Bestseller

5 Hal Di Balik Sirkus Pohon : Dongeng untuk Anda yang Beranjak Dewasa

Pengulas : Elsa Malinda / @elsamalinda

5 Hal Di Balik Sirkus Pohon : Dongeng untuk Anda yang Beranjak Dewasa. Selain kata-kata menggugah oleh Emily Brooks – “So, smart, so beautiful.”—Emily Brooks, buku ini tidak disertakan blurb di bagian sampul belakangnya. Di bagian itu tertera berbagai prestasi mengagumkan yang berhasil Andrea Hirata raih semenjak melejitnya Laskar Pelangi.

Judul : Sirkus Pohon

Pengarang : Andrea Hirata

Editor : Imam Risdiyanto

Penerbit : PT Bentang Pustaka

Tempat Terbit : Yogyakarta

Cetakan : 2, September 2017

Ukuran : 20,5 cm

Jumlah Halaman : 410 hlm

ISBN : 978-602-291-409-9

Saya tidak bisa berbohong, bahwa alasan saya ingin mencomot buku ini dari tumpukan buku yang tersebar adalah karena penasaran. Buku ini tidak memiliki blurb, tetapi buku ini meyakinkan saya, takkan mengecewakan pembacanya. Sesampainya di rumah, ternyata buku ini lama saya anggurkan. Saya tidak tahu bahwa rasa penasaran sebelumnya bisa menghilang secepat kilat. Setelah beberapa lama ketika saya kehabisan buku bacaan, buku ini saya tarik keluar dari laci. Ini adalah momen yang tepat untuk menyelam ke dalam kisah yang berjudul Pohon Sirkus. Berikut hal-hal menarik yang saya temui di dalam buku ini.

  1. Judul dan Sampul yang Menarik Bagi Penyuka Dongeng

Sejak kecil saya selalu suka dongeng. Dongeng apa pun itu, dari mana pun asalnya, saya tidak peduli. Cerita rakyat Indonesia, cerita kaum gipsi yang ada di kisah anak dari luar negeri, saya lahap semua. Bagi saya, setiap manusia terkadang butuh pelarian dari dunia nyata, ke dunia yang serba luar biasa seperti dunia dongeng.

Cara Andrea Hirata memberi judul buku ini begitu menggambarkan premis cerita. Anda akan tahu bila mengikuti kisah tokoh utama yang disapa Hobri ini, mengapa ada hubungan antara sebuah pohon dengan pekerjaan sirkus keliling. Setelah Anda melihat judul yang terpampang, maka memandanglah ke bawah. Sebuah ilustrasi berupa kumpulan ahli  sirkus—badut, penyembur api, pelempar pisau, dan lain-lain—mengelilingi sebuah pohon besar yang menaungi mereka. Daunnya yang berbentuk seperti rambut kribo berwarna hijau dan biru, dengan buah delima ranum berwarna merah menggoda.

Kusadari sirkus bak sebatang pohon. Ia berakar dalam sejarah yang tua, tumbuh menjadi kisah,menapaskan gembira, cinta, pengorbanan, dan duka lara—hal 86

  1. Hubungan Cinta-Benci dengan Pohon Delima

Cerita dimulai dengan sebuah pohon delima di pekarangan rumah Hobri yang hidup amat sederhana. Ia menggambarkan pohon malang itu sebagai pembawa sial, penyebab mandulnya pohon rambutan. Pohon delima itu dianggapnya tak berguna, sedang tumbuhan lain menyebarkan manfaat baik bagi manusia maupun pada hewan-hewan sesama penghuni pekarangan Hobri. Hobri sungguh tidak menyukai pohon itu.

Tiba-tiba, ia jatuh hati pada gadis penjaga toko bernama Dinda. Dinda menggilai buah delima. Wajahnya berseri-seri jika Hobri memberikannya buah delima. Selain karena Dinda, pohon itu lama-lama menjadi pusat hidup Hobri. Bahkan pohon itu kelak menjadi rebutan banyak orang! Hobri pun tak rela pohon yang hampir ia tebang tapi ia batalkan karena menjadi tempat sepasang kutilang memadu kasih itu dihubung-hubungkan dengan politik desa, kekuatan sihir, dan penyakit jiwa.

