijaksanannya, membuktikan bahwa buku dapat memulihkan jiwa manusia.

 

Review


Jean Perdu seharusnya bahagia dengan hidupnya. Memiliki kapal yang menjadi toko buku dan terus memberikan resep bagi orang-orang yang datang dengan jiwa yang terluka. Tapi Perdu menjadi orang yang paling terluka dan sulit menemukan obat untuk dirinya sendiri. Ia menjadi pengkhianat untuk dirinya sendiri karena tidak mau membaca surat dari Manon.

Berterimakasihlah Perdu pada Catherine  – wanita terluka yang dikhianati suaminya. Pertemuan dua orang yang terluka hatinya dengan usia matang berhasil membimbing Perdu menemukan jiwa yang hilang  dan berusaha untuk membalik semua rahasia yang tersimpan dalam lembaran kertas dari Manon.

Segalanya berubah sejak itu dan mulailah Perdu memulai perjalanannya, menjauhi Sungai Seine. Dan Max Jordan, seorang penulis yang sedang mati ide dan bersembunyi dari semua penggemarnya tiba-tiba meloncat ke kapal. Jordan yang sedang gundah ingin ikut kemana saja Perdu pergi, tanpa Ia tahu apa yang dicari Perdu dan apa kisah yang ada dihadapannya.

Sejak halaman pertama buku ini sudah mengungkap rahasia-rahasia Perdu. Kisah rahasia yang selalu bersembunyi dibalik sifat cerianya. Kemudian cerita dikembangkan dengan alur maju mundur yang sangat mengalir. Pembaca tidak mungkin menemukan kesulitan untuk menganalisa, kemana arah cerita akan dibawah oleh Nina George. Tapi percayalah, selalu ada rahasia yang membuat kita tercekat.

Semakin banyak membuka halaman dan menelusuri setiap bagian, kita akan menemukan sedikit demi sedikit kepingan kisah Perdu dan Manon. Jangan lupa pada beberapa bagian kita juga akan mengutuk tindakan bodoh Perdu. Tapi saya yakin memang ada orang – orang seperti Perdu dalam dunia nyata. Pada akhirnya kisah ini memberi kejutan. Saya terlena bagaimana Nina George bisa membuat aliran kisah, plot, rekayasa cerita yang indah, menyakiti dan membuat pembaca sama sekali tidak ingin meninggalkannya di tengah halaman.

Sementara untuk bagian setting cerita, kita juga tidak perlu ragu lagi. Salah satu alasan, saya bisa mengulang membaca buku ini sampai tiga kali adalah gambaran keindahan. Petualangan Perdu dan Jordan yang digambarkan dalam kapal yang menyusuri sungai untuk menemukan Manon dihiasi dengan narasi yang sangat menyentuh. Pembaca akan dibawa ke kota-kota di Prancis, membayangkan minum kopi dan menyantap roti croissant yang masih hangat.

Banyaknya tokoh tambahan dalam cerita ini sama sekali tidak merusak cerita. Ini hal yang sangat jarang, karena biasanya semakin banyak tokoh tambahan maka penulis akan kehilangan arah. Nina George memberi banyak tokoh tambahan untuk memberi pelajaran pada Perdu dan ini benar-benar menyentuh hati pembaca.

 

Favorit


Malam-malam aku berjalan mengeliling Paris sampai lelah. Kubersihkan mesin Lulu, lambung, dan jendela-jendelanya, dan kujaga agar kapal itu selalu siap berlayar, sampai sekrup terakhir, meskipun kapal itu tidak ke mana-mana selama dua puluh tahun.

Aku membaca buku – sekali baca dua puluh. Di mana pun: di toilet, di dapur, di kafe, di metro. Aku menyusun puzzle yang menutupi seluruh lantai, merusaknya setelah selesai, dan mulai lagi dari awal. Aku memberi makan kucing liar. Kususun bahan makanan berdasarkan abjad. Kadang-kadang aku minum pil tidur. Aku membaca sedikit puisi Rilke supaya bisa bangun. Aku tak suka membaca buku yang di dalamnya wanita sering – muncul tiba-tiba. Lambat-laun aku berubah menjadi batu. Aku meneruskan hidup. Sama setiap hari. Itu satu-satunya caraku bertahan hidup. Tapi selain itu, tidak, aku tidak berbuat apa-apa. (Monsier Perdu – halaman 42-43)

Benang Merah


The Little Paris Bookshop karya Nina George menjadi cerita yang penuh dengan atmosfir. Semua kisahnya memberi pelajaran bahwa penyesalan memang di akhir cerita, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba merubah arah. Ini sama seperti ketika kita memiliki cita-cita dalam hidup tapi terlalu banyak kesulitan untuk mencapainya.

Secara keseluruhan, kisah dalam buku ini terbuka, penuh rahasia, ada banyak kunci rahasia sejak halaman pertama dan akhir kisah yang mengejutkan. Saya percaya bahwa cerita ini tidak mudah dibuat, tapi Nina George yang sudah mencintai dunia tulis menulis sejak kecil, berhasil melakukannya.

Judul : The Little Paris Bookshop

Penulis : Nina George

Harga : Rp. 80.750,-

Penerbit: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama

Halaman: 440

ISBN : 978-602-03-3359-5

Bonus: Ada tambahan resep-resep masakan khas Provence pada bagian akhir, yang khas dengan minyak zaitun, daun basil, daun rosemary, daun thyme kering, keju dan yogurt.

 

Mengenal Nina George


Nina George bekerja sebagai jurnalis, penulis, dan guru mendongeng. Dia menulis thriller sains, novel, artikel filtur, cerpen, dan kolom. Lebih dari setahun The Little Paris Bookshop menduduki daftar buku laris di Jerman dan menjadi novel laris di Italia, Polandia, dan Belanda. Nina George menikah dengan penulis Jens J. Kramer serta tinggal di Hamburg dan Britanny, Prancis.

Review Saya

The Little Paris Bookshop karya Nina George menjadi cerita yang penuh dengan atmosfir. Semua kisahnya memberi pelajaran bahwa penyesalan memang di akhir cerita, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba merubah arah. Ini sama seperti ketika kita memiliki cita-cita dalam hidup tapi terlalu banyak kesulitan untuk mencapainya. Secara keseluruhan, kisah dalam buku ini terbuka, penuh rahasia, ada banyak kunci rahasia sejak halaman pertama dan akhir kisah yang mengejutkan. Saya percaya bahwa cerita ini tidak mudah dibuat, tapi Nina George yang sudah mencintai dunia tulis menulis sejak kecil, berhasil melakukannya.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close