Baca Juga: Gilkey Si Pencuri Buku Karya Allison Hoover Bartlett

Akan tetapi, delima itu, keluang melintas tak acuh di atasnya, sibar-sibar kasak-kusuk di belakangnya, belalang kunyit mencibirnya, burung-burung memusuhinya. Yang pro padanya hanya sepasang kutilang kasmaran. Aku tahu mereka bersekongkol dengan delima, melarikan cinta yang terlarang!—hal 3

  1. Keindahan Cinta Pertama

Selain kisah cinta yang penuh tantangan ala Hobri dan Dinda, ada pula kisah cinta pertama Tara dan Tegar yang tidak kalah bikin gregetan. Tokoh yang jauh lebih muda dari Hobri dan Dinda ini memegang andil yang besar juga di dalam cerita. Mereka bagaikan keluguan anak muda, bercampur dengan kegigihan meraih asa, dan penderitaan karena perceraian orang tua. Ya, mereka saling jatuh cinta ketika sama-sama menunggui ibu mereka melalui siding perceraian di Pengadilan Agama. Miris, bukan? Tapi di situlah indahnya. Penantian panjang untuk bisa bertemu lagi dikemas dalam kepedihan dan kelakar.

Di mana ada kemauan di situ ada jalan, demikian pepatah lama, ditambahi Tara: di mana ada niat, di situ ada semangat—hal 164

  1. Jenaka Alami

Pernah membaca kisah lucu yang dipaksakan? Tak perlu khawatir, di dalam buku ini bagi saya semua kelakarnya benar-benar alami dan Indonesia sekali. Pembaca akan dibawa ke cerita di sebuah wilayah desa terpencil, tetapi anehnya kita sangat bisa membayangkannya karena karakter penduduk tidak ada bedanya meski ia hidup di kota sekalipun.

Misalnya saja saat ada pemilihan kepala desa. Kecurangan demi kecurangan, penuh tipu daya mewarnai cerita. Ini sungguh menarik dan menyenangkan untuk dibaca.

Ternyata Kawan, kemauan adalah segala-galanya dalam hidup ini. Tanpa kemauan, orang tak dapat terkejut, tak dapat curiga, tak dapat iri, tak dapat cemburu, tak dapat gembira, mellow, dan golput. Tengoklah Instalatur itu, tak ubahnya ban kempes—hal 9

  1. Dongeng untuk Orang Dewasa dan Plot Twist

Bila Anda sedang mencari bacaan yang tidak terlalu berat, memberi kesan nostalgia tetapi juga membuat Anda terlena karena seperti dongeng saat kecil dulu, buku ini tepat masuk daftar buku yang akan Anda baca. Hobri, si tokoh utama, justru lebih pandai memahami hewan dan tumbuhan. Ia bahkan mengobrol dengan sepasang kutilang yang memadu kasih di pohon delimanya. Bahkan yang tidak saya duga adalah adanya plot twist di akhir cerita yang benar-benar sungguh cerdas.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih pada Andrea Hirata karena telah menciptakan kisah yang sungguh menyenangkan untuk dinikmati siapa saja sambil belajar tentang kehidupan.

Mengenal Andrea Hirata

Sirkus Pohon Andrea Hirata adalah pemenang pertama New York Book Festival 2013 untuk The Raibow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman untuk Die Regenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser Berlin. Dia juga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washington Square Review, New York University, edisi winter/spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season. Dan masih banyak lagi prestasi Andrea Hirata yang lain.

Pengulas : Elsa Malinda / @elsamalinda

Review Sirkus Pohon Elsa Malinda lahir di Balikpapan pada tanggal 18 Maret 1994. Selain membaca hobinya adalah menulis. Selain mengulas buku di kertasbuku.com, Elsa juga telah menerbitkan tulisannya berupa cerpen maupun berita di berbagai media cetak maupun elektronik seperti Kaltim Post, Majalah Imut, Aksarayana, dan lain-lain. Ingin sekali menjadi jurnalis. Lebih banyak mengoleksi buku genre thriller tetapi suka semua genre asalkan bagus dan berkesan. Tidak terlalu memikirkan penulis favorit, karena baginya terlalu banyak penulis buku yang disukai baik dari dalam dan luar negeri. Untuk mengenal lebih dekat bisa ditemui secara maya melalui akun Instagramnya @elsamalinda.

Cerita, Plot, Karakter

saya ingin mengucapkan terima kasih pada Andrea Hirata karena telah menciptakan kisah yang sungguh menyenangkan untuk dinikmati siapa saja sambil belajar tentang kehidupan.

Tags
Show More

Artrias Setiawan

Mengaku orang yang tidak bisa melewatkan membaca, senang berbagi hal-hal baru tentang buku. Tidak bisa membaca buku tanpa kopi tapi sedang berusaha melupakan kafein. Bercita-cita mengunjungi perpustakaan di seluruh dunia dan senang berlibur sambil membawa buku ke jalan, pantai atau gunung. Menulis untuk blog, media online, perusahaan e-commerce dan bisnis start up. Pembaca buku, menulis review buku, dan senang jika Anda berkunjung ke toko buku kami. Lebih dekat dengan saya di:

Email: artriasnana@gmail.com
Twitter: @artriassetiawan
Instagram: @artriassetiawan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close